Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sosok

Biodata Chris Martin, Vokalis Coldplay yang Bakal Konser di Jakarta: Aktif di Kegiatan Kemanusiaan

Chris Martin pertama bertemu rekan-rekan band-nya, Will Champion, Guy Berryman dan Jonny Buckland, saat kuliah di University College di London.

Instagram/coldplay
Frontman Coldplay, Chris Martin 

TRIBUNTERNATE.COM - Biodata Chris Martin, vokalis sekaligus frontman grup musik terpopuler di dunia, Coldplay.

Coldplay sendiri akan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 15 November 2023 mendatang.

Pihak promotor konser, PK Entertainment, sudah mengonfirmasi kedatangan Chris Martin dkk ke Jakarta ini, Selasa (9/5/2023) lalu.

"Now experience @coldplay incredible live show - Music of the Spheres World Tour at Gelora Bung Karno Stadium on Wednesday November 15th 2023," tulis PK Entertainment di akun Instagram resminya @pkentertainment.id.

Konser Coldplay di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian "Music of the Spheres World Tour" yang juga digelar di sejumlah negara.

Sebelum manggung di Jakarta, Coldplay dijadwalkan menggelar konser di Tokyo, Jepang pada 6 November 2023 dan Kaohsiung, Taiwan pada 11 November 2023.

Baca juga: Biodata Matty Healy, Frontman The 1975 Pacar Baru Taylor Swift yang Belum Lama Putus dari Joe Alwyn

chris martinlkflmg
Frontman Coldplay, Chris Martin

Biodata Chris Martin

Nama lengkap: Christopher Anthony John Martin

Tempat, tanggal lahir: Exeter, Devon, Inggris 2 Maret 1977

Chris Martin merupakan putra tertua dari lima bersaudara, orangtuanya adalah guru dan akuntan.

Ia kini dikenal sebagai musisi Inggris dan vokalis Coldplay.

Dia bertemu rekan-rekan band-nya, yakni Will Champion, Guy Berryman dan Jonny Buckland, pertama kali saat kuliah di University College di London.

Chris Martin mulai mengembangkan ketertarikan pada musik sejak usia muda dan dia membentuk band pertamanya, The Rocking Honkies, saat dia bersekolah di Preparatory Exeter Cathedral School.

Setelah melanjutkan studinya di sebuah sekolah independen, Chris Martin kuliah di University College di London.

Di situ, dia lulus dengan gelar di jurusan Kajian Dunia Kuno (Ancient World Studies).

Baca juga: Biodata Dian Sastro, Videonya Mengajar Mahasiswa UI Viral di Twitter: Kuliah Nggak Konsen

Baca juga: Biodata Anne Hathaway, Trending di Twitter Berkat Dress Sobek-sobek dari Versace di Met Gala 2023

coldplay fkmkgmhg
Coldplay

Selama minggu orientasi perguruan tinggi pada 1996, dia bertemu dengan gitaris Jonathan "Jonny" Buckland dan keduanya memutuskan untuk membentuk sebuah band, dengan nama yang dipilih Pectoralz.

Pada tahun 1997, band mereka yang saat itu sudah berganti nama menjadi Starfish merekrut Guy Berryman sebagai bassist dan Will Champion yang memegang drum.

Selanjutnya, band mereka ganti nama dengan Coldplay.

Baca juga: Biodata Ahn Hyo-seop, Ditawari Main Film Omniscient Reader’s Viewpoint Bareng Lee Min Ho

Baca juga: Biodata Se7en, Penyanyi KPop yang Baru Saja Menikah dengan Lee Da Hee setelah 8 Tahun Pacaran

Album debut Coldplay, Parachutes, menduduki puncak tangga lagu di Inggris dan memenangkan Grammy Award.

Selain bergabung dengan Coldplay, Chris Martin juga sempat berkolaborasi dengan sejumlah artis.

Ia menulis berbagai lagu termasuk untuk grup pop Inggris Embrace dan penyanyi Jamelia.

Pada tahun 2006, dia berkolaborasi dengan Nelly Furtado di lagu "All Good Things (Come to an End)" dari albumnya Loose, dan bekerjasama dengan Jay-Z dalam lagu "Beach Chair", dari albumnya Kingdom Come.

Chris Martin juga berkolaborasi dengan rapper Kanye West, penyanyi pop Kylie Minogue dan Dua Lipa, serta mendiang DJ Avicii.

Album dan Lagu Coldplay

'Parachutes'

Pada 2000, Coldplay ini merilis album debut mereka, Parachutes.

Album ini sukses dan menduduki No. 1 di tangga lagu Inggris dan memasuki paruh atas US Billboard 200 dengan hits seperti "Yellow," "Trouble" dan "Don't Panic."

Album ini mendapat platinum tujuh kali.

Selain itu, 'Parachute' mendapat penghargaan Best British Album Award di Brit Awards 2001 dan memenangkan Grammy Award 2001 untuk kategori album musik alternatif terbaik.

'A Rush of Blood to the Head'

Coldplay merilis album kedua, A Rush of Blood to the Head, pada tahun 2002.

Album ini terbukti sukses lagi dengan lagu-lagu termasuk "In My Place," "Clocks" dan "The Scientist."

Coldplay selanjutnya melakukan tur sembilan bulan ke Amerika Utara, Eropa dan Australia.

Tur ini pun difilmkan untuk DVD Live 2003.

Mereka juga meraih dua Grammy Awards lagi: "Clocks" memenangkan rekaman tahun ini dan "In My Place" dinobatkan sebagai penampilan rock terbaik oleh duo atau grup dengan vokal.

'X&Y,' 'Viva La Vida,' 'Mylo Xyloto'

Coldplay terus berkembang.

Mereka merilis album X&Y (2005) dan Viva La Vida (2008), dengan title track yang menjadi No. 1 di AS dan Inggris, dua album itu pun menjadi album terlaris saat mereka dirilis.

Mylo Xyloto menjadi album ketiga grup yang menduduki puncak Billboard 200 setelah rilis pada Oktober 2011.

'Ghost Stories,' 'Head Full of Dreams'

Pada tahun 2014, Coldplay mengeluarkan album Ghost Stories, yang menampilkan lagu-lagu seperti "Magic" dan "A Sky Full of Stars."

Tahun berikutnya, Coldplay mengeluarkan A Head Full of Dreams. 

Tak lama kemudian, Coldplay tampil sebagai bagian dari pertunjukan paruh waktu di Super Bowl 50 pada Februari 2016.

Selanjutnya, grup band Inggris itu meluncurkan Tur A Head Full of Dreams yang sukses melintasi lima benua, mencatatkan 114 pertunjukan yang terjual habis di 83 tempat, sebelum ditutup pada November 2017.

Tur itu pun berhasil meraup pendapatan $523 juta, menjadikannya tur dengan pendapatan kotor tertinggi ketiga di Billboard sejak publikasi pertama kali mulai dicatat pada tahun 1990.

'Everyday Life'

Empat tahun vakum, Coldplay merilis album ganda Everyday Life pada November 2019.

Kali ini, sangat kontras dengan jadwal tur mereka sebelumnya, Chris Martin mengatakan band-nya hanya akan melakukan beberapa pertunjukan, karena khawatir tentang dampak lingkungan dari melakukan tur besar.

Kehidupan pribadi Chris Martin

Selain aktif di dunia musik, Chris Martin memiliki agenda sosial yang kuat.

Dia menjalankan kampanye untuk perdagangan yang adil di Haiti dan Republik Dominika dan berkontribusi dalam Band Aid 20 untuk membantu pengungsi Sudan di Darfur.

Di belakang panggung di sebuah konser tahun 2002, Chris Martin bertemu dengan aktris Gwyneth Paltrow.

Pasangan itu menikah setahun kemudian, tepatnya Desember 2003.

Mereka dikaruniai dua anak, Apple Blythe Alison Martin dan Moses Bruce Anthony Martin — masing-masing lahir pada tahun 2004 dan 2006 — sebelum akhirnya berpisah pada Maret 2014.

"Dengan hati yang penuh kesedihan kami memutuskan untuk berpisah," tulis Gwyneth Paltrow dalam postingan di situs webnya GOOP setelah pengumuman tersebut.

"Kami telah berusaha kerasa selama lebih dari setahun, sebagian bersama-sama, sebagian terpisah, untuk melihat apa yang mungkin terjadi di antara kami, dan kami sampai pada kesimpulan bahwa meskipun kami saling mencintai, kami akan tetap terpisah."

Chris Martin saat ini berkencan dengan aktris Dakota Johnson.

Diolah dari: Kompas.com, Glamour.com

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved