Liga Inggris
Kondisi Ruben Dias dan John Stones yang Cedera, Tembok Kokoh Man City Terancam Absen Hadapi Sevilla
Dua bek Manchester City, Ruben Dias dan John Stones, terancam absen dalam laga final UEFA Super Cup melawan Sevilla.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Dua bek Manchester City, Ruben Dias dan John Stones, terancam absen dalam laga final UEFA Super Cup melawan Sevilla, Kamis (17/8/2023).
Ruben Dias dan John Stones mengalami cedera dan sudah tidak hadir sejak laga melawan Burnley.
Dikabarkan manchestereveningnews.co.uk, Ruben Dias mengalami gegar otak saat latihan.
Baca juga: Erling Haaland Diomelin Guardiola setelah 2 Gol Man City gegara Bernardo Silva: Saya Senang Dimarahi
Baca juga: Fans Man City Minta Kaoru Mitoma setelah Brighton Lirik Cole Palmer, Bakal Dibeli Rp 579 M
Kata sang pelatih, Pep Guardiola, John Stones memberi umpan ke sahabatnya itu namun diterima terlalu dini lewat sundulan.
"Saat latihan beberapa hari yang lalu, John mengumpan ke Dias, dia berlali terlalu dini."
"Ruben menderita gegar otak dan dari protokol Liga Premier katanya harus absen tujuh hari," ungkap Pep Guardiola.
Sementara itu, John Stones mengalami cedera di otot pangkal paha namun tak separah Ruben Dias.
"John merasa ada yang salah pada otot abductor. Dokter berkata pada saya bahwa hari ini dia merasa baikan, jadi tidak akan absen lama. Dia belum siap untuk Sevilla, tapi mungkin nanti saat hadapi Newcastle," paparnya.
Tanpa kedua tembok kokoh ini, Manchester City masih punya opsi Nathan Ake, Manuel Akanji, Aymeric Laporte, dan Josko Gvardiol.
Baca juga: Guardiola Bikin Rodri dan Foden Hindari Sosok Ini saat Beri Medali ke Man City: Saya Dikira Arsenal
Baca juga: Nikmatnya Fans Chelsea, Moises Caicedo Merapat, Kepa Arrizabalaga Menyingkir ke Real Madrid
Ruben Dias Ancam John Stones
Kehadiran Ruben Dias di Manchester City sempat mengancam posisi John Stones sebagai bek tengah.
Saat bursa transfer musim panas 2020, Ruben Dias yang masih di Benfica dikait-kaitkan dengan Manchester City.
Kini, Ruben Dias malah bersahabat dan mengaku saling cinta dengan John Stones hingga keduanya menjadi top defender di Liga Premier musim lalu.
Diberitakan the-sun.com pada Juni 2020 lalu, rumor perekrutan Ruben Dias ke Manchester City memancing rumor lain soal John Stones yang terancam dan bakal pergi.
John Stones yang sudah bergabung sejak 2016 saat itu sudah dikait-kaitkan dengan klub lain seperti Arsenal dan Newcastle United.
Saat itu, Manchester City baru saja kalah saing dalam mendapatkan bek Manchester United, Harry Maguire.
Akhirnya, pada September 2020, Manchester City resmi mengumumkan bintang Portugal itu sebagai bek terbarunya dengan biaya 68 juta euro atau Rp 1,1 triliun.
Pada akhirnya, kehadiran Ruben Dias bukan mengancam posisi John Stones tapi malah menjadi kolaborasi yang bagus.
Ditambah John Stones yang musim lalu mendapat peran baru sebagai gelandang dadakan dan performanya menuai pujian.
Dalam wawancara terbaru , Ruben Dias mengungkapkan soal persahabatannya dengan John Stones.
Bintang Portugal itu mengaku beruntung bisa bersahabat dengan John Stones dan bekerjasama di lapangan.
"Kalian tahu saya memang mencintainya, semua orang tahu. Dia juga sudah tahu apa yang saya rasakan padanya. Kami cinta satu sama lain."
"Itulah ikatan yang bisa kita harapkan setidaknya sekali semusim, dan saya sudah punya ikatan itu selama tiga musim. Saya beruntung mengenalnya," paparnya.
Erling Haaland Diomelin
Bintang Manchester City, Erling Haaland, tampak dimarahi oleh sang pelatih, Pep Guardiola saat jeda babak pertama laga melawan Burnley, Sabtu (12/8/2023) dini hari WIB.
Padahal, saat itu Erling Haaland baru saja mencetak gol di babak pertama, yakni pada menit ke-4 dan ke-36.
Namun, Pep Guardiola kesal kepada Erling Haaland gara-gara sikapnya kepada rekannya, Bernardo Silva.
Saat diwawancara pascalaga, Erling Haaland mengaku malah senang jika dimarahi.
Ia menyadari kesalahannya yang membuat pelatih asal Spanyol itu marah-marah sampai berlari menghampirinya ke tengah lapangan.
Bintang Norwegia itu senang karena sang pelatih masih perhatian dan ingin anak asuhnya berkembang.
"Dia marah kepada saya karena saya meneriaki Bernardo Silva ketika dia tidak memberikan bola kepada saya, tapi itu bukanlah masalah."
"Ini yang saya mau, saya mau terus merasa haus (gol), setelah menang treble dua bulan lalu, ini pertama kalinya laga musim ini dimulai, di babak pertama 2-0, dan dia seperti itu, saya suka seperti ini," paparnya.
Protes Pep Guardiola
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, masih tidak terima soal tambahan waktu pertandingan yang membuat laga berlangsung lebih dari 100 menit.
Seperti yang terjadi saat Manchester City dikalahkan Arsenal dari adu penalti di Community Shield.
Di mana gol penyeimbang dari Leandro Trossard baru terjadi pada menit ke-90+11.
Bagi Pep Guardiola, jika pertandingan durasi 100 menit dinormalisasi, maka idealnya suatu klub setidaknya punya 40 pemain.
Dengan demikian, perputaran pemain akan cukup untuk masing-masing beristirahat secara mental dan fisik apalagi dengan jadwal sepadat Manchester Citty.
"Ketika kita sudah sampai 90 menit, kita secara mental harus berpikir, kita masih punya 10 menit, dan dalam 10 menit itu harus tetap bermain."
"Ini tergantung situasinya. Tapi untuk tim-tim yang main setiap tiga hari sekali, dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya dan harus bepergian, ditambah 10 menit tambahan, setiap laga ditambah 10 menit, ini seolah seperti ditambahi tiga pertandingan di akhir musim."
"Rasanya seperti kami main 41 laga musim ini, bukan 38," paparnya, dikutip dari cityxtra.co.uk.
Dengan hanya 25 pemain yang dimiliki Manchester City, setiap laga yang berlangsung 100 menit tidak akan cukup untuk memulihkan fisik dan mental.
"Bagaimana bisa kami mengistirahatkan para pemain? Dan untuk bisa seperti itu, apa yang harus kita lakukan, kita butuh 40 pemain. Tapi 40 pemain itu tidak baik untuk klub karena gajinya bakal sangat tinggi," sambungnya.
Pelatih asal Spanyol ini membuat skenario jika laga musim ini banyak yang diperpanjang sampai 100 menit.
Maka para pemain, apalagi dengan jadwal sepadat Manchester City, bisa lelah fisik dan mental.
"Para pemain kami, saya sudah bilang berkali-kali bahwa saya bakal membela anak asuh saya, ketika saya menjalani jeda internasional, mereka kembali ke tim nasional masing-masing, lalu mereka main 100 menit dan 100 menit."
"Menurut saya, jika kalian main 50, 60, 70 laga, bolehlah tapi hanya jika kalian punya waktu dua atau tiga bulan untuk istirahat atau punya waktu untuk memulihkan mental."
"Tapi kan ini tidak demikian. Kami cuma punya dua atau tiga minggu, dan itu tidak cuukp," paparnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Bek-Manchester-City-Ruben-Dias-dan-John-Stones-vf.jpg)