Sofifi
Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia Survei RSU Sofifi
Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) melakukan survei akreditasi Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) melakukan survei akreditasi Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi, Rabu (30/8/2023) di Kelurahan Guraping, Kota Tidore Kepulauan kemarin.
Survei Akreditasi ini dihadiri langsung Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang didampingi Direktur Silvia Umaternate, Staf Ahli Gubernur Mulyadi Wowor, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Sarbaini A Karim.
Gubernur juga menjadi orang pertama yang diwawancarai oleh dua surveyor yakni dr. Zuhrinah Ridwan dan Helda Vera De Jong di ruang kerja Direktur.
dr. Silvia menjelaskan, Akreditasi Rumah Sakit bertujuan untuk menilai mutu pelayanan yang dilakukan oleh rumah sakit. Untuk penilaian itu perlu tools, yaitu akreditasi, sampai sejauh mana RS memberikan pelayanan yang bermutu.
RSU Sofifi kata dr. Silvia, terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, bila ada komplain dari pasien maupun keluarganya langsung diselesaikan.
Baca juga: Sambangi RSU Sofifi, Jawaban Nakes Bikin Menpan RB Abdullah Azwar Anas Heran
Hal ini terlihat dari hasil survei kepuasan pasien dengan penilaian Penanganan Pengaduan Pengguna Layanan memperoleh hasil 100 persen. Disusul Perilaku Petugas dalam Pelayanan Terkait Kesopanan dan Keramahan dengan hasil 75 persen.
“Setiap ada aduan dari pasien langsung kami selesaikan, tidak perlu menunggu nanti. Itu komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”ungkap Direktur.
Untuk itu, dalam Survei Akreditasi ini, RSU Sofifi menargetkan nilai Paripurna. Meski begitu, pihaknya juga menerima bila belum mencapai nilai tertinggi.
“Kita menargetkan yang maksimal, yang terpenting terakreditasi. Karena ini menjadi syarat untuk kelanjutan kerja sama dengan BPJS,”jelasnya
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menyampaikan komitmennya mendorong agar rumah sakit segera meningkatkan mutu pelayanan. Bentuk dari dorongan itu menyediakan anggaran yang cukup untuk pengembangan.
Ia bercita-cita menjadikan RSU Sofifi menjadi rumah sakit unggulan dengan fasilitas yang lengkap. Sehingga, RSUD Chasan Boesoirie menjadi rumah sakit pendidikan.
“Kita berharap pelan-pelan ini semua dilengkapi. mudah-mudahan tim akreditasi ini bisa melihat ini, paling tidak bisa sejajar dengan rumah sakit lainnya,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/31082023_Silviaumaternate31.jpg)