Liga Inggris
Sifat Guardiola sejak Jadi Pemain Barcelona hingga Pelatih Man City Tak Berubah: Saya Ngomong Terus
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengenang masa dirinya saat masih bermain untuk Barcelona.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengenang masa dirinya saat masih bermain untuk Barcelona.
Menurut Pep Guardiola, sifatnya sejak menjadi pemain hingga kini melatih klub tidaklah berubah.
Pep Guardiola mengaku sejak dahulu dirinya memang sering bicara, tak heran dirinya kerap mendapat kartu kuning.
Baca juga: Mateo Kovacic dan Ruben Dias Disalahkan Guardiola setelah Dilibas Wolves, Bos City: Kami Kocar-kacir
Baca juga: Jose Mourinho Bela Diri Lukaku Panen Gol di AS Roma: Tuh, Saya Ga Hancurkan Kualitas Ex Chelsea
Baca juga: Mateo Kovacic Disenggol Legenda Inggris, Tak Becus Gantikan Rodri: Man City Kehilangan Bola Terus
Kini, Pep Guardiola menjadi pelatih Liga Premier pertama yang kena skor dan harus menyaksikan anak asuhnya dari tribun penonton saat melawan Wolves.
"Saat saya masih jadi pemain di Barcelona, saya adalah pemain yang paling jarang terlibat adu fisik tapi saya mungkin adalah pemain yang paling banyak kena kartu kuning di Barcelona."
"Selalu begitu karena saya ngomong, ngomong, dan ngomong terus."
"Sekarang saya jadi pelatih dan masih sama saja, ketika saya melihat atau meyakini bahwa ada yang tidak adil atau tidak saya sukai, saya langsung bilang," ujarnya, dikutip dari mancity.com.
Berusaha Kontrol
Setelah laga melawan Wolves yang berakhir kekalahan 2-1 itu, Pep Guardiola sempat mengaku pandangannya lebih bagus saat duduk di tribun bersama penonton.
Namun, Pep Guardiola akhirnya mengaku dirinya lebih suka berada di lapangan dan akan berusaha mengontrol sifatnya yang banyak bicara.
"Pemandangannya sempurna. Masalahnya dengan hukuman itu adalah Anda harus berada di hotel, tapi mereka mengizinkan Anda untuk berada di sini (stadion)."
"Jadi, saya ucapkan terima kasih untuk Liga Premier karena di Liga Champions, hal itu tidak boleh terjadi," ucapnya, dikutip dari dailymail.co.uk.
Pelatih asal Spanyol itu pun mengakui bahwa sifatnya memang banyak bicara sejak menjadi pemain di Barcelona.
Kini, ia ingin berusaha untuk lebih mengontrol sikapnya itu agar tak kembali dihukum.
"Saya ingin menghindari kartu kuning dan kartu merah. Saya akan mengendalikan dan berusaha (untuk lebih banyak diam) tapi saya tidak menjamin 100 persen saya bisa mengendalikannya," akunya.
Josko Gvardiol Nganggur
Sejumlah keputusan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dalam kekalahan melawan Wolves membuat sejumlah fans bertanya-tanya.
Di antaranya dengan lebih memilih memainkan Nathan Ake dibandingkan Josko Gvardiol.
Josko Gvardiol hanya duduk di bangku cadangan dari awal hingga laga berakhir.
Sejumlah fans Manchester City heran mengapa Pep Guardiola bukannya segera mengganti Nathan Ake dengan Josko Gvardiol tapi malah memasukkan Jack Grealish.
Jack Grealish masuk menggantikan Nathan Ake pada menit ke-80 dan tidak menimbulkan perubahan berarti baik dalam hal menyerang atau bertahan skuad Manchester City yang terlanjut kalut.
Sedangkan Josko Gvardiol dianggap lebih gesit dan pertahanannya lebih solid dengan situasi skor yang sudah 2-1.
@americanazo**: Saya tidak paham kenapa di babak kedua dari awal Gvardiol tidak dipilih untuk gantikan Ake? Ake dipepet di sisi kiri oleh Neto. Gvardiol jauh lebih cepat dan lebih baik untuk bertahan satu lawan satu
@alexquin**: Gvardiol duduk di bangku cadangan menyaksikan Ake yang tampil buruk
@gvardiolb**: Menurut saya Ake kesulitan, Gvardiol harusnya jadi starter dibanding Ake
@mcfcni**: Pep pilih Ake dibanding Gvardiol benar-benar bikin heran, serius, logikanya di mana apalagi setelah gol bunuh diri Dias?
@arjunredd**: Tidak apa-apa kalah, kita belum beruntung. Hari ini mereka tampak buruk, lini tengah mengerikan dan tolong Gvardiol jadi starter dibanding Ake
@huntetha**: Ake sangat buruk hari ini dan Gvardiol harusnya jadi starter
Mateo Kovacic dan Ruben Dias Disalahkan
Dua pemain Manchester City, Mateo Kovacic dan Ruben Dias, dianggap ikut andil dalam kekalahan 2-1 saat melawan Wolves.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui laga melawan Wolves begitu sulit.
Ditambah Mateo Kovacic dan Ruben Dias disebut gagal melakukan tugasnya di lini pertahanan.
Menurut Pep Guardiola, menjelang laga berakhir pertandingan semakin sulit ditambah kehebatan winger Wolves, Pedro Neto, menembus pertahanan skuadnya.
Meski mengakui timnya kocar-kacir, Pep Guardiola menyebut sebenarnya masih ada kesempatan mempertahankan namun Wolves lebih solid.
"Dalam transisi, Neto lebih baik dibanding kami, mereka mengalahkan kami di situasi itu, bukan karena kami kocar-kacir."
"Kami di posisi yang bisa mempertahankan dengan baik tapi ini adalah laga yang sulit untuk dimainkan, mereka juga mempertahankan denganbaik," tuturnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
"Ketika mereka mempertahankan dengan begitu baiknya, Kovacic dan Ruben harus menyerang pertahanan tengah lawan tapi mereka tidak melakukannya, itulah kenapa ini jadi semakin sulit," tambahnya.
Alasan Cadangkan Matheus Nunes
Terungkap alasan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mencadangkan Matheus Nunes dan memainkan Oscar Bobb di babak kedua melawan Wolves.
Adapun insiden Matheus Nunes yang terus-terusan disoraki oleh pendukung Wolves sejak awal pertandingan.
Namun, itu tidak menjadi penyebab Pep Guardiola menarik mantan bintang Wolves setelah ketinggalan 1-0 di babak pertama.
Dalam wawancara setelah laga yang berakhir kekalahan 2-1 itu, Pep Guardiola menjelaskan alasannya.
Sang pelatih menyebut, Oscar Bobb bermain lebih baik dengan situasi yang dibutuhkan saat itu.
"Saya butuh permainan yang lebih dinamis, saya ingin ada peluang di ruang-ruang kecil dan Oscar sangat bagus untuk menemukan peluang di ruang-ruang kecil denga kreativitasnya dia akan menemukan seseorang."
"Itulah alasannya kenapa, bukan karena dia (Nunes) tidak bermain bagus, tapi saya rasa Oscar bisa memberi kami sesuatu yang berbeda," paparnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.