Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Kovacic dan Nunes Nyaris Main, Guardiola Ngaku Ragu dengan Starting XI Man City Lawan Brighton

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku meragukan keputusannya sendiri dalam menentukan susunan pemain melawan Brighton.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@mancity
Pemain Manchester City, Mateo Kovacic. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku meragukan keputusannya sendiri dalam menentukan susunan pemain melawan Brighton. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku meragukan keputusannya sendiri dalam menentukan susunan pemain melawan Brighton.

Pep Guardiola mengaku sebenarnya ingin memainkan dua gelandangnya, Mateo Kovacic dan Matheus Nunes.

Untunglah, meski susunan pemain buatannya meragukan, setidaknya Manchester City berhasil mencuri tiga poin setelah laga berakhir 2-1.

Baca juga: LINK LIVE STREAMING Man City Vs Brighton, Sedang Berlangsung, Ga Tayang di SCTV

Baca juga: Valverde Akui Sulit Laga di Etihad gegara Suporter Man City, Bintang Madrid Kena Sarkas: Fans Cuma 3

Baca juga: Mykhailo Mudryk Dituduh Ga Sengaja Gol ke Gawang Arsenal, Winger Chelsea Bantah: Saya Niat Gol

Diketahui, gol dicatatkan oleh Julian Alvarez (7') dan Erling Haaland (19'), dan skuad Roberto De Zerbi hanya mampu membalas satu gol dari Ansu Fati (73').

Pep Guardiola memainkan Stefan Ortega, Kyle Walker, John Stones, Manuel Akanji, Josko Gvardiol, Rodri, Bernardo Silva, Phil Foden, Jeremy Doku, Julian Alvarez, dan Erling Haaland.

Ruben Dias masuk menggantikan John Stones, Nathan Ake menggantikan Julian Alvarez, dan Jack Grealish menggantikan Jeremy Doku.

Mantan pelatih Barcelona itu sebenarnya sangat ingin memasukkan Mateo Kovacic dan Matheus Nunes, namun ia berusaha yakin kepada Bernardo Silva.

"Saya sangat memikirkan untuk memasukkan Mateo dan Matheus di posisi itu. Karena dalam transisi, Mateo dan Matheus sangatlah bagus, terutama Matheus."

"Tapi Bernardo dengan caranya dia menekan, dia punya intuisi untuk itu. Ini sangat penting untuk bisa mengontrol. Itulah yang membuat saya memutuskan hal ini," paparnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.

Jalannya Pertandingan

Laga pertama diawali dengan penguasaan bola oleh tuan rumah.

Skuad Pep Guardiola dengan cepat membuka peluang dengan assist Jeremy Doku kepada Julian Alvarez yang berbuah gol pada menit ke-7.

Terjadi insiden saat Doku bertabrakan dengan Welbeck hingga akhirnya bintang Brighton harus digantikan oleh Ferguson pada menit ke-16.

Erling Haaland memanfaatkan bola tanpa penjagaan dan menjadikannya gol pada menit ke-19.

Setelah tambahan waktu empat menit, kedua kubu sana-sama tidak menambah gol.

Di babak kedua, pertahanan Manchester City sempat lengah hingga Kaoru Mitoma nyaris mencetak gol.

Pada akhirnya, Ansu Fati yang menjebol gawang Stefan Ortega pada menit ke-73.

Menjelang laga berakhir, Solly March bertabrakan dengan Bernardo Silva.

Tim medis menghampirinya dan diperkirakan cedera ankle hingga dikeluarkan dari lapangan dengan cara ditandu.

Solly March kemudian digantikan Van Hecke dan Roberto De Zerbi tampak frustasi.

Saat pertandingan kembali dimulai, Manuel Akanji melakukan pelanggaran kedua dengan menarik Ansu Fati yang menyebabkan kartu merah.

Setelah tambahan waktu empat menit, laga akhirnya berakhir dengan skor 2-1.

Starter XI:

Man City: Stefan Ortega, Walker, Stones, Akanji, Gvardiol, Rodri, Bernardo, Foden, Doku, Alvarez, Haaland

Brighton: Steele, Igor Julio, Dunk, Milner, March, Joao Pedro, Gross, Welbeck, Baleba, Mitoma, Adingra

Penerus Pep Guardiola

Pelatih Brighton & Hove Albion, Roberto De Zerbi, digadang-gadang bakal menggantikan bos Manchester City, Pep Guardiola.

Kabarnya, justru Pep Guardiola sendiri yang menyebut bahwa Roberto De Zerbi yang nanti akan menggantikan dirinya.

Dikutip dari telegraph.co.uk, momen itu terjadi di Amex Stadium pada Mei 2023 lalu.

Dalam laga Brighton vs Manchester City yang berakhir imbang itu, Pep Guardiola sempat mengobrol dengan sejumlah pemain lawan.

Laga itu berakhir 1-1 dengan gol dari Phil Foden (25') dan Julio Enciso (38').

Kabar itu menyebut, Pep Guardiola berada di terowongan stadion setelah laga berakhir.

"Itu adalah pelatih Man City selanjutnya," ujar Pep Guardiola kepada tiga pemain Brighton dengan gestur merujuk ke Roberto De Zerbi.

Diketahui, Pep Guardiola masih memiliki kontrak di Manchester City sampai Juni 2025.

Sempat dikabarkan pula bahwa pelatih asal Spanyol itu meminta dirinya terlibat untuk memilih penerusnya.

Sementara itu, Roberto De Zerbi yang melatih Brighton sejak September 2022 masih memiliki kontrak hingga Juni 2026.

Lionel Messi Kenang Barcelona Era Pep Guardiola

Megabintang Argentina, Lionel Messi, membandingkan timnas dengan Barcelona saat masih diasuh Pep Guardiola.

Apakah menurut Lionel Messi lebih bagus Timnas Argentina atau tim asuhan pelatih Manchester City itu?

Dikutip dari barcablaugranes.com, Lionel Messi menjawab hal itu setelah Argentina melibas Peru 2-0 di kualifikasi Piala Duni.

Dua gol tercipta oleh Lionel Messi pada menit ke-32 dan ke-42.

Lionel Messi yang tahun lalu memenangkan Piala Dunia Qatar 2022 pun membandingkan kedua timnya.

"Tim ini (Argentina) mengesankan dan terus berkembang, selalu bermain lebih bagus. Tim ini performanya semakin membaik saja."

"Kalau dibandingkan Barcelona era Pep? Itu adalah tim terbaik sepanjang sejarah, hebat banget kan?"

"Tapi menurut saya tim ini semakin dekat dengan apa yang dituju. Karena sudah menjadi juara Copa America dan Piala Dunia dan itu punya banyak keuntungan," ungkap pemain Inter Miami ini.

Insiden Kyle Walker

Bek Manchester City, Kyle Walker, berniat akan segera menghubungi staf Arsenal, Nicolas Jover, yang sempat terlibat adu mulut dengannya.

Nicolas Jover menjadi sasaran amuk Kyle Walker setelah Manchester City dikalahkan Arsenal 1-0.

Kini, Kyle Walker mengakui tindakannya di Emirates Stadium itu berlebihan.

Diketahui, Nicolas Jover dulunya pernah bekerja di Manchester City.

Kyle Walker menyebut, amarahnya itu sebenarnya hanya perkara salaman dengan Nicolas Jover.

Bek Inggris itu menyebut, Nicolas Jover selalu menolak bersalaman ketika Arsenal dikalahkan Manchester City.

Namun, giliran Arsenal menang 1-0, Nicolas Jover dengan percaya diri mengajak Kyle Walker bersalaman.

"Saya tidak suka kalah. Dalam beberapa laga yang lalu, Nico, yang dulu bekerja untuk Man City, dia tidak mau bersalaman saat kami mengalahkan mereka."

"Saat kami kalah, dia ingin salaman dengan saya dan saya tanggapi dengan serius. Sesimpel itu," ungkapnya, dikutip dari dailymail.co.uk.

Lebih lanjut, Kyle Walker merasa reaksinya berlebihan dan berharap bisa kembali menyambung silaturahmi dengan Nicolas Jover setelah jeda internasional selesai.

"Saya belum berhubungan lagi dengannya karena saya sedang berkonsentrasi di Timnas Inggris."

"Tapi mungkin saya bakal menghubungi dia, jelas. Menurut saya, mungkin tindakan saya berlebihan," akunya.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved