Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Conor Gallagher dan Thiago Silva Bisa Dilepas Bebas Transfer, Chelsea Anteng Belum Beri Kontrak Baru

Nasib dua bintang Chelsea, Conor Gallagher dan Thiago Silva, nyaris serupa.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@conorgallagher92 - @thiagosilva
Pemain Chelsea Conor Gallagher dan Thiago Silva. Kedua pemain "lama" Chelsea itu belum ditawari perpanjangan kontrak padahal kontraknya akan habis. 

TRIBUNTERNATE.COM - Nasib dua bintang Chelsea, Conor Gallagher dan Thiago Silva, nyaris serupa.

Kedua pemain "lama" Chelsea itu belum ditawari perpanjangan kontrak padahal kontraknya akan habis.

Sejauh ini, Chelsea masih belum ada pembahasan kontrak baru meski kedua pemain begitu berjasa khususnya di musim ini dalam kebangkitan skuad Chelsea.

Baca juga: John Terry Tegas Sebut Tottenham Ga Bakal Menang Liga Premier, Fans Chelsea Tertawakan Sang Legenda

Baca juga: Conor Gallagher Terancam Dilepas Bebas Transfer, Chelsea Tak Gercep Beri Kontrak Baru padahal Gacor

Baca juga: John Terry Ogah Pilih Gol Mudryk, Legenda Chelsea Puji Ramires saat Lawan Lionel Messi di Barcelona

Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, Conor Gallagher kerap banjir pujian karena konsistensinya.

Namun, sayangnya Chelsea belum mengambil tindakan apa-apa terkait kontrak Conor Gallagher yang akan habis semusim lagi.

Conor Gallagher terancam dilepas dalam status bebas transfer karena kontrak terakhirnya hanya sampai Juni 2025, dikutip dari The Athletic.

Bintang Inggris itu bisa direbut klub-klub besar lainnya jika sampai tak ada perkembangan signifikan dari Chelsea untuk memperpanjang kontraknya.

Sementara itu, Mauricio Pochettino juga bisa melepaskan Thiago Silva pada musim panas nanti.

Chelsea pun kini sedang mencari bek pengganti Thiago Silva, salah satu targetnya adalah remaja dari Barcelona.

Diketahui, kontrak Thiago Silva terakhir diperpanjang pada Februari 2023 dan akan bertahan sampai Juni 2024.

Klub Brasil Fluminense yang pernah menaungi sang bek dikabarkan tertarik untuk kembali merekrutnya.

Kini, Chelsea melirik pemain remaja di skuad muda Barcelona.

Padahal, pemain bernama Pau Cubarsi itu digadang-gadang bakal jadi proyek jangka panjang Xavi Hernandez di skuad senior.

Pau Cubarsi adalah bek berumur 16 tahun yang kini tergabung dalam Barca U19.

Pemain kelahiran Estanyol itu juga mewakili Spanyol U16 dalam laga internasional.

Pemain dengan tinggi badan 182 cm itu disebut sangat bertalenta, tak heran Xavi Hernandez tak sabar menunggunya di skuad senior.

Pau Cubarsi sepertinya akan segera menyusul Marc Guiu, pemain 17 tahun yang baru saja mencatatkan debut gol pertama untuk Barcelona.

Sementara itu, Chelsea yang selalu haus akan pemain muda turut memantau situasinya.

Chelsea saat ini juga sudah mengantongi Kendry Paez yang masih berada di Independiente dan baru datang ke Stamford Bridge saat sudah cukup umur di tahun 2025 nanti.

Conor Gallagher Kesal

Conor Gallagher sempat tampak marah saat terjadi blunder fatal dari sang kiper, Robert Sanchez, saat melawan Arsenal.

Kesalahan Robert Sanchez memang menjadi sorotan dan menimbulkan kritikan tajam dari berbagai pihak.

Conor Gallagher pun tak luput dari reaksi frustasi saat berada di lapangan.

Namun, dikutip dari football.london, ternyata reaksi gelandang Inggris itu kemungkinan tak hanya gara-gara gol pembalasan Arsenal melalui Declan Rice.

Conor Gallagher yang berada di dekat Declan Rice saat menerima umpan blunder Robert Sanchez kemungkinan juga kesal gara-gara kesalahan dirinya sendiri.

Di mana terlihat Conor Gallagher berada di belakang Declan Rice namun tak cukup cepat untuk mencegah tendangan lawannya.

Robert Sanchez sendiri tampak kurang usaha di depan gawang setelah melakukan umpan fatal itu.

Sejumlah fans juga menyorot bahwa hal itu tak semata salah Robert Sanchez, namun juga Conor Gallagher.

Penampilan Cole Palmer dan Conor Gallagher

Dua gelandang Chelsea, Cole Palmer dan Conor Gallagher, disebut membuat Arsenal syok.

Performa Cole Palmer dan Conor Gallagher disebut mengagumkan oleh legenda Manchester United, Gary Neville.

Gary Neville menyebut, ide Mauricio Pochettino untuk menduetkan mereka membuat lawannya tak menyangka.

Diketahui, laga kandang Chelsea vs Arsenal berakhir imbang 2-2.

Cole Palmer bagaikan pahlawan baru Chelsea dengan eksekusi penalti yang sempurna di babak pertama.

Sedangkan Conor Gallagher juga bermain enerjik serta menyumbang assist untuk gol tak biasa dari Mykhailo Mudryk.

Cole Palmer dan Conor Gallagher sama-sama dianggap perpaduan tepat racikan Mauricio Pochettino.

"Mereka punya Gallagher dan Palmer kembali duet dengan posisi seperti nomor 10. Ini sepertinya membuat Arsenal syok."

"Di luar dari penguasan bola, Arsenal tidak bisa membawa bola ke (Martin) Odegaard, karena ada empat pemain Chelsea, Gallagher, Palmer, (Moises) Caicedo dan (Enzo) Fernandez. Itu sangat bagus," puji Garu Neville dalam podcast The Gary Neville Podcast.

Mauricio Pochettino Harus Kejam

Mantan pemain Chelsea sekaligus Arsenal, Cesc Fabregas, mengkritik keras kiper The Blues, Robert Sanchez.

Robert Sanchez memang tampil buruk dalam laga seri Arsenal vs Chelsea yang berakhir 2-2.

Cesc Fabregas berpendapat bahwa sang pelatih, Mauricio Pochettino, termasuk pelatih yang lunak.

Pesepakbola yang pensiun musim panas 2023 itu berandai-andai jika saja Mauricio Pochettino keras seperti pelatih AS Roma, Jose Mourinho.

Maka bisa jadi Robert Sanchez dipaksa untuk duduk di bangku cadangan agar instropeksi atas penampilannya.

"Poch harusnya mendudukkan Sanchez di bangku cadangan dan memaksa dia untuk melihat performanya di laga ini, benar-benar penampilan kacau darinya!"

"Andai Poch kejam seperti Mourinho, dia harus cadangkan Sanchez untuk laga berikutnya," kritik Cesc Fabregas.

Selain Cesc Fabregas, kritikan lebih pedas juga datang dari pundit ESPN FC Janusz Michallik.

Ia bahkan menyalahkan Robert Sanchez untuk gol Arsenal dua-duanya.

Michallik berpendapat bahwa gol dari Declan Rice dan Leandro Trossard sama-sama salah Robert Sanchez.

Adapun jelas, gol Declan Rice tercipta gara-gara kelalaian Robert Sanchez yang salah mengumpan terlalu dekat dan malah ke arah lawannya.

Sedangkan gol kedua mungkin agak sedikit kontroversial jika menyalahkan mantan kiper Brighton itu juga.

Dikutip dari tehchelseachronicle.com, bagi Michallik, Robert Sanchez harusnya bisa membantu sang bek, Malo Gusto.

Jika diamati dari detik-detik gol, diawali dari umpan lambung dari Bukayo Saka.

Tampak Leandro Trossard mengejar bola itu dan Malo Gusto mengejar di belakangnya.

Robert Sanchez sebenarnya sudah bersiap menghadapi serangan dari sisi kanan gawangnya itu namun kalah cepat dari tembakan Leandro Trossard.

Momen inilah yang dianggap Michallik sebagai salah sang kiper yang harusnya bisa membantu beknya mencegah laju bola tersebut.

Bahkan ia juga mengkritik Robert Sanchez yang dianggap masih tenang saja setelah laga itu.

"Bola dari Saka, Anda pastinya selalu tahu ke mana bola itu tertuju. Dia bisa saja membantu Gusto, meskipun dia bisa tidur nyenyak di sana setelah penampilan yang buruk," kritiknya.

Pelatih Chelsea berkomentar soal blunder Robert Sanchez di babak kedua yang taruhannya adalah gol Declan Rice.

Menanggapi hal itu, Mauricio Pochettino malah membela sang kiper.

"Dia kecewa dan tidak senang dengan keputusannya, tapi kesalahan memang kerap terjadi di dunia sepak bola. Jadi ini bukan waktunya untuk menyalahkan siapa pun," kata Mauricio Pochettino.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved