Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Dapat Penghargaan, Pemkab Halmahera Selatan Fokus Lestarikan Bahasa Daerah

Pemkab Halmahera Selatan mendapat piagam penghargaan dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara.

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
PENGHARGAAN: Asisten II Bidang Pembangunan Pemkab Halmahera Selatan Ahmamd Radjak (kanan tengah) ketika menerima piagam penghargaan dari Kantor Bahasa Maluku Utara, Minggu (19/11/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan mendapat piagam penghargaan dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara.

Penghargaan tersebut, diberikan pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2023, yang dihelat di Hotel Bela, Kota Ternate, Sebtu (18/11/2023) malam.

Pemkab dinilai sukses melaksanakan revitalisasi bahasa etnis Makian Dalam, Kecamatan Pulau Makian.

Asisten II Bidang Pembangunan Pemkab Halmahera Selatan Ahmad Radjak mengatakan pemerintah sangat mendukung penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah.

Karena itu, sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak di setiap bangku sekolah jenjang SD dan SMP.

“Kami pemerintah daerah sangat mendukung adanya bahasa Ibu untuk diajarkan di sekolah khususnya pada mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok)," katanya, Minggu (19/11/2023).

Baca juga: Selain PPP, Golkar Juga Melirik Bassam di Pilkada Halmahera Selatan 2024 Mendatang

Ahmad menyebut bahasa daerah sebagai bahasa ibu, akan tetap dilestarikan di lingkungan pendidikan.

Hal ini dilakukan agar bahasa daerah bisa diphami secara keseluruhan oleh setiap suku maupun etnis di Halmahera Selatan.

"Jadi lebih tepatnya akan lebih di fokuskan lagi terhadap pemahaman terkait bahasa daerah sebagai bahasa ibu," pungkasnya.

Diketahui, Pemkab Halmahera Selatan melalui Dinas Pendidikan, sebelumnya mengusul revitalisasi bahasa daerah sejumlah suku dan etnis masuk kurikulum mata pelajaran lokal.

Proses ini berjalan cukup panjang. Kemudian bahasa daerah Makian Dalam yang disetujui karena penuturnya dianggap mulai berkurang.

Dinas Pendidikan Halmahera Selatan kemudian menggandeng Balai Bahasa Maluku Utara untuk menggelar pelatihan pengajar utama revitalisasi bahasa Makian Dalam.

Pada pelatihan tersebut, puluhan tenaga guru senior terlibat sebagai peserta. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved