Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Benoit Badiashile dan Axel Disasi Ada Kekurangan Menonjol di Chelsea, Ex Arsenal: Ga Ada yang Lihat

Mantan pemain Arsenal, Perry Groves, menyorot keberadaan kedua bek itu di skuad Chelsea.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@benoit.badiashile - @axel_disasi
Bek Chelsea, Benoit Badiashile dan Axel Disasi. Mantan pemain Arsenal, Perry Groves, menyorot keberadaan kedua bek itu di skuad Chelsea. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dua bek Chelsea, Benoit Badiashile dan Axel Disasi mendapat kritik pedas.

Mantan pemain Arsenal, Perry Groves, menyorot keberadaan kedua bek itu di skuad Chelsea.

Bagi Perry Groves, keduanya seperti tidak punya karakter sebagai pemain.

Baca juga: Mykhailo Mudryk Cuma Cepat di Kaki tapi Tidak di Otak, Ex Chelsea Kritik Pedas: Dia Ga Tahu Apa-apa

Baca juga: Bukan Cole Palmer, Ex Arsenal: Conor Gallagher adalah Pemain Chelsea Paling Konsisten

Baca juga: Fans Man City Hati-hati, Cityzens Peringatkan Suporter yang Nonton Red Star: Awas, Jangan Sendirian

Hal ini juga diperparah Chelsea yang merekrut terlalu banyak pemain, sehingga keistimewaan masing-masing individu jadi sulit tampak.

"Dari sisi rekrutmen, mereka membeli terlalu banyak pemain yang sangat sangat mirip."

"Saya rasa tidak ada banyak karakter di tim Chelsea. Khususnya Disasi dan Badiashile sebagai dua bek tengah."

"Kalian tidak akan melihat mereka dan berpikir bahwa mereka adalah bek tahan banting yang mampu untuk meredam serangan apa pun yang datang ke arah mereka," kritiknya.

Mykhailo Mudryk Kena Kritik Pedas

Mantan pemain Chelsea, Jason Cundy, memberi kritikan pedas kepada winger The Blues, Mykhailo Mudryk.

Jason Cundy tak membantah bahwa Mykhailo Mudryk termasuk salah satu pemain tercepat di Liga Premier.

Namun, kecepatan Mykhailo Mudryk tidak sebanding dengan kemampuan berpikirnya.

Mantan pemain Shaktar Donetsk itu sudah tampil 15 kali dengan sumbangan dua gol dan dua assist.

Mykhailo Mudryk memang masih jauh dari harapan sejak kedatangannya Januari 2023 yang menghabiskan dana 100 juta euro atau Rp 1,6 triliun.

Hal itulah yang membuat Jason Cundy kesal melihat penampilan Mykhailo Mudryk yang belum bisa diandalkan di lini depan.

"Apa kalian mau saya bahas Mudryk? Kalian pasti akan memainkan pemain yang cepat, tapi karena mereka sangat cepat, otak mereka tidak bisa bekerja secepat kaki mereka."

"Itulah dia! Kakinya bergerak dengan sangat cepat. Dia berlalri lalu 'Ya Tuhan, kaki saya sudah berlari begitu cepat tapi otak saya tidak bisa berpikir apa yang harus saya lakukan'," kritiknya di talkSPORT.

Kritik Harry Redknapp

Mykhailo Mudryk lagi-lagi kena kritik pedas, kali ini dari mantan pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp.

Harry Redknapp menyebut, rekrutan Chelsea banyak pemain yang kemampuannnya hanya biasa saja namun berharga fantastis.

Misalnya Mykhailo Mudryk yang dibeli dari Shakhtar Donetsk di angka Rp 1,7 triliun.

Namun, bintang Ukraina itu masih belum menunjukkan kemampuan sesuai harganya.

Mykhailo Mudryk sudah tampil 14 kali namun baru mengoleksi dua gol dan dua assist.

Penasihat Bournemouth itu pun terang-terangan menyebut pembelian Mykhailo Mudryk adalah sia-sia.

"Mereka (Chelsea) selama ini punya tim yang hebat selama bertahun-tahun, tapi mereka rekrutannya buruk tahun ini."

"Mereka membuang uang untuk pemain yang cuma rata-rata. 90 juta poundsterling atau 100 juta poundsterling untuk Mudryk. Itu jumlah uang yang gila yang sudah mereka kucurkan, kini tim mereka jauh dari kata bagus."

"Saya cinta Pochettino, dia sosok yang hebat, pelatih papan atas, tapi dia punya tugas yang memakan waktu lama untuk proses memilah tim untuk mendapatkan kembali tim yang mampu bersaing di empat besar," kritiknya.

Kontrak Panjang

Sejumlah pemain Chelsea bisa menimbulkan masalah gara-gara kesepakatan kontrak.

Misalnya Mykhailo Mudryk, Enzo Fernandez, Nicolas Jackson, dan Moises Caicedo yang dikontrak sampai Juni 2031.

Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, menyadari bahwa para pemain yang kontraknya panjang bisa menjadi masalah.

Yakni jika para pemain tersebut terus-terusan tak menunjukkan performa bagus.

Mauricio Pochettino menyebut, klub harus memberi banyak waktu untuk para pemain itu agar berkembang.

"Kami butuh memberikan waktu kepada jenis pemain seperti ini. Ada banyak pemain yang didatangkan dengan kontrak yang sangat panjang, bahkan lebih panjang dari kami."

"Sekarang tak cuma harus membawa pemain dengan kontrak delapan tahun, tapi juga bekerja dengan mereka untuk menyatukan mereka di skuad menciptakan kedinamisan dan membangun tim," ujarnya, dikutip dari football.london.

Chelsea Malah Pesta

Para pemain Chelsea disebut-sebut merayakan pesta Natal meski baru saja dipermalukan Everton.

Chelsea baru saja mengalami kekalahan 2-0 di Goodison Park dan selang beberapa jam, mereka mengadakan pesta.

The Telegraph mengabarkan, sang kapten Reece James yang cedera dalam laga juga ikut berpesta.

Para pemain Chelsea datang dari Merseyside ke Mayfair untuk makan malam di Bagatelle.

Mereka lalu pergi ke klub malam eksklusif Soho, yakni Tape.

Sang pelatih, Mauricio Pochettino dikabarkan memberi izin anak asuhnya untuk berpesta.

Menurutnya, rasanya tidak perlu untuk membatalkan rencana pesta itu meski setelah dikalahkan Everton.

Reece James adalah sosok yang meminta izin langsung kepada Mauricio Pochettino.

Acara pesta itu diganti konsep dari perayaan Natal menjadi fokus pada pengenalan tim.

Dikabarkan thesun.co.uk, Bagatelle adalah salah satu restauran paling mahal di Mayfair.

Sementara Tape adalah klub malam favorit para atlet dan selebritis.

Nama-nama populer menjadi pelanggan, seperti Logan Paul, Usain Bolt, Lewish Hamilton, hingga Shakira.

Chelsea Disindir Jurgen Klopp

Sejumlah fans Liverpool bahagia melihat pelatih mereka, Jurgen Klopp, yang diduga menyindir Chelsea.

Dalam wawancara terbarunya, Jurgen Klopp menyindir sosok gelandang bertahan yang gagal ia dapatkan namun kini nasibnya tidak jelas di klub pilihan mereka.

Sosok yang dimaksud langsung tertuju pada Moises Caicedo dan Romeo Lavia yang kini bersama Chelsea yang sedang terpuruk.

Sempat terjadi drama rebutan antara Chelsea dan Liverpool untuk Moises Caicedo dan Romeo Lavia.

Kini, Moises Caicedo belum menunjukkan performa yang bisa dibanggakan sebagai gelandang bertahan.

Sedangkan Romeo Lavia malah cedera dan belum bermain musim ini.

Diketahui, di bursa transfer musim panas, Liverpool kehilangan Jordan Henderson dan Fabinho.

Gagal mendapatkan dua pemain dambaannya, Liverpool merekrut tiga pemain yakni Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Wataru Endo.

Ketiga pemain itu tampil menakjubkan untuk Liverpool sehingga pembelian tidak sia-sia.

Jurgen Klopp pun pamer bahwa klubnya baik-baik saja dan malah kini di puncak klasemen meski gagal mendapat Moises Caicedo dan Romeo Lavia.

"Musim panas lalu kita ada kejadian-kejadian aneh di bursa transfer, tapi ini cuma antara kita saja, saya bisa bilang 'Ya Tuhan, kita beruntung ya?'" candanya, dikutip dari dailymail.co.uk.

Pelatih asal Jerman itu pun tidak tahu jika pemain rekrutan terbarunya akan bisa sebagus ini.

"Kami jelas menyadari bahwa ada gelandang bertahan yang tak mau ke Liverpool, kalian lihat apa yang terjadi, lalu kami menemukan Endo. Dia pemain yang luar biasa," tambahnya.

Jelas pernyataan jenaka Jurgen Klopp ini langsung memancing reaksi para fans Liverpool yang bersorak-sorak bergembira.

@audsle**: Kita terhindar dari ketiban sial gara-gara Caicedo

@lfcka**: Pelatihku menggoreng pemain Chelsea yang mata duitan

@lfcre**: Lavia dan Caicedo jelas merusak karier mereka, padahal mereka bisa jadi bagian tim terhebat

@lfc_mer**: Caicedo bisa tidak menahan itu?

@raws_f**: Lalu dia rekrut Endo, yang tak cuma harganya lebih baik tapi performanya juga. Keputusan hebat dari pelatihku

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved