Liga Inggris
Cole Palmer Jadi Player of the Match Chelsea, Ex Man City: Axel Disasi Juga Layak Dapat Trofi
Gelandang Chelsea, Cole Palmer, mendapat trofi Player of the Match saat melawan Middlesbrough di Carabao Cup.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang Chelsea, Cole Palmer, mendapat trofi Player of the Match saat melawan Middlesbrough di Carabao Cup.
Di leg 2 semifinal Carabao Cup itu, Chelsea berhasil membantai Middlesbrough 6-1.
Tidak heran mantan gelandang Manchester City yang mencetak brace mendapat trofi tersebut.
Baca juga: Penyebab Sebenarnya Cesare Casadei Balik ke Chelsea, Enzo Fernandez Main Sambil Tahan Cedera
Baca juga: Alasan Diego Moreira Balik ke Chelsea, Ex Benfica Sempat Optimis: Saya Ada Progres di Lyon
Baca juga: Apa Salah Mudryk sampai Dicadangkan Pochettino saat Bantai Middlesbrough, Bos Chelsea: Berisiko
Namun, Cole Palmer menyebut rekannya, Axel Disasi juga layak mendapatkannya.
Axel Disasi dan Cole Palmer sama-sama memperoleh rating tinggi dalam laga tersebut.
Sang bek Prancis mencetak gol ketiga dari assist Raheem Sterling di penghujung babak pertama.
Pertahanan Axel Disasi juga begitu kokoh dan berperan dalam gol Enzo Fernandez.
Maka dari itu, Cole Palmer juga melihat Axel Disasi sebagai pemain yang layak mendapatkan trofi Player of the Match.
Dalam wawancara setelah laga, Cole Palmer yang menenteng trofi warna hijau itu sempat berkata pada Axel Disasi.
"Kamu juga layak mendapatkannya," ujarnya membuat Axel Disasi tertawa.
Mykhailo Mudryk Dicadangkan
Winger Chelsea, Mykhailo Mudryk, dicadangkan saat babak kedua dalam laga melawan Middlesbrough.
Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, membeberkan alasannya mencadangkan Mykhailo Mudryk.
Mykhailo Mudryk digantikan oleh Noni Madueke pada menit ke-46.
Ternyata, alasan Mauricio Pochettino tidak jauh-jauh dari risiko kartu kuning yang didapat Mykhailo Mudryk.
Mykhailo Mudryk mendapat kartu kuning pertama ketika laga baru berlangsung 12 menit.
Bintang Ukraina itu nyaris mendapat kartu kuning keduanya menjelang jeda babak pertama.
"Tidak (ada yang salah dengan Mudryk). Kalau kalian lihat pertandingannya, dia sudah mendapat kartu kuning."
"Dia mendapat satu kartu kuning lalu ada tindakan di akhir babak pertama yang terlalu berisiko."
"Yang mana dia nyaris menyentuh lawan dan mendapat yang kedua (kartu kuning), dan kami tidak mau ambil risiko dengannya," ujar Mauricio Pochettino, dikutip dari football.london.
Reaksi Gary Neville
Legenda Manchester United, Gary Neville, terkejut kala melihat starting XI Chelsea vs Middlesbrough di leg 2 semifinal Carabao Cup.
Pasalnya, nama sang gelandang, Conor Gallagher tidak ada dalam daftar tersebut.
Gary Neville langsung mengkhawatirkan nasib Conor Gallagher mengingat ada rumor Chelsea bakal menjual pemain Inggris itu.
"Apakah Chelsea benar-benar bakal jual dia?" tanya Gary Neville saat berkomentar untuk Sky Sports.
Rekan komentator Gary Neville, Bill Leslie, juga menyangkutpautkan dengan potensi transfer itu.
"Yah, kalau Anda termasuk orang yang berpikir bahwa mereka bakal (menjualnya), kenyataannya dia ditinggalkan (dari starting XI) malam ini, apakah Anda bisa menyimpulkan sesuatu?" tanya Leslie.
Gary Neville menyayangkan jika benar Chelsea menjual Conor Gallagher yang notabene adalah pemain akademi dan cukup berjasa untuk skuad.
"Iya, itu yang saya pikir saat saya lihat daftar pemain muncul."
"Ini sampai pada titik di mana kalian (Chelsea) sudah menghabiskan banyak uang sampai harus menjual bagian dari kalian sendiri, yang padahal main cukup bagus, demi membiayai (skuad)," paparnya.
Alasan Dicadangkan
Tidak adanya nama gelandang Chelsea, Conor Gallagher, dalam daftar starting XI melawan Middlesbrough cukup mengejutkan.
Pasalnya, Conor Gallagher baru satu kali melewatkan laga Chelsea musim ini, itu pun karena skors kartu merah.
Chelsea berhasil melaju ke final Carabao Cup setelah membantai Middlesbrough 6-1.
Conor Gallagher baru masuk pada babak kedua, menggantikan Armando Broja pada menit ke-65.
Ada alasan tersendiri mengapa tumben sang pelatih, Mauricio Pochettino, mencadangkan bintang Inggris itu.
Ternyata, Mauricio Pochettino memang sengaja meracik pemain starter dengan orientasi untuk menyerang.
Strategi Mauricio Pochettino itu terbukti membuahkan hasil dengan lima gol dari skuadnya dan satu gol bunuh diri dari tim tamu.
Gol pembuka adalah gol bunuh diri dari Jonny Howson pada menit ke-15.
Kemudian tuan rumah panen gol dari Enzo Fernandez (29'), Axel Disasi (36'), Cole Palmer (42' dan 77'), serta Noni Madueke (81').
Tim Michael Carrick cuma bisa membalas satu gol dari Morgan Rogers (88') yang menggagalkan catatan clean sheet Djordje Petrovic.
Meski baru masuk pada babak kedua, Conor Gallagher juga tampil gacor memberikan dua assist pada gol Cole Palmer dan Noni Madueke.
Kini, tinggal menunggu apakah Chelsea bakal menghadapi Liverpool atau Fulham di final Carabao Cup.
Susunan Pemain:
Chelsea: Djordje Petrovic; Axel Disasi, Thiago Silva, Levi Colwill, Ben Chilwell (Alfie Gilchrist 65'); Moises Caicedo (Carney Chukwuemeka 72'), Enzo Fernandez; Raheem Sterling (Leo Castledine 85'), Cole Palmer, Mykhailo Mudryk (Noni Madueke 46'); Armando Broja (Conor Gallagher 65').
Middlesbrough: Tom Glover; Rav van den Berg, Dael Fry, Matt Clarke, Lukas Engel; Jonny Howson (Lewis O'Brien 71'), Daniel Barlaser, Marcus Forss (Anfernee Dijksteel 46'), Matt Crooks (Alex Gilbert 89'); Hayden Hackney, Morgan Rogers.
Kunci Sukses Chelsea
Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, merasa bangga skuadnya bisa membantai Middlesbrough di leg 2 semifinal Carabao Cup dengan skor 6-1.
Meski sebelumnya Chelsea sempat dibuat malu dengan kalah 1-0 dari Middlesbrough di leg 1.
Mauricio Pochettino menyebut, kunci sukses Chelsea untuk akhirnya bisa menang dan melaju ke final.
Bos asal Argentina itu meyakini, performa Chelsea berkembang pesat jika dibandingkan di awal musim.
"Hasilnya bagus. Saya rasa kami berkembang sejak awal musim. Kalau kalian lihat dari semua kondisi, kami harus bahagia karena kami berkompetisi."
"Untuk bisa ke final, menurut saya ini adalah tujuan awal kami sejak awal."
"Kita harus memberi selamat kepada para pemain atas kerja kerasnya, luar biasa."
"Kalau di sisi mana kami berkembang, saya rasa kami punya keyakinan, kami tidak terlalu mendengarkan (kritikan) ketika kami tidak menang atau ketika kami tidak gol banyak."
"Itu yang terjadi setelah laga pertama melawan Middlesbrough. Kami menerima kritik tapi saya rasa yang paling penting adalah tetap fokus dan menghadapi kenyataan," paparnya, dikutip dari football.london.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.