Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kumpulan Bacaan Doa

Bacaan Doa Selamat agar Dilindungi dari Pemimpin yang Dzalim, Diambil dari HR Bukhari

Simak bacaan doa selamat meminta kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dari penguasa atau pemimpin yang dzalim.

Freepik/Suwant via Kompas.com
ILUSTRASI Berdoa 

TRIBUNTERNATE.COM - Simak bacaan doa selamat meminta kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dari penguasa atau pemimpin yang dzalim.

Sebagai rakyat yang tinggal di daerah atau negara tertentu, pasti salah satu hal yang diminta adalah mendapat pemimpin yang baik.

Sehingga, doa memohon keselamatan dan dihindarkan dari pemimpin yang dzalim sangat penting.

Ada berbagai ciri-ciri pemimpin atau penguasa yang dzalim, misalnya kurang empati, gaya komunikasi buruk, otoriter, egois, memiliki pola pikir negatif, dan sebagainya.

Membaca doa agar dihindarkan pemimpin dzalim adalah salah satu cara agar diri kita dan orang-orang terdekat selalu aman dan dilindungi Allah SWT.

Selain itu, melafalkan doa agar terhindar dari orang zalim karena isi hati manusia memang tak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT.

Salah satu doa selamat agar dilindungi dari penguasa yang dzalim tertuang dalam hadits riwayat Bukhari, dan doa ini dibaca tiga kali.

ILUSTRASI Berdoa
ILUSTRASI Berdoa (Freepik/Suwant via Kompas.com)

Baca juga: Doa Selamat yang Dibaca Seusai Surat Yasin, Memohon Keselamatan dan Panjatkan Pujian pada Allah SWT

Baca juga: Bacaan Doa Selamat, Meminta Perlindungan agar Terhindar dari Orang Dzalim dan Jahat

Baca juga: Bacaan Doa Selamat dari Siksa Kubur, Dibaca Saat Tahiyat Akhir sebelum Salam Saat Shalat Fardhu

Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia dan Akhirat: Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin, dan Artinya

Doa Selamat dari Kejahatan Penguasa Dzalim dan Kelompoknya

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا، اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اَللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ

Allaahu akbar, Allaahu a’azzu min kholqihi jami’an, Allaahu a’azzu mimmaa akhoofu wa ahzaru, A’uuzu billaahil lazi laa ilaaha illaa huwa, al-mumsikis samaawaatis sab’I an yaqa’na ‘alal ardhi illaa bi iznihi min syarri abdika fulaanin wa junuudihi wa atbaa’ihi wa asy-yaa’ihi minal jinni wal insi, Allaahumma kun lill jaaron min syarrihim wa jalla tsanaauka wa ‘azza jaaruka wa tabaarokas muka wa laa ilaaha ghairuka

Artinya “Allah Maha Besar. Allah Maha Perkasa dari segala makhluk-Nya. Allah lebih Perkasa dari apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Aku berlindung kepada Allah, yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menahan tujuh langit agar tidak menjatuhi bumi kecuali dengan izin-Nya, dari kejahatan hamba-Mu Fulan, serta para pembantunya, pengikutnya dan pendukungnya, dari jenis jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau pelindungku dari kejahatan mereka. Agunglah puji-Mu, kuatlah perlindungan-Mu dan Maha Suci asma-Mu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau." 

(HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 708, shahih oleh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrad, 549)

*) Artikel ini termasuk bagian TribunEvergreen

(TribunTernate.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved