Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Gara-gara Moises Caicedo, Ryan Gravenberch Cedera Ligamen saat Chelsea vs Liverpool di Carabao Cup

Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menjadi korban tekel horor pemain Chelsea, Moises Caicedo.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Carabao Cup
Tekel pemain Chelsea Moises Caicedo terhadap gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, dalam final Carabao Cup 

TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menjadi korban tekel horor pemain Chelsea, Moises Caicedo.

Insiden itu terjadi di babak pertama final Carabao Cup Chelsea vs Liverpool di Wembley Stadium.

Ryan Gravenberch sampai harus ditandu oleh tim medis untuk dibawa ke luar lapangan.

Baca juga: Alasan Moises Caicedo Ga Kena Kartu Merah setelah Tekel Ryan Gravenberch saat Chelsea vs Liverpool

Baca juga: Sebelum Gravenberch saat Chelsea vs Liverpool, Winger City Jeremy Doku Pernah Jadi Korban Caicedo

Baca juga: Update Cedera Man United: Harry Maguire, Bruno Fernandes, Rasmus Hojlund, Martinez, Raphael Varane

Sementara itu, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengungkapkan kondisi terkini bintang Belanda itu.

"Ryan Gravenberch menderita cedera ligamen di pergelangan kakinya. Dia setidaknya akan absen dua laga di depan," ujarnya via Fabrizio Romano.

Detik-detik Insiden

Ryan Gravenberch ditandu untuk bisa keluar lapangan dan akhirnya digantikan Joe Gomez pada menit ke-28.

Jika diamati, insiden itu berawal saat Moises Caicedo dan Ryan Gravenberch sama-sama mengejar bola.

Bola sampai kepada Ryan Gravenberch terlebih dahulu dan diumpan ke kanan, sisi di mana Moises Caicedo menghampiri.

Lantaran langsung berbelok ke kanan mengikuti arah bola, manuver Moises Caicedo malah merugikan lawannya.

Kaki kirinya yang bertumpu untuk manuver menginjak kaki kiri Ryan Gravenberch.

Tangan mantan pemain Brighton itu juga berada di dada sang pemain Belanda.

Namun, wasit tidak memberikan ganjaran apapun untuk aksi tekel mengerikan Moises Caicedo itu.

Tidak ada kartu kuning atau kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Chris Kavanagh.

Mantan wasit Liga Premier, Mike Dean, menjelaskan mengapa Moises Caicedo bisa bebas dari hukuman.

Dari pendapat pribadi Mike Dean, seharusnya muncul kartu kuning.

Namun, sepertinya wasit menganggap itu bukan pelanggaran serius.

"Saya rasa dia (Caicedo) kedapatan menempatkan kakinya di kaki (Gravenberch). Ini agak seperti kemarin (Harry Maguire vs Fulham), tapi tidak separah itu."

"Chris mencoba untuk melanjutkan laga, kedua kalinya itu bukan pelanggaran."

"Bagi saya, itu bisa menjadi peringatan, atau kembali memberinya kartu, itu adalah pelanggaran kedua dari Caicedo, jadi dia di ambang batas."

"Saya tahu VAR tidak bisa memberitahu wasit tapi tekel semacam itu, yang dia lihat pelanggaran, tapi berusaha melanjutkan laga."

"Itu yang dikatakan pada wasit bahwa 'Itu bukan pelanggaran serius, tapi harusnya kartu kuning'. Itu pelanggaran kartu kuning, tidak ada keraguan," ujarnya via Liverpool Echo.

Jurgen Klopp soal HInaan ke Chelsea

Jurgen Klopp mengaku tidak paham dengan hinaan 'botol' ke Chelsea yang skuadnya kalahkan di final Carabao Cup.

Diketahui, Chelsea dihina oleh legenda Manchester United, Gary Neville bahwa skuadnya berisi tukang botol seharga jutaan poundsterling.

Kata-kata botol, bottle, bottled, atau bottling memang umum digunakan di dunia olahraga sebagai ledekan.

Ledekan botol ini terucap jika sebuah klub yang sudah melaju dengan pencapaian tinggi namun akhirnya kalah.

Kata 'bottle' sendiri berasal dari istilah slang orang Cockney atau warga di London Utara.

Sedangkan Chelsea juga sudah melaju jauh ke final Carabao Cup namun malah kalah.

Jurgen Klopp mengaku tidak paham dengan kata-kata tersebut namun tetap membela Enzo Fernandez dan kawan-kawan.

"Mereka tidak berhak disalahkan. Mereka menampilkan permainan yang sangat bagus."

"Itulah kenapa kata-kata 'bottling' ini jelas bukan dari saya. Saya sangat tidak paham."

"Saya melihat wajah para pemain (Chelsea) dan Poch setelah laga, rasanya mengerikan," ujarnya via Fabrizio Romano.

Komentar Simon Jordan

Mantan pemilik Crystal Palace, Simon Jordan, kesal dengan hinaan legenda Manchester United, Gary Neville, kepada Chelsea.

Simon Jordan juga menyorot reaksi pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, yang kurang galak terhadap hinaan terhadap skuadnya itu.

Diketahui, skuad Jurgen Klopp berhasil memenangkan trofi EFL melalui gol Virgil van Dijk pada menit ke-118.

Sedangkan Chelsea yang lebih banyak menciptakan peluang di depan gawang malah kesulitan gol hingga akhir.

Padahal peluang emas berkali-kali diciptakan oleh sejumlah pemain Chelsea, terbanyak oleh Conor Gallagher.

Ditambah Liverpool berisi skuad bocah-bocah akademi yang jarang dimainkan, apalagi di laga besar, semakin menambah kesal Gary Neville melihat tim Mauricio Pochettino.

Mengingat skuad yang mayoritas dibelanjakan oleh Todd Boehly itu berisi pemain mahal seperti Moises Caicedo dan Enzo Fernandez yang memecah rekor.

"Ini tuh bocah-bocahnya Klopp melawan tukang botol miliaran poundsterling," ujar Gary Neville via Sky Sports.

"Saya tidak punya simpati (ke Chelsea) atau apapun itu," tambahnya kesal.

Sementara itu, Mauricio Pochettino tidak banyak berkata-kata untuk membalas hinaan itu.

Mauricio Pochettino mengaku tidak tahu harus merespons apa terkait komentar dari Gary Neville.

"Saya tidak dengar apa yang dia katakan, tapi kalau kalian membandingkan umur dari kedua tim, saya rasa mereka sama saja."

"Saya punya hubungan baik dengan Garu dan saya tidak tahu bagaimana saya merespons pendapatnya."

"Tapi saya menghormati pendapatnya," tuturnya via theguardian.com.

Melihat kejadian itu, Simon Jordan ikut membalas ke Gary Neville dan meledek gengnya.

Seperti diketahui, Gary Neville memiliki geng para pundit bernama The Overlap.

"Neville pasti sudah mempraktikkan kata-kata itu di sepanjang minggu bersama geng kecilnya Overlap."

"Pasti mereka cukup puas dengan dirinya karena bisa mengungkapkan kata-kata itu."

"Meledek mereka tim tukang botol, sama saja Anda menghina mereka pengecut," balasnya.

Sedangkan untuk reaksi Mauricio Pochettino, Simon Jordan berharap mantan pelatih Tottenham Hotspur itu bisa lebih keras membalas.

"Saya berharap sebagai seorang pelatih, dia tidak harus ikut arus diam saja dengan apa kata orang, saya berharap bisa agak lebih kasar," kritiknya.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved