Rabu, 20 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Tentang Kucing

Cat Lovers Wajib Tahu: Mengenal Abses pada Kucing, Gejala-gejalanya, dan Perawatan yang Dibutuhkan

Bagian tubuh kucing yang paling sering terkena adalah kepala, pipi, leher, anggota badan, punggung, dan pangkal ekor.

Tayang:
Freepik
ILUSTRASI Kucing 

TRIBUNTERNATE.COM - Mengenal apa itu abses pada kucing, gejala-gejalanya, dan treatment yang dibutuhkan, cat lovers wajib tahu informasi ini!

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan favorit banyak orang.

Sama seperti manusia dan hewan lainnya, kucing pasti pernah mengalami luka.

Salah satu jenis luka pada kucing adalah abses.

Lalu, apa itu abses pada kucing?

Dikutip dari laman sydneyvetspecialists.com.au, abses adalah kumpulan nanah yang terbentuk di bawah kulit yang dapat menyerang banyak hewan, termasuk kucing.

Biasanya, abses pada kucing terjadi setelah mereka berkelahi.

Mulut dan cakar kucing secara alami mengandung banyak bakteri yang mudah berpindah ke luka sehingga menyebabkan infeksi.

Jika infeksi atau luka tidak diobati, maka akan muncul respon tubuh kucing terhadap peradangan, di mana sejumlah besar sel darah putih ke area tersebut.

Ketika nanah mulai terbentuk, saat itulah infeksi berubah menjadi abses.

Pada bagian tubuh kucing yang terkena abses, ada ketegangan di bawah kulit dan peradangan lebih lanjut pada jaringan di sekitarnya.

Saat abses membesar, akhirnya bengkaknya pecah dan nanah keluar.

Abses kucing adalah masalah kesehatan yang menyakitkan dan berpotensi serius yang perlu ditangani oleh dokter hewan atau dirawat di rumah sakit hewan.

Gejala Abses Kucing

Abses dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun pada, termasuk di bawah kulit, mulut, dan bahkan pada organ  dalam, seperti hati dan pankreas.

Bagian tubuh kucing yang paling sering terkena adalah kepala, pipi, leher, anggota badan, punggung, dan pangkal ekor.

Jika tidak diobati, abses dapat menyebabkan perkembangan kondisi serius dan berpotensi fatal seperti virus imunodefisiensi dan virus leukemia kucing.

Abses pada pangkal buntut kucing
Abses pada pangkal buntut kucing (Pinterest)

Baca juga: Cat Lovers Info: 4 Kelebihan Kucing Kampung untuk Dipelihara, Tak Kalah Lucu dari Kucing Ras

Baca juga: Cara Memandikan Kucing yang Aman dan Anti-stres, Kepala Jangan Disiram, Cat Lovers Wajib Catat!

Baca juga: Hari Kucing Sedunia: 4 Rekomendasi Novel Fiksi tentang Kucing, dari yang Lucu hingga Mengharukan

Baca juga: Biodata Jared Leto, Bikin Bingung Tamu di Met Gala 2023 Gara-gara Pakai Kostum Kucing

Gejala abses pada kucing meliputi:

  • Tanda-tanda nyeri, seperti pincang atau mengais-ngais di area yang terkena
  • Demam, apalagi jika letaknya di dalam tubuh
  • Kulit merah, bengkak atau meradang
  • Gatal yang berlebihan
  • Muncul nanah atau darah pada kulit
  • Rambut/bulu rontok di lokasi abses
  • Pembengkakan pada wajah dan gusi
  • Gusi berdarah
  • Kehilangan selera makan
  • Ileran atau mengiler
  • Kelesuan

Saat abses pecah, kamu mungkin melihat keluarnya cairan kental, kuning, dan berbau busuk serta lubang di area abses.

Jika abses berada jauh di bawah kulit, kamu mungkin melihat lekukan saat tekanan diberikan pada area pembengkakan.

Kucing dapat mengalami gejala bahkan setelah absesnya pecah dan cairan dari dalamnya mengalir ke luar tubuh.

ILUSTRASI Kucing yang akan melahirkan.
ILUSTRASI Kucing yang akan melahirkan. (Unsplash/Ludemeula)
Abses pada kucing
Abses pada kucing (fishsubsidy.org)

Treatment yang dibutuhkan

Kucing yang menderita abses butuh perawatan khusus.

Pengobatan abses pada kucing yang terletak di kulit adalah dengan menusuk dan membersihkan area tersebut untuk mempercepat penyembuhan.

Tergantung pada ukuran dan cakupannya, proses menusuk abses bisa saja mengharuskan kucing dibius total untuk memasang saluran pembuangan cairan.

Saluran pembuangan ini mencegah luka menutup kembali, sehingga menutup infeksi di dalamnya.

Dalam kasus abses gigi, dokter hewan akan melakukan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.

Setelah mendapat perawatan, kucing yang kena abses akan sembuh dalam waktu kurang lebih dua minggu.

Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik setidaknya selama tiga minggu untuk memastikan infeksinya benar-benar hilang.

Selama masa ini, penting untuk mengawasi kucing dan memastikan mereka tidak menggaruk atau mengiritasi saluran pembuangan cairan absesn.

Kamu juga perlu kontrol lanjutan dengan dokter atau rumah sakit hewan antara dua hingga lima hari setelah perawatan untuk menghilangkan saluran pembuangan.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved