Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Mirip Mudryk, Enzo Fernandez Sebut Belum 100 Persen Maksimal di Chelsea: Belum Versi Piala Dunia

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menyebut kemampuannya belum tampak 100 persen selama bersama The Blues.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@chelseafc
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menyebut kemampuannya belum tampak 100 persen selama bersama The Blues. 

TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menyebut kemampuannya belum tampak 100 persen selama bersama The Blues.

Ucapan ini mirip seperti rekannya, Mykhailo Mudryk, yang menyebut baru mengeluarkan 20 persen kemampuannya di Chelsea.

Enzo Fernandez menyebut, ia butuh memaksimalkan diri agar seperti versinya saat memenangkan Piala Dunia 2022 bersama Lionel Messi dan kawan-kawan Argentina.

Baca juga: Alasan Cole Palmer Teriaki Axel Disasi saat Chelsea vs Sheffield, Ex Man City sampai Harus Dua Kali

"Saya cinta di Chelsea dan klub ini belum melihat Enzo yang sesungguhnya dan terbaik."

"Saya bekerja keras untuk bisa meraihnya, ke versi saya yang kalian lihat di Piala Dunia."

"Saya masih belum merasa 100 persen di level itu, tapi saya berusaha yang terbaik untuk bisa meraihnya, itu nanti akan terjadi," tekadnya via Fabrizio Romano.

Diketahui, mantan pemain Benfica itu sudah tampil 38 kali dengan catatan tujuh gol dan tiga assist.

Enzo Fernandez di Benfica

Enzo Fernandez panen pujian gara-gara diduga membela skuadnya di depan mantan rekan setimnya, Mason Mount, yang kini membela Manchester United.

Enzo Fernandez nyaris terlibat cekcok dengan Mason Mount setelah Chelsea mengalahkan Manchester United 4-3.

Padahal, Enzo Fernandez sendiri pernah melakukan "pengkhianatan" terhadap fans Benfica sebelum merapat ke Chelsea.

Tepatnya pada Januari 2023 lalu di mana Enzo Fernandez mencetak gol untuk Benfica pada menit ke-78.

Benfica menang 2-0 atas Varzim dan selebrasi Enzo Fernadez sempat menjadi sorotan.

Lantaran saat itu rumor dirinya ke Chelsea berembus kencang, Enzo Fernandez memberi isyarat dirinya akan bertahan di Benfica.

Mantan pemain River Plate tampak menepuk-nepuk logo Benfica di dadanya dengan kebanggaan.

Kemudian bintang Argentina itu menunjuk ke tanah seperti isyarat "bertahan" dan kembali menepuk-nepuk logo Benfica.

Setelah laga yang berlangsung di pertengahan bulan itu, ternyata Enzo Fernandez jadi merapat ke Stamford Bridge di akhir bulan.

Chelsea berani membayar 121 juta euro atau Rp 2 triliun untuk memboyong rekan senegara Lionel Messi tersebut.

Setahun bersama The Blues, Enzo Fernandez ternyata kembali melakukan selebrasi isyarat bertahan itu saat ada rumor dirinya bakal pergi dari Chelsea.

Yakni setelah golnya membobol gawang Aston Villa, Enzo Fernandez melepas jersey nomor 8 miliknya memberi isyarat akan bertahan.

Masih Akrab dengan Kai Havertz

Ada perbedaan antara interaksi Enzo Fernandez dan gelandang Arsenal Kai Havertz, jika dibandingkan dengan bintang Argentina itu bersama gelandang Manchester United Mason Mount.

Baru-baru ini, interaksi antara Enzo Fernandez dan Mason Mount menjadi sorotan saat laga Chelsea vs Manchester United.

Enzo Fernandez tampak adu argumen dan nyaris berujung konflik dengan mantan rekan setimnya itu.

Sementara itu, beredar rekaman momen saat Enzo Fernandez berinteraksi dengan Kai Havertz setelah laga Chelsea vs Arsenal tahun lalu.

Terlihat dari video yang beredar, Enzo Fernandez dengan senyuman memeluk Kai Havertz setelah laga yang berakhir 2-2 itu.

Kai Havertz juga tetap merangkul pundak mantan rekan setimnya itu sambil keduanya mengobrol dan berjalan bersama.

Sementara itu, cekcok antara Enzo Fernandez dan Mason Mount terjadi lebih dari sekali, yakni saat laga berlangsung serta setelah laga.

Sepertinya kekecewaan sejumlah fans Chelsea terhadap Mason Mount yang merapat Old Trafford masih belum terlupakan.

Chelsea berhasil comeback di menit-menit terakhir hingga laga berakhir 4-3.

Gol dibukukan oleh Conor Gallagher (4') serta Cole Palmer dengan dua penalti (19' dan 90+10') serta satu gol lagi semenit kemudian.

Sedangkan Manchester United sempat mengimbangi dengan tiga gol dari Alejandro Garnacho (34' dan 67') dan Bruno Fernandes (39').

Mason Mount baru masuk pada menit ke-86 menggantikan Alejandro Garnacho.

Saat masuk ke lapangan, Mason Mount langsung disambut sorakan para suporter Chelsea yang emosi.

Mason Mount juga sempat terlibat cekcok singkat dengan Enzo Fernandez.

Yakni saat keduanya berebut bola di tepi lapangan, Enzo Fernandez sempat tersulut emosinya sampai keduanya beradu jidat.

Mason Mount kemudian mendorong tubuh Enzo Fernandez.

Rekan senegaranya, Noni Madueke, mencoba melerai namun tangannya langsung ditepis oleh Mason Mount.

Penderitaan pemain 25 tahun itu tak berhenti sampai situ.

Manchester Unted langsung kebobolan dua gol dalam jarak satu menit saja.

Yakni gara-gara Diogo Dalot menjatuhkan Noni Madueke dan menghasilkan penalti yang dieksekusi denga sempurna oleh Cole Palmer.

Mantan pemain Manchester City itu kembali mencetak gol semenit kemudian melalui assist Enzo Fernandez.

Ternyata adu argumen antara Enzo Fernandez dan Mason Mount masih terjadi setelah laga.

Terlihat ketika para pemain saling bersalaman dan berpelukan, Enzo Fernandez malah mendekati Mason Mount.

Bintang Argentina itu tampak berteriak sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri.

Sedangkan sang gelandang Inggris itu tampak berkacak pinggang dengan langkah gontai menanggapi ucapan Enzo Fernandez.

Meski tidak diketahui pasti apa yang terjadi, sejumlah fans Chelsea senang, mengira Enzo Fernandez sedang membela klubnya.

@thelampar**: Enzo Fernandez itu adalah Chelsea sejati

@foreverb**: Momen yang indah, dia memojokkan Mount

@off_bo**: Enzo Fernandez adalah Chelsea sejati di mata saya

@yciswri**: Enzo, kamulah orangnya

Soal Mason Mount

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, menganggap anak asuhnya, Mason Mount, merapat ke Old Trafford karena murni keinginannya.

Erik ten Hag seolah mengklarifikasi ucapan Mason Mount beberapa pekan sebelum kepindahannya ke Manchester United.

Hal ini diungkapkan Erik ten Hag menjelang laga Chelsea vs Manchester United pada Jumat 5 April 2024 pukul 02.15 WIB.

Berangkat dari akademi Chelsea, Mason Mount memutuskan pindah ke Manchester United pada Juli 2023 lalu.

Manchester United membeli bintang Inggris itu seharga 64,2 juta euro atau Rp 1,1 triliun.

Pemain 25 tahun itu tidak mengalami awal musim yang mulus bersama Setan Merah.

Mason Mount beberapa kali harus absen karena cedera sehingga kini baru tampil 14 kali dengan catatan satu gol dan satu assist.

Sebelum bergabung ke klub rival, Mason Mount sendiri yang pernah mengakui bahwa dirinya sudah tidak ada dalam rencana masa depan Chelsea.

Sehingga hal itu mengharuskan dirinya untuk angkat kaki dari Stamford Bridge.

"Beberapa bulan lalu, menjadi jelas bahwa saya sudah tidak ada dalam rencana Chelsea ke depannya," ujar Mason Mount via MUTV pada Juli 2023.

Kini, Erik ten Hag mengklarifikasi bahwa menurutnya Chelsea tidak ada niatan untuk menjual pemain lulusan akademinya itu.

Mason Mount dinilai murni ingin peningkatan karier di Manchester United.

"Saya rasa Chelsea tidak berniat menjual dia. Mereka ingin mempertahankannya dan menawari kontrak baru berkali-kali."

"Tapi dia yang ingin mengambil langkah ini. Dia adalah pesepakbola yang fantastis."

"Ini yang utama dulu, yakni dia semakin dan senantiasa siap berlaga," ujarnya via goal.com.

"Saya yakin dia akan memberi kontribusi dan akan menjadi pemain besar untuk Man United," tambahnya.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved