Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Declan Rice Disalahkan Thierry Henry, Ex Arsenal: Kalah Pintar Dibanding Leroy Sane dan Goretzka

Gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice, disalahkan sang legenda, Thierry Henry, dalam laga melawan Bayern Munich.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
teamtalk.com
Pemain Arsenal Declan Rice dan Ben White. Gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice, disalahkan sang legenda, Thierry Henry, dalam laga melawan Bayern Munich. 

TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice, disalahkan sang legenda, Thierry Henry, dalam laga melawan Bayern Munich.

Diketahui, laga itu berakhir imbang 2-2 dengan gol dari Bukayo Saka (12') dan Leandro Trossard (76').

Sedangkan tim tamu mencatatkan gol dari Serge Gnabry (18') dan penalti Harry Kane (32').

Baca juga: Chris Sutton Kaget Bukayo Saka Ngemis Penalti Depan Gawang Neuer: Apa yang Dipikirin Bintang Arsenal

Baca juga: Arsenal Panik saat Lawan Bayern di Liga Champions, Arteta sampai Teriaki David Raya gegara Hal Ini

Baca juga: Kevin De Bruyne Keracunan gegara Makanan Hotel sebelum Hadapi Real Madrid, Man City Ketar-ketir

Bagi Thierry Henry, Declan Rice adalah orang yang patut disalahkan untuk gol penyeimbang Bayern Munich.

"Golnya Gnabry itu harusnya Declan Rice melakukan sesuatu di momen tersebut, karena kamu itu bagaikan polisi dan kesalahan terjadi, kamu harus memperbaikinya."

"Lebih sering dia melakukannya (Rice bertindak benar) dibanding tidak, tapi malam ini dia tidak melakukannya," ujarnya via thesun.co.uk.

Thierry Henry menyebut, saat itu sang mantan kapten West Ham United kurang perhitungan.

"Di momen itu, kamu tidak boleh membuat tiga langkah yang akan dia lakukan. Leroy Sane itu bukan bocah kemarin sore, kalau kamu membuat tiga langkah itu, Goretzka melihatnya dan lari dari belakang karena lihatlah ada jarak antara Gabriel dan Saliba, dan kamu masih ada seseorang (Gnabry) yang lari," paparnya.

Seharusnya, Declan Rice berdiam diri setelah kehilangan bola namun pergerakannya malah membuat pertahanan semakin rawan.

"Dia (Sane) itu pintar, dia (Goretzka) juga pinter, dan dalam hal ini kamu (Rice) tidak pintar," kritiknya.

Chris Sutton soal Bukayo Saka

Pundit Chris Sutton masih terheran-heran dengan insiden yang terjadi saat Arsenal vs Bayern Munich di leg 1 perempat final Liga Champions.

Yakni insiden antara winger Arsenal, Bukayo Saka, dijatuhkan oleh kiper tamu, Manuel Neuer, namun tidak ada hadiah penalti.

Mantan penyerang Chelsea itu beranggapan bahwa Bukayo Saka seperti mengemis penalti.

Sebenarnya, Arsenal berpotensi menang karena peluang penalti di menit-menit akhir.

Yakni saat Bukayo Saka dianggap dijatuhkan oleh Manuel Neuer di kotak penalti pada menit ke-90+3.

Namun, wasit langsung memutuskan pertandingan berlanjut tanpa mempedulikan Bukayo Saka.

Keputusan wasit dinilai kontroversial lantaran sebagian pihak menganggap Manuel Neuer melakukan pelanggaran dan sebagian lainnya menganggap Bukayo Saka diving.

Jika dilihat dengan seksama, kaki kanan Manuel Neuer memang dalam proses hendak mendarat namun kaki kanan Bukayo Saka menyandungnya dan terjatuh.

Ada yang beranggapan bahwa kaki sang kiper di posisi alami dan cenderung diam, sehingga sang winger di pihak salah karena dianggap sengaja menyandungkan kaki.

Sedangkan fans Arsenal beranggapan kaki kiper Jerman itu sengaja maju agar terkena kaki lawannya.

Amarah Bukayo Saka masih berlanjut setelah full time, ia mencoba adu argumen dengan sang wasit.

Chris Sutton adalah pihak yang beranggapan aksi Bukayo Saka itu sengaja dan tidkak perlu.

"Saya masih mencoba memahami apa sebenarnya yang dia pikirkan, itu sangat mengejutkan."

"Padahal Saka punya sentuhan yang bagus, dan dia bermanuver dengan bola, kalian berpikir bahwa dia bakal bisa gol."

"Ada satu atau dua bek tapi dengan kemampuannya, dia bisa saja melewati sang kiper."

"Tapi dia malah memilih untuk benar-benar mencoba (diving) dan memenangkan penalti. Apa sih yang dia pikirkan?" ujarnya via Mail Sport.

Rio Ferdinand Membela

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, membela Arsenal saat terjadi insiden Bukayo Saka dan Manuel Neuer.

Menyaksikan insiden itu, Rio Ferdinand beranggapan bahwa seharusnya ada penalti dan melalui pengecekan VAR.

"Kok bisa tidak diberikan (penalti)? Saya tidak bisa percaya kok VAR dan lainnya seperti itu. Saya tidak bisa percaya. Dia (Neur) bisa selamat begitu saja."

"Saka itu pemain paling bahaya Arsenal. Dia berlari ke sana, itu penalti. Saya berjalan dalam kondisi tidak percaya," ujarnya via talkSPORT.

Ally McCoist Meralat

Mantan pelatih Rangers, Ally McCoist, turut berkomentar soal insiden dalam laga itu.

Sementara itu, Ally McCoist awalnya sempat menganggap Arsenal dicurangi oleh wasit.

Namun, setelah ia melihat reka ulang, Bukayo Saka justru di pihak salah dan Arsenal tidak berhak penalti.

"Saya sempat berpikir itu harusnya penalti," ujarnya via football.london.

"Tapi kalau kita lihat lagi, apakah dia (Neuer) menyandungnya? Saya akan bilang apa yang dia lakukan, dia (Saka) memajukan kakinya ke depan."

"Dia (Neuer) memang menyandungnya, tapi pemain bertubuh kecil itu yang sengaja membuang kakinya ke depan."

"Kalian tahu, wasit mungkin memberi keputusan yang benar, karena saya pikir Saka tidak perlu memajukan kaki kanannya ke dia (Neuer)," paparnya.

Thomas Tuchel Marah

Terjadi momen yang membuat pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel, marah dalam laga melawan Arsenal.

Yakni saat bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, dengan santai memegang bola di kotak penalti.

Namun, wasit seolah tidak mempedulikan insiden itu dan tidak ada penalti untuk Bayern Munich.

Sedangkan tim tamu mencatatkan gol dari Serge Gnarby (18') dan penalti Harry Kane (32').

Terjadi pemandangan aneh pada menit ke-67 di mana David Raya memberi umpan pendek kepada Gabriel Magalhaes.

Sang bek dengan santai mengambil bola itu seolah membetulkan posisinya sebelum ditendang.

Pemain Bayern Munich protes kepada sang wasit, Glen Nyberg, bahwa bola itu aktif dan harusnya tim tamu mendapat penalti.

Namun wasit dengan cepat memutuskan tidak ada handball dan tidak ada pengecekan VAR.

Insiden itu bahkan juga terbaikan oleh komentator televisi saking begitu cepatnya dianggap angin lalu hingga Thomas Tuchel yang angkat bicara.

"Saya pikir wasitnya tidak punya keberanian untuk memberi penalti yang berhak kami dapatkan, ini situasi yang agak gila dan aneh," ujarnya kepada TNT Sports.

"Dia mengakui di lapangan bahwa dia melihat situasi itu dan pemandangan itu tidak cukup membuatnya memberi penalti, katanya itu kesalahan bocah."

"Dia mengakui dia melihat kesalahan yang dibuat si pemain," protes mantan bos Chelsea tersebut.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved