Liga Inggris
Mason Mount Cedera Bareng Amrabat, Varane, dan Martinez, Fans: Man United Kena Tipu Chelsea
Padahal, sebelumnya sudah ada Luke Shaw, Lisandro Martinez, Raphael Varane, dan Scott McTominay.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang Manchester United, Mason Mount, lagi-lagi masuk daftar cedera.
Padahal, Manchester United harus menghadapi Coventry City di semifinal FA Cup yang digelar di Wembley Stadium, Minggu 21 April 2024 pukul 21.30 WIB.
Mason Mount berada dalam daftar panjang cedera Manchester United bersama Willy Kambwala dan Sofyan Amrabat.
Baca juga: Dele Alli Kritik Madueke, Jackson, dan Palmer, Bintang Everton: Chelsea vs Man United Kok Ga Heboh?
Baca juga: Kai Havertz Ditekel Kilman, Bintang Arsenal Balas Dendam Bantu Gol Trossard ke Gawang Wolves
Baca juga: Duo Agen Chelsea Bikin Man City Kalah Lawan Madrid di UCL, Kepa dan Rudiger Diam-diam Cepu ke Lunin
Padahal, sebelumnya sudah ada Luke Shaw, Lisandro Martinez, Raphael Varane, dan Scott McTominay.
Jurnalis Fabrizio Romano memperkirakan Erik ten Hag bakal memasangkan Casemiro dan Harry Maguire sebagai CB.
Manchester United menderita lebih dari 60 cedera musim ini dan Mason Mount termasuk yang kerap absen.
Sejak dibeli dari Chelsea, Mason Mount baru tampil 17 kali dan baru satu kali main 90 menit penuh.
Bintang Inggris itu absen tiga bulan penuh gara-gara cedera betis.
Setelah sempat bermain melawan Bournemouth, ia dikabarkan kembali cedera.
Hal ini membuat fans Manchester United begitu kesal dan dianggap sebuah kesialan membeli Mason Mount.
@cfcne**: Terima kasih sudah membeli Mason Mount
@sir_c**: Kok bisa Mount cedera lagi? Harusnya ada perjanjian pengembalian karena Mount tidak bisa tampil terus, dia harus kembali ke Chelsea
@vksu**: Beli Mason Mount adalah keputusan terburuk di sepanjang sejarah United. Dia cedera saat di Chelsea dan masih cedera saat datang ke sini
@itwee**: Mount cedera lagi? Chelsea mencurangi kita dengan menjual Mount
@utdpra**: Mason Mount cedera lagi, tolong Chelsea kembalikan uang kami
Andre Onana Balik
Kiper Manchester United, Andre Onana, kembali ke San Siro untuk menyaksikan Inter Milan.
Inter Milan melawan Cagliari pada Senin 15 April 2024 dini hari WIB.
Andre Onana terbang dari Inggris ke Italia demi menyaksikan laga yang berakhir 2-2 itu.
Bukan cuma sekadar bernostalgia, Andre Onana ingin mengucapkan selamat kepada Inter Milan yang berpotensi besar memenangkan Scudetto.
Inter Milan saat ini memuncaki klasemen Serie A dengan 83 poin sedangkan AC Milan di bawahnya hanya 69 poin.
Kepada jurnalis Inter Milan, Andre Onana mengungkapkan bahwa dirinya masih menganggap skuad Inter Milan dan para fans sebagai keluarga.
"Buat saya, Inter itu adalah keluarga. Dengan fans Inter, kami selalu bersatu. Inter kan akan menang Scudetto? Itulah mengapa saya datang ke sini, saya tidak bisa datang ke sini minggu depan, itulah mengapa saya datang ke sini hari ini untuk memberi selamat mereka."
"Ini adalah momen bersejarah bagi Inter, saya sangat bahagia untuk tim yang sudah bekerja keras tahun ini. Dan saya harap mereka terus menang di tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Kelakuan Alejandro Garnacho
Kelakuan pemain Manchester United, Alejandro Garnacho di Twitter alias X menimbulkan kontroversi.
Fans Manchester United terbagi menjadi dua antara mendukung Alejandro Garnacho atau Erik ten Hag.
Alejandro Garnacho sepertinya tidak terima dengan ucapan sang pelatih, Erik ten Hag, setelah laga imbang 2-2 melawan Bournemouth.
Pemain Argentina itu seolah-olah dengan diam-diam memprotes ucapan Erik ten Hag melalui akun X miliknya.
Alejandro Garnacho menyukai cuitan salah satu fans Manchester United yang cukup vokal yakni Mark Goldbridge.
Namun, sesaat setelah dua cuitan disukai, Alejandro Garnacho seperti menghapusnya dari daftar Likes.
Diketahui, Alejandro Garnacho yang menjadi starter di laga itu digantikan Amad Diallo di babak kedua.
Setelah laga, Erik ten Hag menganggap babak kedua lebih baik ketimbang babak pertama.
Secara tidak langsung, Erik ten Hag dianggap menilai skuadnya lebih baik setelah Alejandro Garnacho dicadangkan.
"Di babak kedua, ada dua hal. Kami tetap dalam formasi penguasaan bola dan jangan ada kekacauan."
"Karena kami akan menciptakan peluang, dan kami memberikan banyak ruang. Dan hal kedua yang harus Anda lakukan adalah di bagian pertahanan," ujarnya via dailymail.co.uk.
Mark Goldbridge mengakui bahwa permainan Alejandro Garnacho buruk di babak pertama.
Namun ia merasa tidak sepantasnya Erik ten Hag mencadangkannya ditambah komentarnya setelah laga.
"Garnacho selama ini menjadi pemain terbaik musim ini. Memang penampilan babak pertama buruk tapi mencadangkannya di babak kedua dan menganggapnya sebagai sumber masalah itu seperti lawak. Banyak pemain lain yang jauh lebih buruk tapi main terus," demikian bunyi cuitan pertama yang disukai Alejandro Garnacho.
Ditambah cuitan yang bernada sindiran, "Ten Hag secara tidak langsung menyalahkan Garnacho di wawancara setelah laga, kesannya buruk sekali menjadikan kambing hitam pemain 19 tahun yang jelas berkontribusi untukmu musim ini. Tapi lagi-lagi dia itu takut kalau sampai mengecewakan lainnya yang gajinya lebih tinggi."
Melihat cuitan Goldbridge menyindir pemain gaji lebih tinggi, sejumlah fans langsung mengaitkan dengan Marcus Rashford dan menyalahkan Erik ten Hag.
Sebagian dari mereka tidak memungkiri Alejandro Garnacho memang tampil buruk sehingga mendukung pernyataan sang pelatih.
@utdjb**: Saya senang akhirnya kamu memandang Ten Hag sebagai kegagalan
@nige**: Rashford kantongi Ten Hag
@jiim**: Ten Hag harus dipecat malam ini
@utd_c**: Dia selalu takut untuk menyalahkan Rashford
@_ify**: Ten Hag tidak menyalahkan Garnacho, dia cuma menjelaskan apa yang terjadi di babak pertama
@canto**: Kamu bercanda kan? Ten Hag itu menunjukkan kepercayaan tulus kepada Mainoo dan Garnacho
@david**: Jujur saja, Garnacho main buruk di babak pertama
Seperti Jurgen Klopp
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, melontarkan alasan yang mirip seperti bos Liverpool, Jurgen Klopp.
Erik ten Hag merasa lawannya jadi mengerahkan kekuatan maksimal kalau melawan Manchester United.
Hal ini disampaikan Erik ten Hag setelah laga tandang melawan Bournemouth yang berakhir 2-2.
Sedangkan Jurgen Klopp sendiri pernah mengutarakan alasan serupa saat imbang 2-2 melawan Manchester United.
Dari segi penguasaan bola, Liverpool memang jauh lebih unggul dibanding skuad Erik ten Hag.
Namun, bagi Jurgen Klopp, Setan Merah menjadi sulit dihadapi saat berhadapan dengan timnya.
"Kalau untuk kami jadi jauh lebih sulit dibanding kalau dengan tim-tim lainnya."
"Kalian biasanya datang ke United dan orang-orang tidak terlalu peduli tapi saat kami datang jelas laga jadi sulit, jadi itu yang membuat susah," ujarnya via liverpoolfc.com.
Kini, Erik ten Hag juga merasa Bournemouth mengerahkan tenaga maksimal karena ingin mengalahkan Manchester United.
"Kami punya tim yang tangguh, berkarakter, kami ingin menang. Dua kali kami bangkit dari kekalahan."
"Bisa kalian lihat setiap lawan punya keinginan untuk mengalahkan kami. Setiap laga mereka jadi mengerahkan sampai batas kemampuannya."
"Kami harus menunjukkan perlawanan, mengendalikannya, dan mendominasinya," tuturnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pemain-Manchester-United-Mason-Mount-rtrh.jpg)