Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sinopsis Film

Nama Instagram Pemain Siksa Kubur, Widuri Puteri hingga Muzakki Ramdhan, Simak Sinopsis

Simak siapa saja nama asli dan akun Instagram para pemain Siksa Kubur. Happy Salma, Muzakki Ramdhan, Fachri Albar, Widuri Puteri

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@widuri.puteri
Pemain Siksa Kubur: Happy Salma, Muzakki Ramdhan, Fachri Albar, Widuri Puteri 

TRIBUNTERNATE.COM - Simak siapa saja nama asli dan akun Instagram para pemain Siksa Kubur.

Baca juga sinopsis lengkap film horor Siksa Kubur. Awas spoiler!

Film Siksa Kubur karya Joko Anwar sudah tayang di bioskop sejak 11 April 2024.

Baca juga: Daftar Nama Asli Pemain Siksa Kubur, Siapa Pemeran Sita dan Adil, Simak Sinopsis Lengkap Film

Baca juga: Sinopsis Dabbe: The Possession, Film Horor Turki Paling Seram dari Kisah Nyata, Nonton di Netflix

Baca juga: Sinopsis Lengkap Siksa Kubur, Sita Dihantui Mayat Orang Paling Berdosa, Ini Daftar Nama Asli Pemain

Diketahui, film ini diangkat dari film pendek berjudul sama yang juga buatan Joko Anwar.

Joko Anwar sebelumnya sukses dengan film horor populer seperti Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, hingga Ratu Ilmu Hitam.

Film Siksa Kubur bergenre horor psikologis, menceritakan tentang sosok Sita yang tidak percaya akan adanya siksa kubur.

Daftar Nama dan Instagram Pemain Siksa Kubur

Faradina Mufti sebagai Sita dewasa (@faradinamufti)

Widuri Puteri sebagai Sita remaja (@widuri.puteri)

Reza Rahadian sebagai Adil dewasa (@officialpilarez - fanbase resmi)

Muzakki Ramdhan sebagai Adil remaja (@muzakki.ramdhan)

Christine Hakim sebagai Nani, istri Pandi (@christinehakimofficial)

Slamet Rahardjo sebagai Wahyu (@slametdjarot)

Fachri Albar sebagai Sanjaya Arif, Ayah Sita dan Adil (@aialbar)

Happy Salma sebagai Mutia Kirana, Ibu Sita dan Adil (@happysalma)

Arswendy Bening Swara sebagai Pandi Hakim, suami Nani

Niniek L. Karim sebagai Juwita Larasati

Jajang C. Noer sebagai Ningsih Chadijah, seorang ustadzah

Putri Ayudya sebagai Umaya Rahma, seorang ustadzah

Djenar Maesa Ayu sebagai Inayah

Egi Fedly sebagai Husein

Haydar Salishz sebagai Amar

Runny Rudiyanti sebagai Lani

Arfian Arisandy sebagai pria misterius

Ramadhan Al Rasyid sebagai turis

Tony Merle sebagai turis

Mian Tiara sebagai turis

Henry Manampiring sebagai ilmuwan pria

Duddy Patah sebagai Hadi

Daood Saleem sebagai Ismail

Zulfa Maharani sebagai operator acara TV

Rafki Hidayat sebagai pembawa acara Talkshow Islam

Natalius Chendana sebagai produser TV

Ridwan Roull Rohaz sebagai penonton pria

Tia Hasibuan sebagai wartawan TV

Rieviena Yulieta sebagai pemandu acara TV

Ical Tanjung sebagai pakar agama

Tommy Dewo sebagai polisi

Sandy Sofyan sebagai polisi

Ismail Basbeth sebagai Ismail Masbeth (Hanya Foto)

Teuku Rifnu Wikana sebagai makhluk (Hanya Suara)

Lenny Meilinawati sebagai Lenny Sumitra, seorang pekerja salon hewan peliharaan

Sinopsis Siksa Kubur

Film ini berawal dari kisah sebuah keluarga harmonis yang sedang didera masalah ekonomi.

Adalah keluarga Sanjaya Arif bersama istrinya Mutia Kirana yang dikaruniai dua orang anak, Sita dan Adil.

Sehari-hari, Sita dan Adil membantu kedua orangtuanya berjualan roti di toko warisan sang kakek.

Toko roti itu mulai sepi lantaran berbagai bisnis franchise merek luar negeri mulai menjamur.

Suatu hari, ada sekelompok turis yang mengaku hendak membeli roti.

Satu orang berbicara pada Mutia memesan roti yang paling laris.

Sementara dua orang lainnya berdebat membuat gaduh toko roti itu.

Di saat yang bersamaan, Adil didekati oleh seorang pria yang tampak sedang mendengarkan sesuatu melalui tape.

Pria itu terbatuk-batuk dan Adil mengambilkannya air putih.

Sosok misterius itu memberi kaset dari tape miliknya kepada Adil sembari berpesan untuk tidak keluar karena berbahaya.

Pria itu kemudian keluar dari toko roti.

Sementara itu, di saat perhatian teralih kepada dua turis yang berdebat, ternyata satu turis yang berada di dekat kasir diam-diam mengambil uang.

Sita langsung sigap menarik tangan turis itu yang kemudian memohon karena tidak punya ongkos pulang naik kereta.

Sita terpaksa melepas genggamannya dan pria itu kabur bersama teman-temannya.

Gadis itu langsung mengadu kepada sang ayah yang kemudian keluar mengejar pria itu.

Melihat suaminya keluar mengejar pencuri, ibu Sita ikut keluar dari toko.

Tanpa disangka, tiba-tiba bom meledak di luar toko, menewaskan banyak orang termasuk ayah dan ibu Sita.

Ternyata sosok yang memberi kaset kepada Adil itu adalah pelaku bom bunuh diri yang mengaku mendengar suara siksa kubur dari kaset itu.

Sita dan Adil sempat dimintai keterangan polisi dalam kondisi syok berat.

Sita merebut kaset dari tangan Adil dan perasaannya berkecamuk, bagaimana percaya kepada agama malah membuat orang berbuat jahat.

Singkat cerita, kedua remaja itu dikirimkan paman mereka ke sebuah pondok pesantren terpencil di tengah hutan.

Sita yang masih dalam kondisi terpukul sulit menerima ilmu-ilmu soal keimanan.

Pikiran Sita terus memberontak menganggap agama hanya menakut-nakuti pengikutnya.

Sita juga sampai berdebat dengan gurunya, ustazah Ningsih Chadijah.

Sita yang emosi kemudian menyusun rencana kabur dari pondok itu bersama Adil.

Keduanya sepakat bertemu di tengah hutan.

Jalan satu-satunya yang tidak ada penjaganya adalah melewati sebuah terowongan angker.

Adil di awal sudah langsung menyerah lantaran ia sudah mendengar cerita-cerita horor di terowongan itu.

Sita yang pemberani tak peduli dan tetap memaksa kakaknya untuk kabur lewat terowongan.

Di dalam terowongan yang gelap itu, keduanya seperti dihantui sosok bocah yang menangis.

Sita melihat sosok gaib berupa bocah dengan wajah rusak yang menangis, mengaku bernama Ismail.

Sita yang terpisah dari Adil berlari kembali ke jalan keluar terowongan.

Ternyata di sana sudah ada para guru pondok pesantren yang lebih dulu menangkap Adil.

Sita kemudian diurus oleh ustazah Umaya Rahma yang seharusnya menghukumnya dengan mengganti hijab putih dengan hijab merah.

Umaya tidak tega karena mengetahui nasib Sita yang yatim piatu karena bom bunuh diri itu.

Umaya kembali memakaikan hijab putih namun datanglah Ningsih yang langsung memarahinya dan memakaikan hijab merah.

Sebelum datangnya Ningsih, Sita sempat bertanya kepada Umaya tentang siapa sosok Ismail.

Umaya langsung terkejut dan wajahnya begitu sedih mendengar nama itu.

Malam harinya, Sita tak sengaja mendengar percakapan antara Ningsih dan Umaya.

Umaya berdebat, melarang pihak pondok untuk mengirim santri kepada sosok penting.

Ningsih berusaha memaklumi gara-gara sosok penting itu adalah pemilik pondok sehingga mau tidak mau ia mengirim santrinya ke rumah sosok itu.

Ternyata santri yang diminta dikirim ke rumah sosok itu adalah Adil.

Sita langsung ketakutan dan menyusul ke rumah singgah si pemilik pondok.

Sita malah dikurung gara-gara berusaha menyelamatkan Adil yang entah diapakan di rumah itu.

Sita kemudian dikurung di sebuah ruangan namun berhasil kabur.

Umaya diam-diam sudah mengemasi barang-barang Sita dan membantunya untuk menyelamatkan Adil.

Akhirnya Sita berhasil membawa Adil kabur saat hendak dibawa ke kota dengan mobil.

Tampak wajah Adil begitu syok seperti baru saja mengalami peristiwa yang begitu traumatis.

Sita dan Adil akhirnya bisa kabur melewati terowongan itu.

Kisah berlanjur saat Sita dan Adil sudah dewasa, keduanya bekerja di panti jompo.

Sita sebagai suster yang merawat para lansia sedangkan adil sebagai pekerja yang memandikan jenazah.

Sita ternyata masih berpegang erat pada misinya sejak kecil, yakni membuktikan apakah siksa kubur itu ada.

Sehingga Sita memang sengaja mengamati hidup para lansia di panti jompo itu dan jika salah satu dari mereka meninggal, maka ia akan meneliti nasib jenazahnya di alam kubur.

Namun, Sita menunggu satu sosok yang menurutnya paling berdosa dan seharusnya mendapat siksa kubur.

Sosok itu tak lain adalah Wahyu yang merupakan pemilik pondok pesantren.

Wahyu menyamar dengan nama lain setelah kejahatannya di pondok.

Wahyu ternyata sudah melakukan pencabulan kepada para santri, termasuk Adil.

Apa yang akan terjadi pada Wahyu di alam kubur? Apakah Sita bisa membuktikan bahwa siksa kubur itu benar adanya?

Saksikan trailer film Siksa Kubur berikut ini:

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved