Liga Inggris
Raheem Sterling Ogah Pergi dari Chelsea, Fans The Blues Terpecah: Dia Lebih Baik Ketimbang Mudryk
Winger Chelsea, Raheem Sterling, akan berencana untuk bertahan di Stamford Bridge.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Winger Chelsea, Raheem Sterling, akan berencana untuk bertahan di Stamford Bridge.
Raheem Sterling masih memiliki kontrak di Chelsea hingga Juni 2027.
Namun, mantan pemain Manchester City itu sudah dikait-kaitkan untuk hengkang ke Saudi Pro League.
Baca juga: Jack Grealish Tiba-tiba Dirumorkan ke Chelsea, Mau Susul Kesuksesan Cole Palmer dari Man City?
Baca juga: Pengorbanan Kai Havertz, Ex Chelsea Sakit tapi Gacor Beri Assist dan Gol saat Arsenal vs Tottenham
Baca juga: Adebayor Malah Ga Yakin Arsenal Bisa Juara, Legenda The Gunners: Lain Cerita kalau Man City
Pemain 29 tahun itu dikabarkan jurnalis Ben Jacobs, di mana ia akan bertahan kecuali ada peluang membuat haluan yang mengejutkan.
Fokusnya saat ini adalah untuk membuktikan bahwa dirinya mampu membantu Chelsea.
Raheem Sterling saat ini sudah bermain di 40 laga dengan catatan delapan gol dan delapan assist.
Penampilan bintang Inggris itu memang tak selalu bagus dan kerap menjadi sasaran hujatan sejumlah fans.
Tidak heran jika para fans terpecah mendengar kabar Raheem Sterling ingin bertahan.
Ada fans yang masih yakin Raheem Sterling akan berguna untuk skuad, ada pula yang ingin sang bintang segera pergi.
@tarza**: Sterling, kami tidak butuh kamu untuk membuktikan apa-apa, kami tahu kamu pemain terhebat, maka pergi saja
@nige**: Kirim saja dia ke Saudi, tak ada yang perlu dibuktikan
@ziye**: Saya lelah pada dia
@davi**: Jujur saja Sterling itu bukan pemain yang jelek, hanya saja kini kurang cocok di tim
@mude**: Ini opini yang jarang orang dengar, Raheem Sterling itu jauh lebih baik ketimbang bocah favorit kita, Mykhailo Mudryk. Tapi kita selalu menyangkal hal ini
@ocill**: Ada baiknya kamu bertahan dan membuktikan
@iam_**: Biarkan Sterling bertahan
Kritik Pedas untuk Raheem Sterling
Winger Chelsea, Raheem Sterling, adalah salah satu pemain senior yang masih bertahan bersama The Blues.
Meski senior, ternyata Raheem Sterling disebut tidak cocok menjadi sosok pemimpin bagi skuad Chelsea yang didominasi pemain muda.
Hal ini diungkapkan oleh pundit ESPN, Alejandro Moreno.
Mantan pemain Los Angeles itu menyebut Raheem Sterling sudah punya banyak masalah sendiri sehingga tidak cocok memimpin yang lain.
Masalah yang dimaksud tentunya adalah performa Raheem Sterling yang masih inkonsisten.
"Karena dari siapa dia dan apa yang sudah dia lakukan untuk laga, para pemain Chelsea di sekitarnya melihat dia dan mungkin berpikir bahwa dia adalah pemimpin di grup."
"Dia tidak punya kepribadian itu. Itu bukan bagian dari permainannya. Tidak pernah menjadi bagian."
"Dia tidak akan pernah menjadi seorang pemipin di grup ini karena dia sendiri punya masalah sendiri. Bagian dari masalah-masalahnya adalah menemukan konsistensi," terangnya.
Ingin Bertahan
Raheem Sterling menjadi salah satu pemain yang kerap memancing amarah sejumlah fans.
Tidak jarang pula Raheem Sterling disoraki oleh suporter Chelsea secara langsung.
Terakhir adalah dalam laga kemenangan melawan Leicester City di perempat final FA Cup.
Di mana Raheem Sterling gagal penalti dan menyia-nyiakan kesempatan emas di depan gawang yang membuatnya disoraki oleh suporter The Blues.
Raheem Sterling juga dikaitkan dengan kabar kepindahan, termasuk ke Liga Arab.
Namun, menurut Evening Standard, bintang Inggris itu diyakini masih ingin bertahan di Stamford Bridge.
Raheem Sterling masih ingin berjuang untuk mengharumkan nama klub dan membuktikan kepada para fans bahwa dirinya layak bertahan.
Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, sepertinya juga ingin mempertahankan sang pemain senior.
Mengingat kini hanya tinggal beberapa pemain lama berpengalaman di antara para pemain baru yang masih muda.
Moises Caicedo Dicari
Gelandang bertahan Chelsea, Moises Caicedo, dicari-cari para fans lantaran namanya tidak masuk dalam tim piliahn pundit Alan Shearer.
Selain Moises Caicedo, para fans juga mempertanyakan bintang Tottenham Hotspur, Cristian Romero.
Legenda Newcastle United itu telah memilih Team of The Week dari pekan ke-33 Liga Premier.
Di lini belakang, posisi kiper ada Arijanet Muric (Burnley), kemudian jajaran bek ada James Tarkowski (Everton), Josko Gvardiol (Manchester City), dan Alassane Ouattara (Bournemouth).
Di lini tengah ada Bukayo Saka (Arsenal), Idrissa Gueye (Everton), Conor Gallagher (Chelsea), dan Kevin De Bruyne (Manchester City).
Sementara paling depan ada Jarrod Bowen (West Ham United), Alexander Isak (Newcastle United), dan Kai Havertz (Arsenal).
Serta pelatih terbaik versi Alan Shearer minggu ini adalah bos Bournemouth, Andoni Iraola.
Dari The Big Six, tidak ada pemain Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di sana.
Liverpool baru saja tampil payah ditahan imbang 2-2 oleh West Ham United.
Ditambah gol keduanya pun dari gol bunuh diri Alphonse Areola.
Sedangkan Manchester United juga ditahan imbang oleh Burnley hingga laga berakhir 1-1.
Sementara Tottenham Hotspur nyaris menahan imbang Arsenal dengan comeback di babak kedua namun tetap saja kalah 2-3.
Dalam laga itu, Kai Havertz begitu bersinar padahal dirinya dalam kondisi sakit.
Mantan pemain Chelsea itu menyumbang assist untuk gol Bukayo Saka dan mencetak gol dari assist Declan Rice.
Mantan rekan setim Kai Havertz, Conor Gallagher, juga banjir pujian saat Chelsea imbang melawan Aston Villa.
Menurut Alan Shearer, penampilan Josko Gvardiol begitu mengagumkan di laga 2-0 melawan Nottingham Forest.
"Dia mencetak gol pembuka dan penampilannya mengesankan di kedua ujung lapangan, termasuk penyelamatan krusial di dekat gawang yang membuat Man City unggul," ujarnya via premierleague.com.
Sementara itu, untuk Kevin De Bruyne tampil memukau dengan memberikan assist kepada gol Josko Gvardiol dan Erling Haaland.
"Dia itu poros yang kreatif. De Bruyne adalah pemain terbaik di lapangan, memberi assist untuk kedua gol," pujinya.
Sementara itu, Moises Caicedo juga termasuk pemain yang banjir pujian dalam laga melawan Aston Villa.
Serta Cristian Romero yang mencetak gol pembuka bagi Tottenham Hotspur meski akhirnya kalah melawan Arsenal.
@c.v.a**: Mana Caicedo?
@aiden**: Harusnya Caicedo jadi Man of the Match
@anothe**: Di mana Caicedo?
@frann**: Mungkin Caicedo dan Romero itu pemain voli
@mach**: Di mana jagoan saya Romero?
@caleb**: Saya tahu Spurs kalah tapi Romero main brilian
@tomas**: Gila tidak ada Romero
Marc Cucurella Banjir Pujian
Bek Chelsea, Marc Cucurella, banjir pujian saat melawan Aston Villa.
Meski Marc Cucurella sempat merugikan Chelsea dengan gol bunuh dirinya yang menjadi gol pembuka.
Laga Aston Villa vs Chelsea berakhir 2-2 dengan gol bunuh diri Marc Cucurella (4') dan Morgan Rogers (42').
Chelsea baru bisa comeback di babak kedua dari gol Noni Madueke (62') dan Conor Gallagher (81').
Marc Cucurella seperti menebus kesalahannya dari permulaan yang buruk itu.
Penampilannya kuat di sisi kiri dan digadang-gadang menjadi penampilan terbaiknya musim ini.
Bahkan fans Chelsea di Villa Park sampai memberinya standing ovation.
Selain Marc Cucurella, Moises Caicedo, Conor Gallagher, dan Noni Madueke juga dipuji para fans The Blues.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
