Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Jason Cundy Nasihati Conor Gallagher jika Mau Bertahan di Chelsea, Ex Spurs: Ada 2 Hal

Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jason Cundy, menasihati gelandang Chelsea, Conor Gallagher.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@connorgallagher92
Pemain Chelsea, Connor Gallagher. Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jason Cundy, menasihati gelandang Chelsea, Conor Gallagher. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jason Cundy, menasihati gelandang Chelsea, Conor Gallagher.

Bek yang pernah membela Chelsea itu menyorot dua hal yang harus diperbaiki Conor Gallagher.

Terutama jika sang gelandang ingin bertahan di Chelsea, mengingat Conor Gallagher dirumorkan akan dijual.

Baca juga: Enzo Fernandez Terseret gegara Mason Mount Angkat Trofi di Man United: Chelsea Ga Dapat Apa-apa

Baca juga: Lawan Tersulit bagi Jeremy Doku, Bintang Man City Sebut Kapten Chelsea: Reece James Kuat Banget

Conor Gallagher mengalami peningkatan dari segi penampilannya sejak dilatih Mauricio Pochettino.

Bintang Inggris itu juga sering mengenakan ban lengan kapten di saat Reece James atau Ben Chilwell absen.

Musim lalu, Conor Gallagher mencatatkan 45 laga dengan tiga gol dan satu assist saja.

Sedangkan musim ini, lulusan akademi Chelsea itu mengoleksi tujuh gol dan sembilan assist dari 50 penampilannya.

Meski demikian, Jason Cundy tetap berharap permainan Conor Gallagher bisa lebih tajam.

"Apakah dia sudah mencetak cukup gol? Apakah dia sudah menciptakan cukup peluang?"

"Itulah dua hal yang saya rasa Conor harus tingkatkan dalam permainannya."

"Dalam sepertiga akhir musim, dia memang agak lebih produktif dalam hal mencetak gol," pesannya via talkSPORT.

Chelsea Incar Rafael Leao

Chelsea siap bersaing untuk memperebutkan winger AC Milan, Rafael Leao, yang sudah didambakan sejak lama.

Padahal, Rafael Leao kini juga diincar Al Hilal, Barcelona, PSG, dan Manchester United.

Bintang lulusan akademi Sporting itu sudah mengoleksi 57 gol dan 50 assist dari 209 penampilannya.

Rafael Leao adalah aset berharga AC Milan yang juga sempat masuk kandidat Ballon d'Or 2022.

Namun, Chelsea harus merogoh kocek sangat dalam jika mendambakan bintang Portugal itu.

Pasalnya, Rafael Leao masih punya kontrak sampai 2028.

Al Hilal sudah membuka tawaran senilai 85 juta poundsterling atau Rp 1,7 triliun.

Padahal klausul rilis sang pemain adalah 149 juta poundsterling atau Rp 3 triliun.

Meski diincar banyak klub besar, Rafael Leao sendiri sudah menanggapi soal rumor transfer pada awal tahun ini.

Pemain 24 tahun itu menginginkan untuk tetap bertahan bersama Rossoneri.

Kabar Victor Osimhen

Bintang Napoli, Victor Osimhen, selama ini sudah didekati oleh Chelsea melalui dua legendanya.

Yakni John Obi Mikel dan Didier Drogba yang berharap Victor Osimhen bisa memperkuat lini depan Chelsea.

Ternyata, muncul kabar bahwa Victor Osimhen lebih memilih ke Arsenal.

Hal ini terkait dengan Victor Osimhen yang sudah menerima tawaran dari klub-klub Arab Saudi.

Musim ini, Victor Osimhen menyumbangkan 17 gol dan empat assist dari 31 penampilannya.

Harga klausul rilis striker Nigeria itu bisa mencapai 112 juta poundsterling atau Rp 2,2 triliun.

Jurnalis Italia, Valter De Maggio, menyebut bahwa Victor Osimhen lebih memilih ke Liga Premier ketimbang Liga Pro Saudi.

"Osimhen ingin ke Liga Premier dan spesifiknya adalah Arsenal. Namun jika penawaran yang bagus tidak ada dari Inggris, maka sang pemain depan bakal benar-benar mempertimbangkan proposal yang sudah dikirim dari Arab Saudi," ujarnya di Radio Kiss Kiss.

Pelatih Baru Chelsea

Setelah kepergian Mauricio Pochettino dari Chelsea, setidaknya ada tiga nama yang menjadi kandidat kuat pelatih The Blues.

Di antaranya adalah pelatih Leicester City Enzo Maresca, manajer Ipswich Town Kieran McKenna, dan bos Brentford Thomas Frank.

Kini, disebut-sebut ada nama keempat pilihan Todd Boehly dan Behdad Eghbali yang masih misterius.

Para jurnalis menduga, sosok itu adalah pelatih Sporting CP, Ruben Amorim.

Nama Ruben Amorim memang sudah dikait-kaitkan bahkan sebelum Mauricio Pochettino resmi mundur.

Bos asal Portugal itu sudah membantah bahwa dirinya akan merapat ke West Ham United menggantikan David Moyes.

Ia juga membantah dirinya bakal bergabung Liverpool menggantikan Jurgen Klopp yang kini posisi itu sudah diisi Arne Slot.

Sedangkan Chelsea sendiri pada awal Mei 2024 membantah adanya diskusi dengan Ruben Amorim.

Sang pelatih sudah sempat menegaskan bahwa dirinya lebih memilih lanjut di Sporting CP.

Jurnalis kenamaan, Simon Phillips, menduga Ruben Amorim masih ada potensi bergabung ke Stamford Bridge.

Chelsea disebut masih mempertimbangkan nama pelatih 39 tahun itu.

"Banyak sumber terdekat dan sumber dari orang-orang saya sendiri yang sangat yakin bahwa Ruben Amorim masih sangat dipertimbangkan (oleh Chelsea) meski pemberitaannya minim," ujarnya.

"Banyak yang percaya bahwa pada hari Kamis, Amorim yang akan terpilih dan diyakini sebagai sosok misterius (pilihan petinggi Chelsea)," tandasnya.

Enzo Maresca Siap

Pelatih Leicester City, Enzo Maresca, disebut sangat menginginkan posisi sebagai pelatih Chelsea.

Enzo Maresca kabarnya siap meninggalkan Leicester City demi menggantikan Mauricio Pochettino.

Kabar ini dikonfirmasi oleh pakar transfer Fabrizio Romano.

"Saya mendapat banyak pertanyaan soal Enzo Maresca, dan saya bisa mengonfirmasi bahwa Maresca itu sangat terbuka dan sangat berharap bisa bergabung ke Chelsea."

"Jadi sekarang ada peluang kongkret," ujarnya via Daily Briefing.

Sementara itu, The Sun mengabarkan bahwa Chelsea dan Enzo Maresca memang sudah mulai berdiskusi soal masa depannya.

Enzo Maresca Ideal

Pelatih Leicester City, Enzo Maresca, masuk sebagai kandidat utama pelatih Chelsea menggantikan Mauricio Pochettino.

Simak penjelasan soal alasan Chelsea menjadikan Enzo Maresca sebagai calon pelatih.

Enzo Maresca disebut-sebut mirip seperti Pep Guardiola di Manchester City.

Baik Leicester City atau Manchester City pun sama-sama baru saja memenangkan liga masing-masing.

Leicester City menang Championship dengan 97 poin, selisih satu poin dengan Ipswich Town di bawahnya.

Otomatis, Leicester City akan dipromosikan ke Liga Premier musim 2024/2025.

Diketahui, Enzo Maresca memang pernah menjadi asisten pelatih Pep Guardiola pada periode 2022-2023.

Pelatih asal Italia itu juga pernah dipercaya menjadi pelatih skuad muda Manchester City.

TalkSPORT mengabarkan bahwa gaya kepelatihan Enzo Maresca ini cocok dengan keinginan para petinggi klub Chelsea.

Behdad Eghbali dan Todd Boehly disebut ingin pelatih dan tim yang bisa menguasai bola dan kuat dalam penyerangan dan pertahanan.

Dominasi di lapangan adalah ciri khas dari Manchester City.

Itulah mengapa Enzo Maresca yang berguru dari Pep Guardiola dianggap lebih cocok ketimbang Mauricio Pochettino.

Kieran McKenna Tidak Cocok

Dua tokoh membeberkan alasan mengapa pelatih Ipswich Town, Kieran McKenna, tidak cocok menggantikan Mauricio Pochettino di Chelsea.

Dua pundit, Andy Goldstein dan Darren Bent menjelaskan alasan masing-masing.

Selain Kieran McKenna, ada nama-nama lain seperti bos Leicester City Enzo Maresca, manajer Brighton Roberto De Zerbi, hingga bos Brentford Thomas Frank menjadi kandidat pelatih Chelsea.

Andy Goldstein meyakini, Kieran McKenna belum cocok untuk menghadapi anak asuh yang punya ego besar seperti para pemain Chelsea.

Meski pelatih asal Irlandia itu pernah menjadi asisten manajer di Manchester United dan menjadi pelatih skuad muda Tottenham Hotspur.

Ia juga berhasil membawa Ipswich Town untuk promosi ke Liga Premier musim depan.

"Kalau sampai menggaet manajer seperti Kieran McKenna, yang belum terbiasa untuk melatih orang-orang dengan kepribadian dan ego besar, langsung dipekerjakan di sana, saya rasa itu adalah kesalahan besar kalau memang dia yang bakal digaet," tuturnya via talkSPORT.

Pendapat serupa disampaikan oleh, mantan pemain Ipswich Town, Darren Bent.

Darren Bent menyebut, Kieran McKenna belum pada level melatih klub sebesar Chelsea.

"Saya cinta Kieran McKenna untuk apa yang sudah dia lakukan di Ipswich. Tapi lompatan (ke Chelsea) itu terlalu besar."

"Penyebab utamanya, dia belum pernah memanajeri laga Liga Premier. Ipswich itu klub besar, tapi mereka bukanlah Chelsea," ujarnya via talkSPORT.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved