Liga Inggris
Jason Cundy: Tak Ada Gelandang yang Lebih Baik Ketimbang Moises Caicedo, Bintang Chelsea Sensasional
Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jason Cundy, sangat kagum dengan penampilan bintang Chelsea, Moises Caicedo, di penghujung musim.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jason Cundy, sangat kagum dengan penampilan bintang Chelsea, Moises Caicedo, di penghujung musim.
Moises Caicedo memang mengawali dengan tidak terlalu baik saat hengkang dari Brighton dan hijrah ke Chelsea.
Namun, lambat laun pemain Ekuador itu mulai menunjukkan penampilannya yang sesuai harga fantastisnya.
Baca juga: Ironi Chelsea, Incar Pemain Akademi Man City tapi Alumni The Blues Dibuang: Adarabioyo Lalu Chalobah
Baca juga: Alasan Tosin Adarabioyo Pilih Chelsea Ketimbang Newcastle, Bek Fulham Maunya yang Man City Banget
Sang gelandang bertahan itu sudah mencatatkan 48 penampilan dengan sumbangan satu gol dan empat assist.
Gol Moises Caicedo bisa jadi kenangan terindah dirinya selama bersama The Blues.
Gol debut melalui tendangan jarak jauh dan akurat saat melawan Bournemouth.
Tidak heran Jason Cundy kini terkagum-kagum dengannya.
"Saya harus bilang ke kalian, Caicedo menuju penghujung musim itu seolah tidak ada gelandang lain di negara ini yang lebih baik dari dia."
"Dia itu sensasional. Dia cukup tidak tersorot gara-gara awal musim yang buruk," ujarnya via talkSPORT.
Moises Caicedo Dicari
Moises Caicedo dicari-cari para fans lantaran namanya tidak masuk dalam tim piliahn pundit Alan Shearer.
Selain Moises Caicedo, para fans juga mempertanyakan bintang Tottenham Hotspur, Cristian Romero.
Legenda Newcastle United itu telah memilih Team of The Week dari pekan ke-33 Liga Premier.
Di lini belakang, posisi kiper ada Arijanet Muric (Burnley), kemudian jajaran bek ada James Tarkowski (Everton), Josko Gvardiol (Manchester City), dan Alassane Ouattara (Bournemouth).
Di lini tengah ada Bukayo Saka (Arsenal), Idrissa Gueye (Everton), Conor Gallagher (Chelsea), dan Kevin De Bruyne (Manchester City).
Sementara paling depan ada Jarrod Bowen (West Ham United), Alexander Isak (Newcastle United), dan Kai Havertz (Arsenal).
Serta pelatih terbaik versi Alan Shearer minggu ini adalah bos Bournemouth, Andoni Iraola.
Dari The Big Six, tidak ada pemain Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di sana.
Liverpool baru saja tampil payah ditahan imbang 2-2 oleh West Ham United.
Ditambah gol keduanya pun dari gol bunuh diri Alphonse Areola.
Sedangkan Manchester United juga ditahan imbang oleh Burnley hingga laga berakhir 1-1.
Sementara Tottenham Hotspur nyaris menahan imbang Arsenal dengan comeback di babak kedua namun tetap saja kalah 2-3.
Dalam laga itu, Kai Havertz begitu bersinar padahal dirinya dalam kondisi sakit.
Mantan pemain Chelsea itu menyumbang assist untuk gol Bukayo Saka dan mencetak gol dari assist Declan Rice.
Mantan rekan setim Kai Havertz, Conor Gallagher, juga banjir pujian saat Chelsea imbang melawan Aston Villa.
Menurut Alan Shearer, penampilan Josko Gvardiol begitu mengagumkan di laga 2-0 melawan Nottingham Forest.
"Dia mencetak gol pembuka dan penampilannya mengesankan di kedua ujung lapangan, termasuk penyelamatan krusial di dekat gawang yang membuat Man City unggul," ujarnya via premierleague.com.
Sementara itu, untuk Kevin De Bruyne tampil memukau dengan memberikan assist kepada gol Josko Gvardiol dan Erling Haaland.
"Dia itu poros yang kreatif. De Bruyne adalah pemain terbaik di lapangan, memberi assist untuk kedua gol," pujinya.
Sementara itu, Moises Caicedo juga termasuk pemain yang banjir pujian dalam laga melawan Aston Villa.
Serta Cristian Romero yang mencetak gol pembuka bagi Tottenham Hotspur meski akhirnya kalah melawan Arsenal.
@c.v.a**: Mana Caicedo?
@aiden**: Harusnya Caicedo jadi Man of the Match
@anothe**: Di mana Caicedo?
@frann**: Mungkin Caicedo dan Romero itu pemain voli
@mach**: Di mana jagoan saya Romero?
@caleb**: Saya tahu Spurs kalah tapi Romero main brilian
@tomas**: Gila tidak ada Romero
Ironi Chelsea
Betapa ironi situasi yang terjadi di Chelsea saat ini menjelang bursa transfer musim panas.
Pasalnya, Chelsea mendambakan pemain lulusan akademi Manchester City.
Namun para bintang dari akademi Chelsea sendiri malah akan dijual.
Misalnya bek Fulham Tosin Adarabioyo yang tinggal selangkah akan bergabung dengan Chelsea.
Sebelumnya, sudah ada lulusan akademi Manchester City seperti Romeo Lavia dan Cole Palmer.
Sedangkan Chelsea sendiri dirumorkan kuat akan segera menjual pemain akademinya sendiri, yakni Trevoh Chalobah.
Bahkan pemain yang berperan penting untuk skuad musim 2024/2025 seperti Conor Gallagher juga berpotensi untuk dijual.
Alasannya, Chelsea ingin menghindari pelanggaran finansial serta ingin mendapat pemasukan untuk membangun skuad.
Kabar soal transfer Conor Gallagher ini banyak ditentang oleh sejumlah pundit mengingat pentingnya peran sang bintang Inggris di skuad Mauricio Pochettino.
Tosin Adarabioyo Bakal Mirip Nathan Ake
Chelsea yakin, bek Fulham Tosin Adarabioyo, akan sehebat Nathan Ake di Manchester City.
Kini tinggal menghitung hari saja untuk Tosin Adarabioyo resmi memakai jersey biru Chelsea.
Tosin Adarabioyo yang merupakan lulusan akademi Manchester City juga pernah dipuji oleh Pep Guardiola.
Dikabarkan Daily Mail, Chelsea memprediksi Tosin Adarabioyo nantinya akan mengikuti jejak Nathan Ake.
Nathan Ake sebelumnya membela Chelsea sejak di skuad muda hingga yang terakhir dibeli oleh Bournemouth.
Kariernya semakin gacor kala bergabung dengan skuad Pep Guardiola tahun 2020.
Meski termasuk mudah cedera, namun musim ini Nathan Ake sudah tampil dalam 44 laga dengan sumbangan tiga gol dan dua assist.
Bintang Belanda itu adalah contoh bek modern bagi para bek lain, yang mana ia begitu nyaman dengan penguasaan bola.
Kemampuan itu juga dimiliki oleh Tosin Adarabioyo yang sesuai dengan harapan calon pelatih Chelsea Enzo Maresca.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Pep Guardiola pernah melontarkan pujian untuk Tosin Adarabioyo.
Bos Manchester City itu senang melihat etos kerja Tosin Adarabioyo yang begitu bersemangat saat latihan.
Pujian itu diungkapkan Pep Guardiola pada 2016 lalu, yakni saat sang bek masih berumur 18 tahun.
"Dia itu orangnya baik. Pemikirannya terbuka. Dia mau mendengarkan. Dia itu latihan setiap hari semangatnya seperti itu latihan terakhir dalam hidupnya."
"Dan saya suka bekerja dengan orang-orang seperti ini. Dia punya masa depan cerah di depannya."
"Saat melawan Bayern Munich dan Borussia Dortmund, dia main sangat bagus," pujinya via MEN Sport.
Alasan Tosin Adarabioyo PIlih Chelsea
Apa alasan bek Fulham, Tosin Adarabioyo, lebih memilih Chelsea ketimbang Newcastle United?
Padahal, Newcastle United yang lebih dulu mendekati target utamanya yang juga diinginkan Manchester United tersebut.
Dikabarkan talkSPORT, Newcastle United berharap bisa memboyong Tosin Adarabioyo serta bek Bournemouth Lloyd Kelly.
Kini malah Chelsea yang akan mempersatukan kembali Tosin Adarabioyo dan Enzo Maresca, di mana keduanya pernah bekerjasama di skuad muda Manchester City.
Kabarnya, Tosin Adarabioyo lebih memilih Chelsea karena lebih banyak unsur Manchester City.
Ia juga akan kembali bertemu dengan Cole Palmer serta Romeo Lavia.
Direktur sepak bola, Joe Shields, juga termasuk yang berperan besar karena ia dulunya adalah kepala perekrutan di Etihad Stadium.
Meski akan membeli pemain dari akademi Manchester City, Chelsea justru akan menjual pemain dari akademinya sendiri.
Yakni Trevoh Chalobah yang kini diincar Manchester United dan Bayern Munich.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.