Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sopir di Papua Tengah Tewas Ditembak KKB: Postur Tubuh dan Rambut Cepak Dikira Intel

Diduga Rusli menjadi korban salah tembak lantaran terlihat seperti aparat keamanan karena berambut cepak

Dok Facebook Netizen
Kolase foto Rusli dan mobilnya yang dibakar KKB di Kopo Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (11/6/2024), dikira intel karena postur tubuh dan rambut cepak. (Facebook) 

TRIBUNTERNATE.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Undius Kogoya, di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menembak dan membakar sebuah mobil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (11/6/2024) siang dengan korban tewas atau sopir mobil bernama Rusli (48).

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kini jenazah telah dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala Dusun Pabaeng-baeng, Hendrik (37), membenarkan Rusli merupakan warganya yang merantau ke Papua Tengah.

Diduga Rusli menjadi korban salah tembak lantaran terlihat seperti aparat keamanan karena berambut cepak.

"Kemungkinan dikira intel karena model potongan rambutnya (model cepak)," paparnya, Rabu (12/6/2024), dikutip dari TribunPapua.com.

Hendrik menjelaskan, postur tubuh korban juga tinggi dan berisi sehingga terlihat seperti anggota Polri atau TNI.

Sebelum ditembak, korban sempat berpapasan dengan temannya sesama sopir, Emang.

Rusli Korban KKB Papua2
Mobil Rusli yang dibakar KKB di Kopo Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (11/6/2024). (Facebook)

"Emang dan Rusli sempat berlawanan arah (papasan) lalu tidak lama kemudian Rusli (korban) menelpon Emang," sambung Hendrik.

Saat itu, Rusli menelpon Emang dengan nada ketakutan dan mengaku sedang terancam akan dibunuh.

"Ancamannya bahwa saya akan dibunuh, itu yang dia bahasakan ke temannya atas nama Emang," tuturnya.

Selang beberapa menit kemudian, Rusli ditembak dan mobil yang dikendarainya dibakar KKB.

Pelaku Diburu

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Faizal Ramadhani, mengatakan korban tinggal di kompleks terminal Kampung Madi dan sedang mengendarai mobil di wilayah Paniai.

"Korban adalah warga sipil yang merupakan sopir. Pembakaran serta penembakan di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur," paparnya, Rabu (11/6/2024), dikutip dari TribunPapua.com.

Sementara Kasatgas Humas OpsDamai Cartenz, AKBP Bayu Suseno, menyatakan kasus penembakan dan pembakaran mobil dilaporkan warga yang melihat ada kepulan asap.

"Sopirnya dalam keadaan tersungkur di dalam mobil serta terdengar bunyi suara tembakan," bebernya.

Warga juga melihat 10 anggota OPM membawa senjata api pergi ke pinggir jalan.

"Sehingga membuat masyarakat yang melihat kejadian tersebut meras takut dan langsung kembali ke arah kampung Madi," tuturnya.

Jenazah Rusli kini telah dievakuasi ke RSUD Paniai, dan petugas kepolisian masih memburu pelaku penembakan.

"Kami menegaskan bahwa akan terus melakukan langkah-langkah penindakan dan penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap OPM, pelaku penembakan dan pembakaran ini," tegasnya.

Kepala Desa Bulusibatang, Faisal Wahidin, mengatakan istri korban masih terdaftar sebagai warga Jeneponto.

"Kalau istrinya aslinya memang wargaku di Dusun Allu Loe, suaminya (Rusli) asli Desa Kareloe," tukasnya.

Korban dan istrinya kemudian pindah ke Kabupaten Gowa, Sulsel.

Selang beberapa tahun, korban merantau sendirian ke papua.

"Cuma dia tinggal di Pallangga di Gowa, suaminya berangkat, istri dan anaknya tinggal di Gowa," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sopir di Papua Tengah Tewas Ditembak KKB, Dianggap Intel karena Potongan Rambut Cepak

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJeneponto.com/Agung Putra)

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved