Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Euro

Micah Richards Timpali Gary Lineker yang Protes Gallagher, Ex Man City: Inggris Butuh Cole Palmer

Mantan bintang Manchester City, Micah Richards, menimpali ucapan mantan bintang Tottenham Hotspur, Gary Lineker.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
X CFCNewsReport
Pemain Chelsea Cole Palmer dan Conor Gallagher. Mantan bintang Manchester City, Micah Richards, menimpali ucapan mantan bintang Tottenham Hotspur, Gary Lineker. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan bintang Manchester City, Micah Richards, menimpali ucapan mantan bintang Tottenham Hotspur, Gary Lineker.

Awalnya, Gary Lineker memprotes keputusan pelatih Inggris, Gareth Southgate, saat memainkan Conor Gallagher.

Conor Gallagher yang menggantikan Trent Alexander-Arnold pada menit ke-69 dianggap bukan keputusan tepat.

Baca juga: Rio Ferdinand Sepakat Fabregas, Pertanyakan Pemain Chelsea Cole Palmer Kontrol Bagus Malah Nganggur

Baca juga: Kenapa Conor Gallagher Dimainkan, Gary Lineker Protes Southgate: Bintang Chelsea Tidak Dibutuhkan

Micah Richards menimpali, pemain yang seharusnya dimainkan saat itu adalah Cole Palmer.

Diketahui, baik Trent Alexander-Arnold atau Conor Gallagher sebenarnya sama-sama tampil kurang maksimal.

Namun, Gareth Southgate malah bangga mantan anak asuh Jurgen Klopp itu bisa beradaptasi di lini tengah.

"Dia tampil bagus. Saya harus bilang bahwa dia itu rajin dalam mendapatkan posisi yang tepat."

"Jelas Jude itu lebih banyak maju, jadi saya pikir Trent beradaptasi dan menyesuaikan diri di posisinya sangat bagus."

"Memainkan bola dengan baik, jelas dia punya usaha keras untuk mencetak gol," pujinya via The Standard.

Lebih lanjut, sang pelatih juga memuji Conor Gallagher karena dianggap lebih cepat di menit-menit akhir.

"Pada akhirnya kami membutuhkan tenaga yang masih segar, Conor bisa mengejar bola dengan cepat."

"Kami kan punya tim dan kami harus menggunakannya," tandasnya.

Menanggapi komentar itu, Gary Lineker punya pandangan lain, bahwa Conor Gallagher justru tidak bisa diandalkan untuk momen kritis itu.

"Itu laga yang aneh. Satu hal yang tidak mereka lakukan adalah mepertahankan bola dan tiba-tiba Anda malah membawa masuk pemain yang mungkin kurang bisa menjaga bola, yang mana itu keputusan ganjil."

"Dia bilang setelah laga bahwa dia butuh perlindungan, dia butuh kaki baru. Saya tidak setuju dengannya."

"Saya pikir kita malah butuh pemain yang bisa menenangkan pertandingan," kritik Gary Lineker via The Rest Is Football.

Micah Richards langsung menimpali, "Kita itu butuhnya Palmer. Itu adalah momen laga untuk Palmer bisa merebut bola."

Rio Ferdinand Sepakat Cesc Fabregas

Duo legenda, Rio Ferdinand dan Cesc Fabregas, sepakat tidak setuju untuk keputusan pelatih Inggris, Gareth Southgate, tidak memainkan Cole Palmer.

Legenda Manchester United dan legenda Arsenal itu sama-sama menyebut Cole Palmer adalah pemain yang memiliki kontro bagus terhadap bola.

Sedangkan Inggris saat melawan Serbia, terutama di babak kedua, mulai sering kehilangan bola.

Gareth Southgate memainkan Phil Foden, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Declan Rice, Trent Alexander-Arnold di lini tengah.

Sedangkan garda terdepan ada sang kapten, Harry Kane.

Inggris hanya mampu menang tipis 1-0 melalui gol Jude Bellingham pada menit ke-13.

Di babak kedua, pergantian gelandang hanya ada Conor Gallagher untuk Trent Alexander-Arnold, Jarrod Bowen untuk Bukayo Saka, dan Kobbie Mainoo untuk Jude Bellingham.

Rio Ferdinand menyebut, skuad Inggris membutuhkan pemain yang jago dalam kontrol bola.

Sedangkan pemain dari bangku cadangan yang potensial ada Kobbie Mainoo dan Cole Palmer.

Menurutnya, mantan bintang Manchester City itu seharusnya bisa berperan seperti Dusan Tadic setelah menggantikan Aleksandar Mitrovic.

"Pertandingan itu lebih butuh banyak penguasaan. Ke mana para pemain yang bisa melakukan itu? Kobbie Mainoo mungkin termasuk, (seharusnya masuk) lebih awal saat dibutuhkan."

"Tapi seseorang seperti Cole Palmer yang agak songong dan arogan untuk bilang 'beri saya bolanya' (kenapa tidak dimainkan?)."

"Cara Tadic masuk (dari bangku cadangan) untuk Serbia, dia masuk dan bilang 'beri saya bolanya, saya yang akan menyalurkan bola itu untuk kalian'," ujarnya via metro.co.uk.

Sepaham dengan Rio Ferdinand, Cesc Fabregas menekankan betapa Inggris sangat membutuhkan Cole Palmer.

"Kalau Anda ingin menyiratkan pesan dengan memainkan gelandang bertahan atau menambah bek untuk mempertahankan hasil, Anda sebagai pemain akan merasakan dampaknya."

"Secara mental Anda jadi mundur, lebih banyak kehilangan bola."

"Tapi, kalau Anda memasukkan pemain ofensif, seperti Palmer, dia masuk lapangan dan mengontrol bola di sepertiga akhir laga."

"Kalau begitu saya rasa para pemain bisa jauh lebih nyaman," kritiknya via football.london.

Sindiran soal Cole Palmer

Mantan penyerang Chelsea, Chris Sutton, sempat melontarkan sindiran untuk pelatih Inggris, Gareth Southgate.

Chris Sutton menyebut tidak biasa Gareth Southgate mau memainkan pemain baru seperti bintang Chelsea, Cole Palmer.

Seolah membalas sindiran itu, setelah Gareth Southgate memainkan Cole Palmer di laga uji coba, nama bintang Chelsea malah tidak tampak di starter matchday 1 Inggris vs Serbia.

Sindiran itu dilontarkan Chris Sutton gara-gara selama ini sang pelatih selalu mengutamakan pemain yang memang sudah kerap dipilih.

Tidak peduli bagaimana performa di klub masing-masing, misalnya seperti Jordan Henderson, Harry Maguire, hingga Kalvin Phillips.

Maka dari itu, tidak jarang para fans Timnas Inggris dibuat kesal dengan daftar skuad lantaran minim perubahan.

Dalam wawancara itu, Chris Sutton juga mengungkapkan soal keraguannya atas kemampuan Cole Palmer dari Manchester City ke Chelsea.

Kini, Cole Palmer bisa dibilang menjadi salah satu pemain paling penting.

Ketika membahas soal EURO 2024, Chris Sutton jadi semakin yakin bahwa pilihan Gareth Southgate sudah tepat untuk memainkan Cole Palmer.

Meski Cole Palmer sempat tampil kurang memuaskan dalam laga persahabatan melawan Islandia yang berujung kekalahan 1-0.

"Musim ini Cole Palmer pindah ke Chelsea, saya sempat tidak yakin bagaimana kepindahannya bisa berjalan baik. Saya pikir kini dia menjadi mukjizat."

"Kemudian Gareth, dalam skuad yang ini, dia telah melakukan sesuatu yang mungkin belum pernah dia lakukan sebelumnya, yakni memilih pemain yang memang sedang bagus-bagusnya."

"Kalian tahu kan dia itu sangat mengutamakan kesetiaan. Saya akan mendorong Palmer untuk masuk ke tim."

"Saya pikir dia adalah pemain yang brilian. Sebagai pemain nomor 10, dia tampil bagus dalam posisi itu," paparnya via BBC.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved