Pemkot Tidore
Cap Ali Ibrahim Minta TPID Tidore Maluku Utara Bangun Kerja Sama Kendalikan Inflasi
Kota Tidore, Maluku Utara berhasil menekan Inflasi dengan melakukan intervensi harga di Pasar-pasar jelang hari-hari besar Nasional dan keagamaan
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Karena sabet penghargaan Top 3, nominasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berprestasi.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Capt Ali Ibrahim meminta TPID untuk perkuat kerja tim dalam pengendalian Inflasi.
"Inflasi merupakan hal yang rentan terjadi kapan saja, olehnya itu saya imbau TPID untuk terus perkuat kerja-kerja tim."
"Pantau perkembangan harga dan stok yang tersedia di pasaran, agar tetap stabil, "pintanya, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Waspada Penipuan, Nama Kajati Maluku Utara Herry Ahmad Pribadi Dicatut OTK
Menurutnya, prestasi diraih saat ini merupakan hasil dari kerja keras TPID dalam pengendalian Inflasi.
"Saya harap kedepannya Insya Allah prestasi ini bisa terus kita dipertahankan, "harapnya.
Sementara itu, Kabag Ekonomi dan SDA Setda Kota Tidore Kepulauan dan juga Sekretaris Tim Teknis TPID, Nurlaila Yasin, mengaku.
TPID Award merupakan sebuah penghargaan dari Presiden RI kepada TPID seluruh Indonesia, yang berprestasi mengendalikan Inflasi.
Di mana dalam pengendalian Inflasi, pihaknya melaksanakan beberapa langkah yang dinilai mampu menekan angka Inflasi.
"Pengendalian Inflasi daerah tersebut melalui enam langkah konkrit Kepala Daerah, dalam hal ini Wali Kota, Bupati maupun Gubernur."
"Alhamdulillah dari tahun 2023, enam langkah konkrit itu sebagian besar telah dilakukan oleh Pemkot Tidore Kepulauan, "ungkapnya.
Lanjutnya, TPID Kota Tidore Kepulauan dalam kerja kerjanya telah melakukan beberapa langkah yang berhasil menekan Inflasi.
Yang salah satunya melakukan intervensi, ketika harga-harga sedang bergejolak di pasar, maupun pada moment-moment tertentu seperti menyambut bulan ramadhan.
Langkah konkrit tersebut menjadi indikator dari pengukuran kinerja TPID, yang kemudian diverifikasi oleh Pemerintah Pusat per wilayah.
Dan Kota Tidore Kepualaun sendiri masuk pada kawasan Nusa Tenggara - Maluku - Papua.
Sambungnya, dari 106 Kota, yang menjadi nominasi adalah 13 Kota, dan dari 13 itu Kota Tidore Kepulauan.
Yang masuk pada kategori Top 3 bersaing dengan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sabu Raijua.
"Sehingga Insya Allah kedepannya kita bisa mempertahankan dan lebih meningkatkan lagi."
"Karena satu langkah konkrit yang Insya Allah akan direalisasikan di tahun ini adalah kerja sama antar daerah."
"Yaitu bekerja sama dengan Kabupaten Halmahera Timur, "ungkapnya.
Untuk Inflasi sendiri, Nurlaila mengatakan, saat ini Kota Tidore Kepulauan berada pada posisi Middle atau menengah.
Baca juga: Calon Gubernur Maluku Utara Husain Sjah Tinjau Renovasi Stadion Gelora Kie Raha Ternate
Yang artinya, tingkat Inflasi tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, meski demikian yang perlu diantisipasi adalah komoditas cabai.
"Karena di seluruh Indonesia, cabai difokuskan menjadi isu nasional, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut."
"Wali Kota menginstruksikan TPID untuk bekerja sama dengan daerah lain, "pungkasnya. (*)
Soal Temuan BPK di Bagian Kesra Tidore, Sahnawi Ahmad Bilang Begini |
![]() |
---|
Pemkot Tidore Jadwalkan Gelar Pasar Murah untuk 5 Kecamatan |
![]() |
---|
Hadiri Konferensi PGME, Ahmad Laiman Dorong Pemenuhan Dokter Spesialis untuk Tidore |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, BPBD Tidore Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan |
![]() |
---|
Tidore Sabet Juara I dan II Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Maluku Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.