Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Conor Gallagher Diincar Atletico Madrid, Rival: Bintang Chelsea Cocok Banget Main Bola Haram Simeone

Sejumlah fans rival menyebut, Conor Gallagher sangat cocok dengan taktik Diego Simeone.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@conorgallagher92
Gelandang Chelsea, Conor Gallagher. Sejumlah fans rival menyebut, Conor Gallagher sangat cocok dengan taktik Diego Simeone. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bintang Chelsea, Conor Gallagher, diincar oleh Atletico Madrid.

Sejumlah fans rival menyebut, Conor Gallagher sangat cocok dengan taktik Diego Simeone.

Dikabarkan pakar transfer Fabrizio Romano, Atletico Madrid adalah klub yang paling mendambakan Conor Gallagher pada musim panas ini.

Baca juga: Pochettino seolah Ga Kerja di Chelsea, Caicedo Bongkar Bobroknya: Kerjaannya Lari sampai Sewa Orang

Baca juga: Sisi Gelap Pochettino Dibongkar Moises Caicedo, Cole Palmer Malah Puji Ex Bos Chelsea: Bantu ke EURO

Atletico Madrid juga sudah mengontak Chelsea untuk berdiskusi soal transfer Conor Gallagher.

Transfer ini tidak akan mudah karena The Blues membanderol harga tinggi untuk sang wakil kapten.

Sejumlah fans rival menganggap, Conor Gallagher cocok dengan gaya bermain 'haram football' atau sepak bola haram Diego Simeone.

Biasanya, formasi tim adalah 5-5-0 demi membuat frustasi lawan yang lebih kuat.

@utdj**: Gallagher itu cocok banget jadi rekrutan Atletico Madrid

@adfo**: Saya bisa bayangkan dia jadi pemain Atletico dan gaya bermain Simeone sempurna baginya

@moe_**: Dia cocok main bola haram

@twot**: Atletico adalah klub yang bisa rekrut pemain untuk main bola haram, ini masuk akal

Beda Kiernan Dewsbury-Hall dan Conor Gallagher

Pemain baru Chelsea, Kiernan Dewsbury-Hall, yang baru direkrut dari Leicester City disebut bisa mengancam posisi Conor Gallagher.

Namun, ternyata Chelsea memandang Kiernan Dewsbury-Hall dan Conor Gallagher adalah dua pemain yang berbeda.

Dikabarkan The Athletic, Chelsea merasa bahwa Conor Gallagher adalah gelandang yang lebih bagus dalam bertahan dan main box-to-box.

Sedangkan Kiernan Dewsbury-Hall lebih bagus dalam hal menyerang seperti posisi pemain nomor 8.

Dengan kelebihan yang berbeda, seharusnya tidak terlalu sulit bagi Enzo Maresca untuk menentukan starting XI.

Namun perlu diingat bahwa di lini tengah juga masih ada Enzo Farnandez, Moises Caicedo, dan Romeo Lavia.

Sisi Gelap Mauricio Pochettino

Sisi gelap mantan pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, diungkapkan oleh pemain The Blues, Moises Caicedo.

Padahal, sejumlah pemain menyatakan begitu sedih Mauricio Pochettino meninggalkan Chelsea.

Seperti mantan pemain Manchester City, Cole Palmer, yang menyebut pelatih asal Argentina itu begitu berjasa baginya.

Secara tidak langsung, Moises Caicedo menyeret mantan pelatihnya, Mauricio Pochettino, yang sudah mundur setelah musim berakhir.

Mulai dari taktik yang keliru hingga Moises Caicedo sampai mempekerjakan orang lain demi memperbaiki permainannya.

Orang yang disewa agen Moises Caicedo itu bertugas untuk meninjau penampilan sang pemain.

Kemudian ditentukan aspek apa saja yang harus dikembangkan agar bisa semakin baik di Chelsea.

Mantan pemain Brighton itu mengaku ambisinya juga terdorong dari harga mahal yang digelontorkan Chelsea untuk dirinya.

Chelsea harus merogoh kocek senilai 116 juta euro atau Rp 2 triliun untuk membawa bintang Ekuador itu.

Moises Caicedo juga menerima gaji 150.000 poundsterling atau Rp 3,1 miliar per pekan.

Gaji itu termasuk dalam 10 besar gaji tertinggi skuad Chelsea 2023/2024.

"Sejak Februari agen saya menyewa orang untuk meninjau ulang laga-laga yang saya jalani dan di mana saya harus berkembang, bagaimana memosisikan diri saya, dan mengembangkan mental."

"Itu membuat tekanan cukup berkurang dari diri saya dan saya juga berpikir 'mereka bayar saya mahal maka saya harus tampil bagus'," ujarnya.

Moises Caicedo mengaku, peran sosok itu begitu besar untuk dirinya bisa semakin gacor di penghujung musim.

Selain itu, Moises Caicedo juga membeberkan perbedaan antara Brighton dan The Blues.

Bagi Moises Caicedo, di Chelsea mengharuskan pemain untuk banyak berlari demi mendapatkan bola.

"Di Brighton semuanya soal taktik, cuma berhubungan dengan bola 'taktik, taktik, taktik'. Di Chelsea kami lari dan lari, itu sangat sulit bagi saya."

"Di Chelsea, saya selalu berusaha lari lebih sering dan dengan Brighton kami selalu mendapatkan bolanya, dengan Chelsea permainan bolanya berbeda dan kami harus lebih banyak berlari," tuturnya via Perro Chelsea.

Sejumlah fans menganggap hal itu tidak wajar dan menyalahkan sistem kepelatihan Mauricio Pochettino.

Bahkan, lebih banyak lari disebut-sebut sebagai penyebab banyak pemain Chelsea yang cedera.

Meski sebelum Mauricio Pochettino melatih di Cobham pun Chelsea sudah didera badai cedera.

Berbeda dengan Moises Caicedo, Cole Palmer justru menganggap sosok mantan bosnya itu begitu berjasa.

Cole Palmer menyebut, Mauricio Pochettino jadi penentu nasibnya hingga kini bisa masuk skuad senior Inggris di EURO 2024.

Cole Palmer adalah salah satu pemain yang berkembang pesat dan menjadi tulang punggung Chelsea di bawah Mauricio Pochettino.

Mantan pemain Manchester City itu begitu sedih kala sang pelatih menyatakan mundur dari jajaran kepelatihan.

"Dia mungkin alasan utama (saya dipanggil Timnas Inggris), karena pelatih yang lain mungkin tidak memberikan saya kebebasan serta kesempatan untuk melakukan apa yang saya lakukan di Chelsea," kenangnya via 90min.com.

Selain Cole Palmer, sang penyerang, Nicolas Jackson juga dikabarkan begitu terpukul atas hengkangnya sang bos.

Bahkan, rumor sampai menyebut Nicolas Jackson ingin hengkang juga gara-gara hal itu.

Moises Caicedo Diserang

Perjalanan karier pemain Chelsea, Moises Caicedo, memang tidak mudah.

Setelah dibeli dari Brighton dengan harga tinggi, Moises Caicedo harus mengalami berbagai cobaan.

Di antaranya adalah performa yang tak kunjung membanggakan.

Jelas kedatangan Moises Caicedo diharapkan para fans Chelsea untuk memperkuat tim.

Alhasil, para fans yang tidak sabar menanti perkembangannya pun kerap melontarkan hujatan pada bintang Ekuador.

Mengingat harga Moises Caicedo yang fantastis lebih dari Rp 2 triliun.

Barulah di penghujung musim era Mauricio Pochettino, Moises Caicedo semakin membuktikan bahwa dirinya pantas berada di Stamford Bridge.

"Di awal musim beberapa dari kami (para pemain) diserang karena kami main tidak bagus dan para fans menyerang kami."

"Susah bagi saya karena saya sampai lebih memilih main di laga tandang dibanding di kandang karena para fans menyerang saya," kenangnya via Perro Chelsea.

Tosin Adarabioyo Bangga pada Cole Palmer

Bek baru Chelsea, Tosin Adarabioyo, turut berbangga atas pencapaian rekan barunya, Cole Palmer.

Cole Palmer turut membantu Timnas Inggris melaju ke babak semifinal EURO 2024.

Diketahui, laga Inggris vs Swiss di babak perempat final EURO 2024 berujung pada adu penalti.

Setelah extra time, kedudukan masih 1-1 dengan gol dari Breel Embolo (75') dan Bukayo Saka (80').

Adu penalti berakhir 5-3 dengan gol pembuka dari Cole Palmer, dilanjutkan Jude Bellingham, Bukayo Saka, Ivan Toney, dan Trent Alexander-Arnold.

Sedangkan Swiss sudah gagal di eksekusi pertama oleh Manuel Akanji, kemudian dilanjutkan gol dari Fabian Schar, Xherdan Shaqiri, dan Zeki Amdouni.

Cole Palmer mengungkapkan rasa bahagianya di akun Instagram dengan foto dirinya serta foto Timnas Inggris.

"Kemenangan yang membanggakan, melaju ke semifinal!" tulisnya di akun @colepalmer10.

Tosin Adarabiyo yang sempat bermain untuk skuad muda Inggris pastilah ikut bangga untuk rekan dan negaranya.

Mantan pemain Fulham itu memberikan emoji dua tepuk tangan yang sudah disukai ratusan fans,

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved