Liga Inggris
Omongan Pertama Enzo Maresca dengan Wesley Fofana dkk Terungkap setelah Chelsea Dikalahkan Madrid
Inilah salah satu dari obrolan penting pertama pelatih Chelsea, Enzo Maresca, dengan anak-anak asuhnya.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Inilah salah satu dari obrolan penting pertama pelatih Chelsea, Enzo Maresca, dengan anak-anak asuhnya.
Pembicaraan itu terungkap setelah penampilan buruk Chelsea saat dikalahkan Real Madrid di laga pramusim.
Yakni soal berapa gol yang berhasil membobol gawang Chelsea musim lalu serta soal lini pertahanan.
Baca juga: Armando Broja Ditolak Wolves, Fans Lega Dengar Kabar Pemain Chelsea: Di Championship Saja Ga Pantas
Baca juga: Fans Chelsea Ngamuk Samu Omorodion Resmi Gabung: Ada Victor Osimhen, Watkins, Solanke tapi Pilih Dia
Enzo Maresca menyebut, garis pertahanan tidak seharusnya setinggi itu dan menganggapnya kebiasaan musim-musim lalu.
"Salah satu rapat pertama saya dengan skuad itu membahas berapa jumlah kebobolan gol musim lalu dengan garis pertahanan sangat tinggi."
"Kami (harusnya) tidak membiasakan garis pertahanan yang sangat tinggi. Itu kebiasaan dari tahun lalu, atau bertahun-tahun lalu, saya tidak tahu."
"Kami berusaha untuk menurunkan garis pertahanan sedikit, biasanya sekitar empat atau lima meter, agar bisa mendapat keuntungan."
"Musim lalu, kami sudah terlalu banyak kebobolan dengan masalah ini. Semoga saja kami bisa menyelesaikannya segera," ujarnya via 90min.com.
Prediksi Nasib Enzo Maresca
Sejumlah fans Chelsea tidak terima kala legenda Liverpool, Jamie Carragher, memprediksi nasib pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Jamie Carragher menyebut, dirinya bakal terkejut jika Enzo Maresca bisa tidak dipecat suatu saat nanti.
Jamie Carragher mengomentari soal buruknya penampilan Chelsea di pramusim.
Ditambah laga pembuka nantinya akan berhadapan dengan Manchester City.
Chelsea sejauh ini baru menang satu kali dari lima laga pramusim.
Chelsea meraih hasil imbang 2-2 melawan Wrexham, kalah 4-1 melawan Celtic, menang 3-0 melawan Club America, serta kalah 4-2 melawan Manchester City.
Laga terakhir nantinya adalah menghadapi Inter Milan.
"Dilihat dari mainnya Chelsea di pramusim, apalagi mereka harus hadapi Man City di laga pertama musim ini."
"Saya bakal kaget kalau Maresca masih menjadi pelatih di akhir musim, bakal sangat kaget," ujarnya via The Overlap.
@myka**: Dia harusnya fokus saja klubnya Liverpool ketimbang bahas Chelsea.
@fahd**: Bukannya ini terlalu dini untuk memprediksi begini?
@curt**: Kenapa dia tidak fokus saja ke Liverpool?
@emma**: Dia selalu terobsesi dengan Chelsea, seolah Chelsea mengambil istri dia
Chelsea Setara Degradasi
Baru menjalani laga pramusim saja Chelsea sudah menuai banyak kritikan baik dari para tokoh atau para fansnya sendiri.
Dari laga-laga uji coba yang telah dijalani di bawah Enzo Maresca, Chelsea disebut memasuki era paling buruk.
Bahkan, saking buruknya, era Chelsea yang sekarang nyaris bisa disamakan dengan masa-masa degradasi.
Dikabarkan bbc.com, hal ini disampaikan oleh seorang fans bernama Darryl yang sudah 70 tahun membela The Blues.
Bbc.com mengutip komentar sejumlah fans pada lamannya setelah kekalahan 2-1 dari Real Madrid di Amerika Serikat.
Sejak diambil alih oleh Todd Boehly dari Roman Abramovich, Chelsea memang mengalami perubahan besar-besaran.
Sejumlah pelatih dari Graham Potter hingga kini Enzo Maresca diharapkan bisa menahkodai Chelsea ke arah kejayaan.
Namun, Chelsea malah pertama kalinya berakhir di luar enam besar sejak 1996/1997, yakni pada musim 2022/2023 dengan peringkat 12.
Dari peringkat mengerikan itu lalu berhasil merangkak naik ke peringkat 6 di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Chelsea terakhir mengalami degradasi di musim 1987/1988, keenam kalinya harus keluar dari Liga Premier.
Darryl menyinggung soal degradasi dan membandingkannya dengan masa pramusim saat ini.
"Saya ini suporter Chelsea sudah 70 tahun dan selain masa-masa kita degradasi, saya tidak bisa memikirkan masa terburuk dibanding yang kita jalani sekarang."
"Satu kemenangan dari lima laga pramusim bukanlah pertanda baik di musim mendatang."
"Sepertinya tidak ada orang yang tahu bagaimana caranya memperbaiki masalah yang mengerikan ini."
"Apakah sang pelatih baru bisa memperbaikinya? Siapa yang tahu," komentarnya.
Alasan Chelsea Kesulitan
Apakah alasan Chelsea kesulitan melawan atau setidaknya mengimbangi Real Madrid?
Diketahui, Chelsea kalah 2-1 melawan Real Madrid dalam laga pramusim di Amerika Serikat.
Skuad Carlo Ancelotti mencetak dua gol dari Lucas Vazquez (19') dan Brahim Diaz (27').
Chelsea baru bisa membalasnya lewat gol Noni Madueke melalui assist Enzo Fernandez pada menit ke-39.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menyebut bahwa faktor kebobolan dua gol di awal itu yang membuat kesulitan.
"Ini sulit kalau kita sudah kebobolan satu atau dua gol, selalu mulai dari bawah," ujarnya via football.london.
Meski demikian, Enzo Maresca berpendapat skuadnya ada peningkatan meski lini belakang buruk.
"Tapi secara umum, jika bicara soal permainan kami, kami sudah membaik dan saya cukup senang," tambahnya.
Thiago Silva Dicari
Bek Fluminense, Thiago Silva, belum berlaga namun namanya sudah disebut-sebut di media sosial.
Nama mantan bek Chelsea itu trending gara-gara penampilan mantan klubnya melawan Real Madrid.
Chelsea kalah 2-1 melawan Real Madrid di laga pramusim dan lini belakang menjadi sorotan.
Bahkan, pelatih Chelsea, Enzo Maresca juga terang-terangan menyebut lini pertahanannya bermasalah.
Sejumlah fans Chelsea pun mengungkapkan rasa rindunya kepada bek sekelas Thiago Silva.
@tunny**: Badiashile tidak berusaha sapu bersih bola ini layak banget dijual, dia jelas tidak belajar apa-apa dari Thiago Silva
@inno**: Tinggalkan Chalobah di pramusim dan melepaskan Thiago Silva sangat pengaruh ke lini pertahanan
@enoc**: Kami merindukan Thiago Silva
@musa**: Di momen kebobolan seperti ini barulah menyadari bahwa kita kehilangan pemain seperti Thiago Silva
Enzo Maresca Sadar
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, akhirnya menyadari bahwa lini belakang skuadnya begitu buruk.
Hal itu diungkapkan Enzo Maresca setelah dilibas Real Madrid 2-1 di laga pramusim.
Enzo Maresca menyebut, ada masalah di lini belakang.
Diketahui, Enzo Maresca mengandalkan Filip Jorgensen sebagai kiper serta Malo Gusto, Benoit Badiashile, Levi Colwill, dan Reece James di lini belakang.
Sementara di lini tengah dan depan ada Romeo Lavia, Enzo Fernandez, Raheem Sterling, Christopher Nkunku, Noni Madueke, dan Marc Guiu.
Skuad Carlo Ancelotti mencetak dua gol dari Lucas Vazquez (19') dan Brahim Diaz (27').
Chelsea baru bisa membalasnya lewat gol Noni Madueke melalui assist Enzo Fernandez pada menit ke-39.
Baru babak pertama, sejumlah fans sudah mengkritik lini belakang, terutama kepada Benoit Badiashile dan Levi Colwill.
"Saya rasa secara ofensif kami memainkan laga yang bagus, tapi secara defensif kami punya sejumlah masalah yang perlu kami selesaikan dan sesuaikan."
"Sekali lagi hari ini kami menciptakan enam sampai tujuh peluang bersih. Saya rasa masalahnya lebih ke saat ini."
"Secara defensif kami harus memperbaiki sejumlah hal, lini belakang secara umum," ujarnya via football.london.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.