Liga Inggris
John Stones Terang-terangan Sebut Arsenal Main Kotor, Bek Penyelamat Man City: Sudah Bertahun-tahun
Bek Manchester City, John Stones, mencetak gol penyelamat dalam laga melawan Arsenal.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Bek Manchester City, John Stones, mencetak gol penyelamat dalam laga melawan Arsenal.
Meski tidak mengantongi tiga poin, setidaknya gol penyeimbang John Stones memaksa Arsenal untuk berbagi poin.
Setelah laga, John Stones menjawab soal "ilmu hitam" yang dikait-kaitkan dengan permainan Arsenal.
Baca juga: Joe Hart Menggila Tonton Gol John Stones, Legenda Man City Teriaki Legenda Arsenal Ian Wright
Baca juga: Bernardo Silva Bikin Daftar Kesalahan Wasit yang Untungkan Arsenal Lawan Man City: Ini Paling Ganggu
Arsenal memang banyak mengulur waktu di babak kedua karena sudah ungggul 1-2 namun hanya bermain dengan 10 pemain.
"Saya tidak bilang mereka menguasainya (ilmu hitam) tapi mereka melakukannya dalam beberapa tahun jadi kami sudah menebak hal itu."
"Kalian bisa menyebutnya bermain cerdas atau kotor, terserah bagaimana kalian memandangnya, mereka mengacaukan laga yang melambatkan ritme."
"Mereka melakukan itu untuk menguntungkan mereka, dan untungnya kami menghadapinya dengan sangat bagik," ujarnya via Independent.
Bernardo Silva Sebut Kesalahan
Gelandang Manchester City, Bernardo Silva, menyebutkan semua kesalahan wasit, Michael Oliver, yang berpihak kepada Arsenal.
Bernardo Silva begitu kesal dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan wasit yang merugikan skuad Pep Guardiola.
Bintang Portugal itu sudah firasat tidak enak kala awal babak pertama Rodri dijatuhkan Kai Havertz lalu Thomas Partey.
"Di awal babak pertama kami menyadari apa yang akan terjadi. Kami punya pemain yang cedera setelah mereka menjatuhkan dia dua kali dalam 10 menit," ujarnya via DiscoMirror.
Kesalahan berikutnya adalah saat Michael Oliver memanggil Kyle Walker dan membiarkan tendangan bebas Arsenal yang berujung pada gol Riccardo Calafiori padahal bek tuan rumah belum kembali ke posisinya.
"Kami kebobolan pertama setelah wasit memainggil kapten kami dan tidak membiarkan dia untuk kembali ke posisinya semula."
"Gol kedua juga ada blok ke kiper kami, yang mana diizinkan oleh wasit," tuturnya.
Setelah kehilangan Leandro Trossard, Arsenal terpaksa bermain bertahan dan bola hanya berputar-putar di kotak skuad tamu.
Tidak heran Arsenal yang unggul tampak mengulur-ulur waktu.
"Lalu wasit membiarkan momen-momen pengulur waktu terjadi. Hal yang paling mengganggu saya adalah kami ada banyak pertemuan dengan FA di setiap awal musim."
"Mereka bilang kepada kami untuk mengontrol situasi semacam ini dan akan menghentikan mereka, tapi pada akhirnya kata-kata itu tak ada artinya."
"Mereka bicara banyak tapi tidak ada yang terjadi," tambahnya.
Bernardo Silva Sindir Arsenal
Bernardo Silva melontarkan sindiran tajam untuk Arsenal.
Setelah berlangsung dramatis, Manchester City berhasil menahan imbang Arsenal 2-2.
Bernardo Silva beranggapan, hanya Manchester City yang berusaha untuk menang.
Sedangkan baginya, Arsenal hanya mengandalkan pelanggaran-pelanggaran yang sekiranya masih ditoleransi oleh wasit Michael Olilver.
"Cuma ada satu tim yang datang untuk main bola. Sayangnya, tim yang lain main cuma sampai batas apa yang sekiranya bisa dan masih boleh dilakukan oleh wasit."
"Tapi pada akhirnya kami imbang, itu hasil terbaik yang bisa kami dapat mengingat konteks dari momen-momen terakhir dalam laga."
"Kami tidak senang karena kami maunya tiga poin, tapi secara pribadi saya senang dengan cara kami datang untuk bermain dan menghadapi laga."
"Saya senang kami selalu masuk lapangan dengan berusaha untuk memenangkan setiap laga," sindir sang bintang Portugal.
Mikel Arteta Bikin Emosi
Para fans Manchester City mengamuk gara-gara kata-kata pelatih Arsenal, Mikel Arteta.
Mikel Arteta menyalahkan wasit, Michael Oliver, yang membuat Arsenal jadi kebobolan gol penyeimbang.
Diketahui, babak kedua diisi dengan Manchester City yang terus-terusan menyerang namun lini pertahanan Arsenal begitu rapat dengan hanya 10 orang.
Waktu tambahan adalah tujuh menit, namun gol penyeimbang John Stones terjadi pada menit ke-90+8.
Setelah laga, Mikel Arteta kesal dengan keputusan wasit yang tidak segera menghentikan laga.
"Para pemain sangat kecewa (setelah laga). Mereka sudah mengerahkan segalanya. Mereka sudah berjuang jiwa dan raga di setiap aksinya."
"Tapi mereka malah dihukum di menit akhir, itu kan harusnya 97 (menit) lalu jadi 99 (menit), mereka kecewa," protesnya via ESPN.
Sementara itu jika dilihat lagi, para pemain Arsenal jelas-jelas mengulur-ulur waktu di babak kedua.
Bahkan Declan Rice sampai mendapat kartu kuning gara-gara menunda restart laga di menit ke-83.
David Raya juga mengulur waktu dengan gesturnya di setiap penyelamatan.
Belum lagi David Raya juga sempat cedera dan harus ditangani tim medis yang tentunya akan memperlama laga.
Serta Jurrien Timber yang juga sempat tampak cedera sebelum menit ke-90.
Hal-hal itulah yang digunakan para fans Manchester City untuk membela timnya dan merasa begitu kesal dengan Mikel Arteta.
@amos**: Kalau menurutmu waktu tambahan harusnya kurang dari itu, mending kamu pindah ke olahraga lain
@stev**: Laganya belum di-restart dari menit ke-89.44 sampai 91.48, tujuh menit (tambahan) belum dimulai sampai menit ke-92. Raya sendiri yang mengulur waktu sampai 10 menit
@c801**: Tukang botol banyak akting pada di menit 89:30, sementara para pecundang pura-pura cedera dan papan menunjukkan angka tambahan 7 menit. Laga dimulai baru pada 91:30, bahkan orang bodoh saja tahu artinya bahwa laga akan berakhir pada menit ke-99
@noa**: Mikel, kamu pasti tidak nonton laganya saat Jurrien Timber "cedera" tepat sebelum menit ke-90, hampir 2 menit dihabiskan sampai dia dicadangkan
Rodri Cedera ACL
Gelandang bertahan Manchester City, Rodri, diduga mengalami cedera ACL dalam laga melawan Arsenal.
Rodri duel di kotak dengan Thomas Partey yang membuat bintang Spanyol itu terjatuh dan meringis kesakitan.
Padahal, saat laga berlangsung baru lima detik, Rodri sudah kesakitan gara-gara disikut oleh Kai Havertz hingga tim medis harus turun.
Di pertengahan babak pertama, tim medis kembali turun dan Rodri terus memegangi lututnya.
Rodri harus digantikan oleh Mateo Kovacic pada menit ke-21.
Setelah laga, pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengaku belum bicara dengan dokter.
Pep Guardiola hanya menekankan bahwa Rodri memang merasa kesakitan sampai meminta dicadangkan.
Dari akun X Football Injury Analysis, muncul dugaan bahwa Rodri mengalami robek ACL atau cedera meniscus.
Hal itu dianalisis dari proses kejadian jatuhnya Rodri saat duel.
Jika benar demikian, maka Rodri harus absen selama sembilan bulan lebih.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.