Liga Inggris
Cole Palmer Pemain Inggris Terbaik, Danny Murphy: Bintang Chelsea Bagus, tapi Harusnya Bellingham
- Bintang Chelsea, Cole Palmer baru saja mendapatkan gelar Pemain Inggris Terbaik Tahun 2023/2024.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Bintang Chelsea, Cole Palmer baru saja mendapatkan gelar Pemain Inggris Terbaik Tahun 2023/2024.
Menanggapi hal itu, mantan pemain Liverpool, Danny Murphy, ternyata kurang setuju.
Danny Murphy beranggapan, bintang Real Madrid, Jude Bellingham lebih layak mendapatkan gelar tersebut.
Baca juga: Darren Ambrose Sebut Cole Palmer Belum Kelas Dunia, Ex Newcastle: Meski Bintang Chelsea Sensasional
Baca juga: Martin Zubimendi Calon Pengganti Rodri di Man City, Bintang Real Sociedad: Saya Tahu Solusi Terbaik
"Saya suka Cole Palmer. Dia adalah pemain favorit saya saat ini. Dia itu calon pemenang dunia."
"Tapi Jude Bellingham adalah pemain terbaik tahun lalu untuk Inggris. Dia pemain paling penting," ujarnya via talkSPORT.
Adapun nominasi teratas adalah Cole Palmer, disusul Jude Bellingham, lalu winger Arsenal Bukayo Saka.
Bukayo Saka adalah pemain yang menyabet gelar itu dua tahun berturut-turut.
Cole Palmer adalah pemain Chelsea pertama yang memenangkan gelar ini setelah Ashley Cole pada tahun 2010.
Mantan pemain Manchester City itu mencatatkan debutnya di tim senior saat menang melawan Malta 2-0 pada November 2023.
Cole Palmer sempat tampil lima kali di EURO 2024 dan mencetak dua gol.
Cole Palmer Belum Kelas Dunia
Cole Palmer ternyata belum layak disebut pemain kelas dunia.
Hal ini diungkapkan mantan pemain Newcastle United, Darren Ambrose.
Darren Ambrose mengakui jika Cole Palmer memang sosok pemain yang sensasional dengan segala pencapaiannya.
Musim pertamanya di Chelsea, Cole Palmer menyumbangkan 25 gol dan 15 assist dari 46 penampilan dari semua kompetisi.
Di musim ini, pemain 22 tahun itu mencatatka enam gol dan lima assist dari sembilan laga.
"Dia adalah pemain yang sensasional dan dia bakal (menjadi kelas dunia). Dia punya potensi yang sangat besar."
"Tapi untuk menjadi pemain kelas dunia, kamu harus melakukannya (tampil bagus) untuk waktu yang lebih lama dari satu musim, (bukan hanya) satu setengah musim."
"Itulah kondisi Cole Palmer saat ini, sudah seperti kelas dunia. Tapi bukan berarti kamu sudah kelas dunia," komentarnya via talkSPORT.
Danny Mills soal Cole Palmer
Mantan pemain Manchester City, Danny Mills, mengklaim tahu alasan Cole Palmer memilih hengkang dari Etihad Stadium.
Danny Mills menyebut, Cole Palmer ada masalah dengan sang pelatih, Pep Guardiola.
Hal itu berhubungan dengan perbedaan pemikiran soal gaya bermain di lapangan.
Di mana Cole Palmer ingin posisi lebih bebas, sedangkan Pep Guardiola lebih tertib.
"Saya pikir masalah dia di Manchester City adalah Pep itu suka bermain dengan gaya tertentu dan Pep tidak suka dengan pemain yang posisinya bebas."
"Itulah kenapa dia menempatkan Jack Grealish di posisi yang sangat buruk dan dia mengubah gaya bermainnya nyaris total dari Jack yang dulu."
"Saya rasa Cole Palmer tidak berkenan melakukan itu dan tidak rela berubah untuk menjadi pemain yang bakal bertahan di posisi itu dan kerja keras serta melakukan apa yang diperintahkan."
"Dan saya pikir ada perselisihan antara dia dan Pep, di mana dia tidak mau melakukan apa yang diinginkan Pep darinya, itulah kenapa Pep akhirnya membiarkan dia pergi," ujarnya via talkSPORT.
Setelah jarang dimainkan di Manchester City, Cole Palmer langsung mendapat tempat utama di tim Mauricio Pochettino.
Prediksi Cole Palmer
Apa alasan legenda Manchester United, Gary Neville, meyakini bahwa gelandang Chelsea, Cole Palmer, bakal kewalahan berlaga di Anfield Stadium?
Gary Neville memprediksi, Cole Palmer tidak akan sebebas biasanya saat menghadapi Virgil van Dijk dan kawan-kawannya.
Adapun laga Liverpool vs Chelsea akan digelar pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Kepada NBC Sports, Gary Neville berpendapat bahwa skuad Arne Slot bakal mempersulit Cole Palmer.
"Anfield adalah tempat paling sulit untuk mendapatkan ruang. Kalian pikirkan cara bermain Cole Palmer dan bagaimana dia selalu tampak punya kesempatan dengan bola."
"Bakal menarik melihat bagaimana dia bisa melakukan itu di Anfield. Mereka (Liverpool) bakal sangat agresif terhadapnya dan mengujinya," jelas sang legenda.
Harga Cole Palmer Sekarang
Berapakah harga Cole Palmer yang kini menjadi pemain andalan Chelsea?
Mantan kiper Manchester United, Ben Foster, memperkirakan harga mantan pemain Manchester City itu.
Chelsea membeli Cole Palmer dari Manchester City seharga 47 juta euro atau Rp 801 miliar.
Ben Foster yakin bahwa Chelsea memang tidak akan rela menjual Cole Palmer.
Meski demikian, ia memperkirakan harga yang sangat fantastis untuk sang bintang Inggris.
"Chelsea tidak akan menjualnya. Dia punya kontrak sembilan tahun."
"Mereka tidak akan menjualnya di bawah 150 juta poundsterling (Rp 3 triliun)."
"Itu harga yang harus dibayar kalau mau mengambilnya dari sana," ujarnya via kanal YouTube-nya sendiri.
Ben Foster menambahkan, Cole Palmer kemungkinan besar tidak akan merapat ke klub Liga Premier lain.
Prediksinya, pemain 22 tahun itu mau merapat ke Barcelona atau Real Madrid.
Kritik Jadon Sancho
Mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, sampai rela menonton laga melawan Nottingham Forest di Stamford Bridge demi mengamati Jadon Sancho.
Tony Cascarino berpendapat, Jadon Sancho bagus namun tidak bisa menyulitkan kubu Nottingham Forest.
Baginya, Jadon Sancho masih di bawah ekspektasi Chelsea untuk agresif menyerang.
"Tidak ada yang bisa dikeluhkan, atau yang bisa pundit komentari saat menganalisis di televisi."
"Tapi dia itu bermain untuk Chelsea, ini adalah klub yang punya ekspektasi tinggi dari pemainnya, terutama lini serang."
"Kalau main bagus saja, seperti dia, itu jadi masalah. Kenyataannya dia itu membuat mudah bek kanan Nottingham Forest Ola Aina untuk menghadapi dia," kritiknya via metro.co.uk.
Lebih lanjut, Tony Cascarino juga membandingkan mantan pemain akademi Manchester City itu dengan Noni Madueke.
Di mana Noni Madueke menyumbang satu gol dari assist Cole Palmer dalam laga yang berakhir 1-1 tersebut.
Tony Cascarino berpendapat, Noni Madueke lebih berani agresif saat bermain.
Maka dari itu penampakan sayap kiri dan kanan Chelsea saat melawan Nottingham Forest tampak sangat berbeda.
Sebenarnya, pemain pinjaman dari Manchester United itu cukup berkontribusi di tim.
Seperti saat menghalangi Ryan Yates dan Ola Aina.
Tony Cascarino menganggap Jadon Sancho kurang bisa mengintimidasi lawan.
"Tidak perlu dipertanyakan bahwa Sancho adalah pemain yang bagus, dan sentuhannya itu hampir selalu berpengaruh, tapi dia mainnya terlalu konservatif."
"Dia tidak pernah berduel fisik dengan Aina dan tidak pernah benar-benar menghalanginya."
"Sancho sebenarnya tidak lamban tapi dia tidak punya agresivitas yang cepat untuk menghadapi para bek," kritiknya via The Times.
Tony Cascarino membandingkannya dengan Noni Madueke yang bisa bermain dengan lebih berani.
"Sangat kontras jika dibandingkan dengan Noni Madueke di sayap satunya, ia terus menekan bek sayapnya sepanjang laga, dan Forest jadi merasa seperti harus berjuang keras untuk menahannya."
"Madueke jauh lebih berani daripada Sancho, ia mampu mencapai garis pertahanan dan selalu berusaha menghadapi bek lawan," tuturnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pemain-Real-Madrid-Jude-Bellingham-dan-pemain-Chelsea-Cole-Palmer.jpg)