Liga Champions
Satu-satunya Masalah Matheus Nunes, Bos Man City Guardiola: Pelatihnya Tidak Beri Waktu Dia Bermain
Hal ini diungkapkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, setelah kemenangan 5-0 melawan Sparta Praha di Liga Champions.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang Manchester City, Matheus Nunes, disebut hanya punya satu masalah.
Hal ini diungkapkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, setelah kemenangan 5-0 melawan Sparta Praha di Liga Champions.
Gol dibukukan oleh Phil Foden (3'), Erling Haaland (58', 68'), John Stones (64'), dan Matheus Nunes (penalti 88').
Baca juga: Matheus Nunes Super Gacor, Sumbang 1 Gol 2 Assist Man City vs Sparta, Fans: Mau Bayar Lagi ke Wolves
Baca juga: Mykhailo Mudryk Absen, Enzo Maresca Ditanya soal Cedera Jelang Chelsea vs Panathinaikos
Tak hanya menyumbangkan satu gol, Matheus Nunes juga memberikan dua assist untuk gol John Stones dan gol kedua Erling Haaland dari sayap kiri.
Setelah laga, Pep Guardiola memuji mantan pemain Wolves itu.
Mantan bos Barcelona itu menuturkan sosok Matheus Nunes yang ceria dan akrab dengan semua pemain.
Dari segi kualitas bermain, Matheus Nunes bahkan disebut setara Erling Haaland.
"Dia punya kualitas yang spesifik. Untuk transisinya, dia secepat Erling. Saat dia berlari 30-40 meter, tidak ada yang bisa menghentikannya."
"Dia punya kualitas istimewa yang tidak kami miliki. Itulah mengapa kami membutuhkannya dan dia bisa bisa bermain di banyak posisi."
"Satu-satunya masalah yang dia miliki cuma satu, yaitu pelatihnya yang tidak memberi dia waktu yang berhak dia dapatkan."
"Dia selalu siap dan bisa membantu kami. Dengan kondisi yang kami punya sekarang, dengan 15 pemain ditambah kiper yang siap, ini penting untuk memiliki dia di tim," tuturnya via mancity.com.
Setelah laga melawan Sparta Praha tersebut, Matheus Nunes juga langsung banjir pujian.
@ewan**: Matheus Nunes, kamu bikin saya berdiri dari kursi untuk beri tepuk tangan. Wolves, bolehkah kami membayarmu 50 juta poundsterling lagi?
@that**: Bagaikan roket, lihatlah Pep tersenyum seperti kakak yang bangga. Saya suka gol Nunes
@dxbr**: Matheus Nunes pantas dihormati, ini performa kelas dunia
@1mci**: Saya punya firasat Matheus Nunes bakal menjadi pemain yang sangat penting untuk kita musim ini
Phil Foden Jarang Dimainkan
Apakah penyebab sebenarnya, kenapa gelandang Manchester City, Phil Foden, jarang dimainkan oleh Pep Guardiola?
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengindikasikan bahwa Phil Foden memang sempat mengalami kesulitan.
Diketahui, Phil Foden saat ini mencatatkan delapan penampilan dengan satu gol dan dua assist.
Namun, Phil Foden baru satu kali dimainkan 90 menit penuh dan lebih sering main dari bangku cadangan.
Performa terakhir adalah dalam laga melawan Wolves, di mana pemain 24 tahun itu bermain 24 menit dengan sumbangan assist untuk gol penyelamat John Stones.
Phil Foden memang sempat dikabarkan mengalami sakit saat laga Manchester City vs Ipswich Town serta demam menjelang laga Inggris vs Irlandia.
Diduga sakit yang diderita Phil Foden itu dampaknya berkepanjangan.
Pep Guardiola menjelaskan bahwa anak asuhnya itu harus secara bertahap untuk bisa tampil maksimal seperti dulu.
"Dia bakal segera kembali, dia sudah merasa sangat baikan. (Dibuktikan dengan) lama menit dia bermain di laga terakhir contohnya."
"Phil, kalian langsung menyadari saat dia bahagia dan sehat, serta mentalnya bagus di momen yang tepat, kalian pasti tahu dia semakin membaik dan membaik," ujarnya via manchestercity.news.
Senang tanpa Rodri
Pep Guardiola mengungkapkan perasaan soal skuadnya berjuang tanpa sang gelandang bertahan, Rodri.
Sejak laga melawan Arsenal, Rodri dinyatakan cedera ACL dan harus absen sampai akhir musim.
Kini, menjelang laga Manchester City vs Sparta Praha di Liga Champions, Pep Guardiola malah mengaku bahagia tanpa Rodri.
Bagi Pep Guardiola, sejauh ini Ruben Dias dan kawan-kawannya masih bisa menyiasati kekurangan untuk bisa menang meski dengan terseok-seok.
"Lebih dari bahagia. Ada banyak sekali hal yang sangat saya suka. Dalam momen-momen buruk, mereka paham apa yang harus mereka lakukan."
"Memang tidak bagus, itulah yang harus diperbaiki dan kami masih berusaha memperbaiki," ujarnya dalam jumpa pers.
Hikmah Manchester City
Winger Manchester City, Jack Grealish, mengaku Wolves menjadi mengubah permainan saat melawan timnya.
Sedangkan penampilan Wolves saat melawan Chelsea dan Liverpool berbeda.
Diketahui, Manchester City baru saja menang 2-1 melawan Wolves di Molineux Stadium.
Gol pembuka dicatatkan oleh Jorgen Strand Larsen ('7) yang kemudian dibalas oleh Josko Gvardiol (33').
Manchester City kesulitan menambah keunggulan gara-gara skuad Gary O'Neil mengandalkan pertahanan di area mereka sendiri.
Jose Sa dan kawan-kawan berkali-kali melakukan penyelamatan dari teror tim tamu.
Hingga akhirnya skuad Pep Guardiola unggul di menit terakhir dengan sundulan John Stones.
Di awal musim, Wolves sempat kalah telak 2-6 melawan Chelsea serta kalah tipis 2-1 kontra Liverpool.
Jack Grealish menganggap bahwa pertahanan Wolves lebih diandalkan kuat-kuat untuk menghadapi Manchester City ketimbang di laga-laga mereka sebelumnya.
Sang winger menganggapnya sebagai hikmah karena seperti pujian bagi skuad Manchester City yang kuat dalam menyerang.
"Kami tampaknya membuat tim-tim lawan jadi lebih banyak mengandalkan pertahanan di belakang bola."
"Wolves main melawan Chelsea dan Liverpool, dan di kedua laga itu mereka bermain dengan sangat terbuka."
"Lalu mereka main melawan kami dan mereka menaruh banyak orang untuk bertahan di belakang bola."
"Kami akan menganggap itu sebagai pujian!" ujar Jack Grealish.
Fans Setuju Jack Grealish
Sejumlah fans Manchester City setuju dengan ucapan sang winger, Jack Grealish.
Jack Grealish mengaku tidak peduli dengan kekalahan Arsenal.
Seperti diketahui, Arsenal baru saja dikalahkan Bournemouth 2-0, sedangkan sehari setelahnya, Manchester City menang 2-1 melawan Wolves.
Saat ini, Manchester City berada di posisi kedua klasemen dengan 20 poin, sedangkan Arsenal di bawahnya selisih tiga poin.
Jack Grealish mengaku skuadnya tidak peduli dengan kekalahan Arsenal.
Bagi mantan kapten Aston Villa itu, belum ada yang bisa diprediksi dengan musim yang baru berjalan seperempat.
"Jujur saja, kami tidak memikirkan mereka. Mungkin kalau itu terjadi menjelang akhir musim, mungkin itu bisa menjadi pekan yang besar."
"Tapi kan ini baru Oktober. Kami tahu itu tidak hanya Arsenal. Ada Liverpool dan Chelsea juga. Semua tim papan atas."
"Yang ingin kami lakukan adalah untuk fokus kepada diri kami. Dan untuk bisa menghadapi laga-laga tandang ini serta mencetak gol di menit-menit terakhir rasanya sangat menyenangkan," ujarnya via The Mirror.
Menanggapi ucapan Jack Grealish, sejumlah fans setuju dan menganggap tidak penting untuk memikirkan sang rival.
@dant**: Mereka tidak punya apa-apa, cuma klub kecil yang mencoba agar bisa relevan
@detu**: Inilah mindset pemenang
@bort**: Mereka itu tidak penting, kami tahu mereka tidak akan menang apa-apa lagi, orang-orang pedulinya ya tim terbaik di dunia
@mrse**: Kami hanya memikirkan klub kami sendiri, kami fokus pada diri kami, kenapa kami harus memikirkan yang lain?
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.