Liga Inggris
Arteta Disumpahi Fans Chelsea gara-gara Komentar Begini: Bakal Dipecat, Arsenal Tetap Ga Bisa Menang
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memancing amarah para fans Chelsea gara-gara kalimatnya.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memancing amarah para fans Chelsea gara-gara kalimatnya.
Setelah laga Chelsea vs Arsenal yang berakhir 1-1, Mikel Arteta mengklaim bahwa skuadnya harusnya menang karena dominan.
Meski dari statistik, persentase penguasaan bola hanya selisih tipis dengan tim Enzo Maresca 49 persen dan skuad Mikel Arteta 51 persen.
Baca juga: Ucapan Arteta Bikin Emosi setelah Chelsea vs Arsenal, Frank Leboeuf: Sejak Kapan Kalian Lebih Bagus?
Baca juga: Christopher Nkunku The Next Viktor Gyokeres, Bintang Chelsea Jadi Andalan Ruben Amorim di Man United
"Saya pikir kami mendominasi mereka, saya pikir kami adalah tim yang lebih baik di berbagai fase dan berbagai situasi di laga," keluhnya via arseblog.news.
Mendengar komentar itu, sejumlah fans Chelsea menyumpahi mantan bintang Arsenal tersebut.
@stat**: Arteta jadi delusional dan ini persaingan manajer yang buruk
@davi**: Arteta jelas orang yang tidak peka. Dia tahu dia bakal dipecat segera
@foot**: Tidak peduli apa yang dikatakan Arteta akhir-akhir ini, dia selalu bicara seperti itu dan setiap kali dia bicara seperti itu dia tetap saja tidak bisa menang laga
@cfc_**: Dia sangat tidak menghormati lawan dan dia tidak akan menang apa-apa, saya berani taruhan
Frank Leboeuf Kesal ke Mikel Arteta
Ucapan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah laga imbang 1-1 melawan Chelsea membuat kesal Frank Lebeouf.
Mantan pemain Chelsea itu menyorot kata-kata Mikel Arteta yang menganggap skuadnya lebih baik.
Frank Lebeouf menganggap, Chelsea jelas lebih unggul di laga kandang tersebut.
Dalam wawancara setelah laga, Mikel Arteta menyebut timnya mendominasi tuan rumah.
Dari statistik, persentase penguasaan bola hanya selisih tipis dengan tim Enzo Maresca 49 persen dan skuad Mikel Arteta 51 persen.
Frank Leboeuf terang-terangan tidak suka dengan klaim dari Mikel Arteta yang seolah-olah tidak menganggap perjuangan Chelsea.
"Saya agak kecewa dengan pernyataannya di konferensi pers setelah laga, 'Iya, kami dominan, kami lebih baik dari mereka, kami berhak menang'."
"Sejak kapan? Saya nonton laganya, dan saya bilang wajar (merasa berhak menang) kalau itu (dominan) benar, nyatanya kan tidak."
"Saya merasa Chelsea jauh lebih bagus di babak pertama ketimbang Arsenal, tapi Arsenal memang finishing lebih bagus."
"Karena saya rasa secara fisik, mereka lebih baik ketimbang Chelsea. Tapi secara keseluruhan, siapa yang bilang Arsenal lebih bagus ketimbang Chelsea? Tidak ada," tegasnya via ESPN.
"Kalian tidak dominan kalau cuma gara-gara dua peluang di akhir. Orang itu harus menghormati yang lain kalau mau dihormati," tambahnya.
Mikel Arteta Salahkan
Mikel Arteta menyalahkan diri sendiri dan skuadnya setelah laga imbang melawan Chelsea.
Martin Odegaard dan kawan-kawan hanya bisa menikmati keunggulan 10 menit saat gol Gabriel Martinelli yang kemudian diimbangi oleh Pedro Neto.
Arsenal setidaknya kehilangan delapan poin dari posisi puncak dan hal ini membuat Mikel Arteta tidak senang.
Mikel Arteta mengaku skuadnya tidak seperti biasanya dan perlu segera memperbaiki diri.
"Ini tidak seperti kami. Saya rasa kalau dilihat dari cara kami kebobolan, kami harus menyalahkan diri kami sendiri."
"Itu adalah sesuatu yang bisa kami lakukan dengan lebih baik, apalagi jika kalian tidak mencetak dua atau tiga gol, yang mana pada momen ini kami tidak (mencetak banyak gol)," katanya via football.london.
Kai Havertz Di-bully
Bintang Arsenal, Kai Havertz, sepertinya menjadi sasaran kekesalan para pemain Chelsea.
Dalam laga Chelsea vs Arsenal yang berakhir 1-1, Kai Havertz berkali-kali diteriaki oleh pemain tuan rumah.
Dengan kondisi kepalanya yang diperban gara-gara cedera saat melawan Inter Milan, mantan pemain Chelsea itu hanya bisa diam.
Misalnya saat menit ke-8 di mana Kai Havertz terjatuh di depan gawang Robert Sanchez.
Terlihat Pedro Neto seperti dengan gestur meledek ingin membantu bangun Kai Havertz.
Kemudian datanglah Moises Caicedo terlihat kesal dengan pemain Jerman itu menunjukkan gestur agar lawannya itu segera bangkit.
Pada menit ke-74, Wesley Fofana juga terlihat meneriaki Kai Havertz yang terjatuh di pinggir lapangan.
Di menit-menit akhir, terlihat pula Reece James seperti sengaja mendorong Kai Havertz sampai terjatuh.
Mikel Arteta Kecewa
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang 1-1 melawan Chelsea.
Dalam laga tandang tersebut, Gabriel Martinelli yang mencatatkan gol pembuka pada menit ke-60.
Sayangnya, hanya selisih waktu 10 menit saja, David Raya kebobolan gol penyeimbang dari Pedro Neto.
Mikel Arteta kesal dengan hasil itu dan mengungkit masa lalu di mana Arsenal pernah mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge.
"Kecewa dengan hasil ini karena saya pikir kami pantas mendapatkan hasil lebih. Tapi di saat yang bersamaan saya bangga dengan tim dari cara mereka bermain melawan tim ini di stadion ini."
"Mereka pernah mengalahkan semuanya di sini tapi itu tidak terjadi hari ini," keluhnya via football.london.
Alasan Enzo Maresca
Apakah alasan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengganti Noni Madueke saat laga melawan Arsenal?
Keputusan Enzo Maresca mengganti Noni Madueke dengan Mykhailo Mudryk pada menit ke-68 membuat bintang Inggris itu marah.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 dengan gol Gabriel Martinelli (60') dan Pedro Neto (70') itu, Noni Madueke terlihat jelas kekesalannya saat berjalan menuju bangku cadangan.
Ternyata, Noni Madueke malah langsung berjalan ke terowongan dan bukannya bergabung bersama yang lain.
Enzo Maresca mengaku, sudah sewajarnya pemain kesal jika diganti, apalagi belum mencatatkan apa-apa.
Sang manajer pun menyinggung laga Wolves vs Chelsea, di mana Noni Madueke mencetak hattrick.
"Masalahnya kalau kalian mengganti pemain, pasti mereka tidak senang. Mungkin satu-satunya cara agar bisa senang itu saat laga Wolves ketika dia mencetak hattrick lalu kami menggantinya, pasti dia senang."
"Itu tidak cuma soal Noni, itu soal semua pemain," tegasnya via football.london.
Lebih lanjut, Enzo Maresca merasa Pedro Neto dan Mykhailo Mudryk lebih cocok dimainkan dengan situasi saat itu.
"Bagus (kalau marah) karena mereka pasti ingin main sampai akhir. Tapi di momen itu, kami punya pemikiran berbeda."
"Mungkin Pedro dengan (Jurien) Timber bisa agak lebih agresif, dan juga dengan Misha."
"Jadi itu adalah keputusan taktik, tidak lebih dari itu," jelasnya.
Menanggapi kelakuan pemainnya itu, para fans Chelsea merasa kesal pada sang winger.
@cfca**: Itu reaksi yang sangat memalukan, masa langsung masuk terowongan, dia harus dicadangkan gara-gara kelakuannya itu
@taiw**: Maresca harus cadangkan orang itu sekarang
@trey**: Kok bisa kamu main jelek tapi marah saat dicadangkan?
@davi**: Noni itu biasa saja. Dia harus menyadari itu. Dia tidak bisa diandalkan. Dan kalau dia tidak mau rendah hati, dia harus tinggalkan klub ini
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.