Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Posisi di Bawah Chelsea, Gabriel Martinelli Masih Yakin Arsenal Layak Rebutan Gelar: Kami Kedua

Winger Arsenal, Gabriel Martinelli, mengaku masih yakin skuadnya akan bisa berebut gelar Liga Premier.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@gabriel.martinelli
Winger Arsenal, Gabriel Martinelli, mengaku masih yakin skuadnya akan bisa berebut gelar Liga Premier. 

TRIBUNTERNATE.COM - Winger Arsenal, Gabriel Martinelli, mengaku masih yakin skuadnya akan bisa berebut gelar Liga Premier.

Adapun saat ini Arsenal berada di urutan keempat klasemen, dengan poin yang sama, yakni 19 dengan Chelsea yang berada di atasnya.

Dari empat laga terakhir, Arsenal mengalami dua kekalahan dan dua hasil imbang.

Baca juga: Katanya Kai Havertz Lebih Bagus di Arsenal, Ex Bos Chelsea: Ga Beda Jauh ketimbang Bareng The Blues

Baca juga: Ngenesnya Noni Madueke Dihujat sampai Diomeli Rio Ferdinand, Winger Chelsea: Ga Perlu Dibesarkan

Sedangkan Liverpool kokoh di puncak dengan 28 poin, sementara Manchester City di bawahnya dengan 23 poin.

Gabriel Martinelli mengungkit soal Arsenal dua musim berturut-turut menjadi runner-up di bawah Manchester City.

Bagi bintang Brasil, hal itu merupakan sebuah pencapaian.

"Kami punya tim yang sangat bagus, kami berakhir di urutan kedua dua tahun berturut-turut, kami tahu kualitas kami."

"Kami tahu kami bisa melakukannya, kami hanya harus tetap tenang."

"Kami tahu ini adalah musim yang panjang, tapi ini kan masih permulaan musim," ujarnya via Mail Sport.

Omongan Mikel Arteta

Beginilah omongan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang membuat kesal para fans Chelsea.

Hanya satu kalimat saja, Mikel Arteta menjadi bulan-bulanan fans rival sekotanya itu.

Bahkan, mantan pemain Chelsea, Frank Leboeuf, juga sampai mengungkapkan kekesalannya atas komentar itu. 

Diketahui, setelah laga Chelsea vs Arsenal yang berakhir 1-1, Mikel Arteta mengklaim bahwa skuadnya harusnya lebih unggul karena dominan.

Meski dari statistik, persentase penguasaan bola hanya selisih tipis dengan tim Enzo Maresca 49 persen dan skuad Mikel Arteta 51 persen.

"Saya pikir kami mendominasi mereka, saya pikir kami adalah tim yang lebih baik di berbagai fase dan berbagai situasi di laga," keluhnya via arseblog.news.

Frank Lebeouf menganggap, Chelsea jelas lebih unggul di laga kandang tersebut.

Ia  terang-terangan tidak suka dengan klaim dari Mikel Arteta yang seolah-olah tidak menganggap perjuangan Chelsea.

"Saya agak kecewa dengan pernyataannya di konferensi pers setelah laga, 'Iya, kami dominan, kami lebih baik dari mereka, kami berhak menang'."

"Sejak kapan? Saya nonton laganya, dan saya bilang wajar (merasa berhak menang) kalau itu (dominan) benar, nyatanya kan tidak."

"Saya merasa Chelsea jauh lebih bagus di babak pertama ketimbang Arsenal, tapi Arsenal memang finishing lebih bagus."

"Karena saya rasa secara fisik, mereka lebih baik ketimbang Chelsea. Tapi secara keseluruhan, siapa yang bilang Arsenal lebih bagus ketimbang Chelsea? Tidak ada," tegasnya via ESPN.

"Kalian tidak dominan kalau cuma gara-gara dua peluang di akhir. Orang itu harus menghormati yang lain kalau mau dihormati," tambahnya. 

Selain Frank Leboeuf, para fans Chelsea juga mengutarakan kekesalannya di media sosial.

@stat**: Arteta jadi delusional dan ini persaingan manajer yang buruk

@davi**: Arteta jelas orang yang tidak peka. Dia tahu dia bakal dipecat segera

@foot**: Tidak peduli apa yang dikatakan Arteta akhir-akhir ini, dia selalu bicara seperti itu dan setiap kali dia bicara seperti itu dia tetap saja tidak bisa menang laga

@cfc_**: Dia sangat tidak menghormati lawan dan dia tidak akan menang apa-apa, saya berani taruhan

Kai Havertz Sama Saja

Inilah alasan mengapa penyerang Arsenal, Kai Havertz, dianggap tidak ada peningkatan dibandingkan saat masih di Chelsea.

Hal ini diungkapkan oleh mantan pemain sekaligus pelatih Chelsea, Jody Morris.

Padahal, banyak pihak yang menganggap Kai Haverzt menjadi pemain yang lebih bagus di Arsenal.

Jody Morris beranggapan, Kai Havertz yang sekarang tidak beda jauh dengan yang dulu.

Meski mantan pelatih Chelsea U18 itu mengakui ada peningkatan namun tidak signifikan.

Lantas, apa yang membuat Jody Morris berpikir bahwa Kai Havertz masih sama saja?

Ternyata penyebabnya adalah soal posisi mantan pemain Bayer Leverkusen yang hingga saat ini cenderung tidak ada kepastian.

"Saya rasa angkanya (G/A) mungkin menjadi penanda (ada peningkatan), tapi saya merasa tidak ada perbedaan besar dalam dirinya."

"Saya pikir masih ada tanda tanya tentang apakah posisi terbaiknya. Saya harus akui dia menjadi agak bertumbuh sejak di Arsenal."

"Dan kalian juga harus akui bahwa Arteta melakukan kerja bagus dengannya," ujarnya via talkSPORT.

"Masih ada pertanyaan untuk ditanyakan, apakah Arsenal butuh nomor sembilan? Jadi saya tidak yakin bahwa dia sendiri tidak mempertanyakan hal itu pada dirinya sendiri," tambahnya.

Adapun musim ini bintang Jerman tersebut menyumbangkan tujuh gol dan satu assist dari 17 penampilannya.

Sedangkan pada musim pertamanya bersama Mikel Arteta, ia mencatatkan 14 gol dan tujuh assist dari 51 penampilannya.

Selebrasi Kai Havertz

Kai Havertz mendapat kritikan pedas gara-gara kelakuannya di laga melawan Chelsea.

Sejak bergabung Arsenal, Kai Havertz tidak segan-segan selebrasi golnya di depan para fans Chelsea.

Hal itu kembali terulang dalam laga akhir pekan lalu, di mana Kai Havertz nyaris saja mencatatkan gol pembuka.

Bintang Jerman itu menjebol gawang Robert Sanchez pada menit ke-32 namun ternyata offside setelah dicek VAR.

Padahal, Kai Havertz sudah terlanjur selebrasi dengan telunjuk di depan bibir atau 'shush' alias menyuruh diam para suporter Chelsea.

Melihat kelakuan Kai Havertz, legenda Chelsea, John Obi Mikel langsung mengkritik keras.

Mikel Obi menganggap selebrasi Kai Havertz itu berlebihan, apalagi dengan gestur menyuruh diam orang-orang yang pernah mendukungnya.

"Saya rasa 'shush'-nya itu agak berlebihan, silakan selebrasi gol tapi jangan 'shush' ke fans, karena kamu punya memori yang indah di klub itu."

"Dan jelas, golnya akhirnya dianulir setelah semua itu, jadi apakah itu masuk akal?" kritiknya via Obi One Podcast.

Kai Havertz Dirundung

Kai Havertz sepertinya menjadi sasaran kekesalan para pemain Chelsea.

Dalam laga Chelsea vs Arsenal yang berakhir 1-1, Kai Havertz berkali-kali diteriaki oleh pemain tuan rumah.

Dengan kondisi kepalanya yang diperban gara-gara cedera saat melawan Inter Milan, mantan pemain Chelsea itu hanya bisa diam.

Misalnya saat menit ke-8 di mana Kai Havertz terjatuh di depan gawang Robert Sanchez.

Terlihat Pedro Neto seperti dengan gestur meledek ingin membantu bangun Kai Havertz.

Kemudian datanglah Moises Caicedo terlihat kesal dengan pemain Jerman itu menunjukkan gestur agar lawannya itu segera bangkit.

Pada menit ke-74, Wesley Fofana juga terlihat meneriaki Kai Havertz yang terjatuh di pinggir lapangan.

Di menit-menit akhir, terlihat pula Reece James seperti sengaja mendorong Kai Havertz sampai terjatuh.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved