Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Legenda Arsenal Tagih Kevin De Bruyne, Thierry Henry: Mana Gol Bintang Man City?

Legenda Arsenal, Thierry Henry, menagih sumbangsih bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, untuk klubnya.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@mancity
Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne. Legenda Arsenal, Thierry Henry, menagih sumbangsih bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, untuk klubnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Legenda Arsenal, Thierry Henry, menagih sumbangsih bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, untuk klubnya.

Sejauh ini, Kevin De Bruyne baru mencatatkan dua gol dan dua assist dari 15 penampilannya.

Gol dan assist terakhirnya adalah dalam laga kemenangan melawan Nottingham Forest.

Baca juga: Saking Jeleknya, Nicolas Jackson Disebut Ga kayak Pemain Bola: Bintang Chelsea Ga Bisa Ditebak

Baca juga: Marcus Rashford Didepak, Legenda Man United Turun Gunung, Paul Scholes: Ini Titik Akhir Baginya

Di mana laga itu sebagai penghenti sementara tren kekalahan Manchester City.

Hingga Manchester City kembali kalah saat menghadapi Manchester United.

Dengan keterpurukan itu, Thierry Henry mempertanyakan keputusan pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

Dalam beberapa jendela transfer terakhir, Manchester City melepaskan tiga pemain yang begitu berharga.

Yakni Cole Palmer ke Chelsea, Riyad Mahrez ke Al Ahli, dan Julian Alvarez ke Atletico Madrid.

Thierry Henry yang pernah dilatih Pep Guardiola di Barcelona mempertanyakan keputusan itu.

"Kita bisa mempertanyakan keputusan dia karena melepas Cole Palmer, Riyad Mahrez, dan Julian Alvarez."

"Ilkay Gundogan juga kembali tapi dia bukan Gundogan yang sama yang mencetak 17 gol musim lalu."

"Kalian kehilangan gol-gol itu, Erling Haaland mencetak gol yang sama, agak lebih sedikit dibanding musim pertamanya, tapi dia melakukan yang biasa dia lakukan," komentarnya via Mail Sport.

Thierry Henry juga mempertanayakan pemain seperti Kevin De Bruyne yang kini juga minim kontribusi untuk gol.

"Saya melihat dia (Haaland) kehilangan peluang di setiap musim tapi di mana gol dari Mahrez, Alvarez, Kevin De Bruyne, atau Gundogan. Di mana gol-gol mereka?" tagihnya.

Jeremy Doku dan Savinho diharapkan untuk meningkatkan lini serang Manchester City lantaran Jack Grealish dianggap tak bisa diandalkan lagi.

Namun, pada akhirnya Manchester City hingga kini hanya bisa mengandalkan siapa yang datang pada bursa transfer Januari 2025 nanti.

Manchester City Dukung Pep Guardiola

Manchester City menyatakan dukungan penuh kepada sang pelatih, Pep Guardiola.

Saat ini, Manchester City tengah mengalami keterpurukan besar.

Dengan banyaknya pemain yang cedera dan mulai berumur, ditambah kekalahan berturut-turut yang membuat kaget banyak pihak.

Tidak heran bulan Januari 2025 nanti akan menjadi permulaan titik perubahan klub.

Bersama Pep Guardiola, Manchester City setidaknya akan merekrut empat pemain baru.

Dikabarkan Mail Sport, prioritasnya adalah gelandang tengah.

Kemudian penyerang back-up, bek tengah, dan bek kanan.

Pep Guardiola Menangis?

Beredar viral sebuah video pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menangis di ruang ganti.

Pep Guardiola tampak menangis di depan para pemain yang sedang duduk serta para staf.

Video yang ditonton lebih dari 2,4 juta pengguna X itu dinarasikan sebagai Pep Guardiola yang menangis karena kalah melawan Manchester United dan Sporting CP yang dilatih Ruben Amorim.

"Pep Guardiola menangis setelah kalah dua kali musim ini oleh pelatih 39 tahun, Ruben Amorim," tulis akun @datchughuy.

Dalam video tersebut, tampak Pep Guardiola menarik salah satu staf ke tengah-tengah.

Kemudian ia tampak sulit berkata-kata karena bicara sambil menangis dan mengusap air matanya dengan jaket.

Faktanya, video itu diambil dari tayangan dokumenter Manchester City musim 2023/2024.

Di mana seorang staf lapangan Manchester City didiagnosis kanker.

Pep Guardiola pun menyatakan dukanya dan memberikan dukungan untuk stafnya tersebut.

Gary Neville Yakin pada Pep Guardiola

Legenda Manchester United, Gary Neville, membela skuad Manchester City yang saat ini tengah terpuruk.

Gary Neville mengungkit Kevin De Bruyne dan kawan-kawan yang kini mendapat kritikan pedas itu juga pemain yang musim-musim lalu panen prestasi.

Diketahui, Manchester City baru saja kembali menelan kekalahan melawan Manchester United di Etihad Stadium.

Kini, Manchester City mencatatkan delapan kekalahan dari sebelas laga terakhirnya.

Gary Neville menganggap, Manchester City memang hanya kurang beruntung saja dengan kondisi skuadnya saat ini.

Sang legenda mengungkit soal prestasi yang sudah diraih oleh skuad Pep Guardiola selama ini.

Tidak heran dengan banyaknya prestasi Manchester City dalam beberapa musim terakhir, maka lama kelamaan skuad akan melemah.

Meski demikian, Gary Neville yakin bahwa Pep Guardiola pasti sudah bertindak maksimal.

"Para pemain Man City ini telah memenangkan empat, lima, enam gelar Liga Primer - mereka terus maju, mereka sangat konsisten, sangat dapat diandalkan!"

"Mereka bermain setiap musim panas, setiap kompetisi terasa seperti - lima puluh, enam puluh, tujuh puluh pertandingan dalam satu musim."

"Mereka tumbuh bersama dan terpuruk bersama, mereka mengalami cedera, mereka kehilangan peluang bersama, mereka kehilangan kepercayaan diri bersama."

"Itu hanya soal perspektif. Saya yakin di ruang ganti, Pep Guardiola mengingatkan mereka bahwa mereka adalah pemain juara berturut-turut."
 
"Kalian tidak bisa duduk di sini dan mengatakan mereka memalukan, mereka lelucon, mereka ini adalah pemain yang telah mencapai banyak hal dan mereka hanya tengah terpuruk bersama," tegas Gary Neville.

Manajemen Manchester City Diprotes

Manajemen perekrutan pemain di Manchester City mulai dipertanyakan dengan keterpurukan klub saat ini.

Sejumlah fans mengungkit soal kesalahan Manchester City yang terlalu percaya diri di jendela transfer musim panas kemarin.

Bagaimana tidak, setelah mengukir sejarah sebagai pemenang treble, Manchester City mengukir sejarah lain sebagai pemenang Liga Premier empat musim berturut-turut.

Dengan banyaknya pemain berumur yang mulai kelelahan dengan segala prestasi itu, Manchester City malah nekat tenang-tenang saja di musim panas tahun ini.

Akibatnya, skuad Pep Guardiola begitu merasakan pahitnya kekalahan berturut-turut bagaikan bencana.

Musim panas lalu, Manchester City hanya menambah kekuatan skuad melalui perekrutan Savinho dari Troyes.

Serta memulangkan Ilkay Gundogan yang sempat setahun hijrah ke Barcelona.

Dana yang keluar pun hanya sedikit, dengan 25 juta euro atau Rp 418 miliar untuk memboyong Savinho serta Ilkay Gundogan yang bebas transfer.

Sejumlah fans mulai mempertanyakan manajemen Manchester City atas sikapnya di jendela transfer musim panas itu.

@a779**: Ini sudah bias disimpulkan. Termasuk komentar Txiki beberapa minggu lalu. Kalian investasi saat sedang berada di atas. Skuad yang mulai lelah membuat Rodri jatuh, manajemen yang sangat buruk dari klub

@amos**: Jelas buruk. City terlalu berbangga diri untuk keputusan itu sebelum akhirnya menghadapi masalah berat. Harusnya tidak perlu sampai rakyat jelata seperti kita yang melihat masalahnya

@maca**: Dan inilah waktunya, jendela transfer sebelumnya juga biasa saja. Cuma Haaland yang punya momen besar. Lalu treble dan seperti itu terus dengan skuad yang semakin tua dan pemain pengganti yang buruk.

@cyru**: Kita menang treble lalu jual mahrez dan Laporte untuk Doku, Kova, dan Gvardiol, lalu panik dan beli Nunes

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved