Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Timnas Indonesia

Anak Shin Tae-yong Sumpahi PSSI, Shin Jae-won Kesal Ayahnya Dipecat padahal Sudah Harumkan Indonesia

Pemain Seongnam FC, Shin Jae-won menyumpahi PSSI yang telah memecat ayahnya, Shin Tae-yong.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@shin_jaewon77
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) dan anaknya, Shin Jae-won. Pemain Seongnam FC, Shin Jae-won menyumpahi PSSI yang telah memecat ayahnya, Shin Tae-yong. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemain Seongnam FC, Shin Jae-won menyumpahi PSSI yang telah memecat ayahnya, Shin Tae-yong.

Shin Jae-won tidak terima ayahnya yang sudah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia dipecat begitu saja.

Menggunakan akun Instagram pribadinya, Shin Jae-won mengomentari salah satu unggahan PSSI.

Baca juga: Alasan Shin Tae-yong Dipecat, Apa Penyebab STY Diberhentikan PSSI, Erick Thohir Jawab Kenapa

Baca juga: Media Korsel Ungkit Prestasi Shin Tae-yong Bareng Timnas Indonesia: Pemecatan STY Tidak Masuk Akal

Dengan bahasa Inggris, winger Korea Selatan itu kesal atas keputusan PSSI.

"???dia telah membawa Indonesia hingga ke tahap ini dan begini kalian memperlakukannya. Kerja bagus pssi (emoji jempol) kalian akan menyesali keputusan kalian," tulisnya.

Media Korea Selatan Ungkit Prestasi Shin Tae-yong

Media Korea Selatan turut bereaksi atas pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia.

Media Korea Selatan, negara asal Shin Tae-yong, itu mengungkit prestasi STY selama ini.

Adapun pengumuman pemecatan disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta hari ini, Senin (6/1/2025). 

Sikap PSSI itu mendapat sorotan dari media Korea Selatan (Korsel).

Naver menulis "Shin Tae-yong yang memberi Indonesia impian Piala Dunia, mengakhiri karirnya di Indonesia dengan ‘pemecatan yang tidak masuk akal'.

Ditulis alasan PSSI pecat STY, “Keputusan ini merupakan hasil kajian dan evaluasi yang cermat terhadap kinerja timnas dan tujuan jangka panjangnya.”

"Itu adalah pemecatan mendadak," tulis Naver.

Pelatih Shin Tae-yong dan PSSI memperpanjang kontrak hingga 2027 pada Juni tahun lalu.

Hal itu berkat pesatnya perkembangan sepak bola Indonesia yang dimotori pelatih Shin Tae-yong.

Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang digelar di Qatar pada Januari tahun lalu.

Indonesia menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang melaju ke babak 16 besar kompetisi ini.

Pada Piala Asia U-23 April 2024, saat kualifikasi Olimpiade Paris dipertaruhkan, mereka mendapat kejutan besar dengan mengalahkan Korea dan melaju ke semifinal.

Saat itu, Indonesia tidak lolos ke Olimpiade, namun berhasil mencapai semifinal Asia dan mendapat tepuk tangan meriah.

Itu tidak berakhir di sini.

Indonesia lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia Amerika Utara dan Tengah 2026 kawasan Asia.

Indonesia meraih 1 kemenangan, 3 kali seri, dan 2 kekalahan (6 poin) dalam 6 pertandingan di babak penyisihan ke-3.

Pada 19 November tahun lalu, mereka mengalahkan Arab Saudi 2-0 di kandang sendiri. 

Ini merupakan kemenangan pertama Indonesia di kualifikasi Asia yang menjadi penentu lolosnya mereka ke putaran final Piala Dunia.

Indonesia menduduki peringkat ke-3 Grup C babak kualifikasi ke-3 dan berpeluang besar melaju ke putaran final Piala Dunia.

Selisih poin Indonesia dengan peringkat kedua Australia hanya terpaut satu poin.

Di babak ketiga kualifikasi Asia, dua tim teratas dari masing-masing grup akan mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia.

Tempat ke-3 dan ke-4 menuju ke babak playoff.

Pemecatan mendadak Pelatih Shin Tae-yong dinilai karena kegagalan tim melaju ke semifinal Piala AFF yang diikuti perwakilan kelompok umur.

Indonesia menjadi tim yang belum bisa dipastikan mampu naik ke posisi teratas Asia Tenggara meski berstatus tim elite.

"Itu sebabnya sulit memahami keputusan PSSI memecat pelatih Shin Tae-yong," tulis media Naver.

PSSI Dinilai Tidak Realistis

Chosun yang merupakan salah satu media ternama yang berasal dari negara Shin Tae-yong turut memberikan sudut pandang.

Dalam artikel terbarunya, Chosun tidak segan mengkritisi kebiasaan PSSI selaku Federasi Sepak Bola Indonesia yang hobi bergonta-ganti pelatih.

Chosun juga memandang PSSI tidak cukup realistis melihat kondisi Timnas Indonesia yang masih menempati ranking diluar 100 besar.

Namun pelatihnya dituntut bisa membawa lolos ke Piala Dunia.

"Kita tidak bisa ke final Piala Dunia dengan cara seperti ini, kebiasaan buruk Persatuan Sepak Bola Indonesia untuk menggoyang Shin Tae-yong kembali terkuak, kenapa?" tulis pemberitaan Sports Chosun.

"Ini bukan pertama kalinya terjadi guncangan seperti itu, manajer telah memperoleh kepercayaan penuh dari para penggemar dengan membawa Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia,"

"Meski sempat mengalahkan Arab Saudi di kandang sendiri, nyatanya hal itu membuat keraguan terus berlanjut," tambahnya.

Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

Ada beberapa nama besar yang layak dipertimbangkan oleh PSSI untuk menjadi pengganti Shin Tae-yong.

Dasarnya tentu berkaitan dengan kualitas, pengalaman di ajang Piala Dunia hingga adanya kedekatan dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

1. Giovanni van Bronckhorst

Nama pertama yakni bekas kapten Timnas Belanda di Piala Dunia 2010, Giovanni van Bronckhorst.

Pemain legenda Barcelona itu saat ini menjadi pelatih kepala tim raksasa asal Liga Turki, Besiktas.

Giovanni van Bronckhorst ditunjuk sebagai pelatih kepala Besiktas per 1 Juli 2024.

Pelatih kelahiran Rotterdam itu saat ini catatkan 9 kali menang, 3 kali imbang dan 2 kekalahan dari 14 pertandingan bersama Besiktas.

Darah Indonesia Giovanni van Bronckhorst berasal dari Maluku.

Sejauh ini, 7 gelar berhasil dicatatkan oleh Giovanni van Bronckhorst.

Lima untuk Feyenoord Rotterdam, 1 untuk Besiktas dan 1 lainnya untuk Rangers FC.

2. Nigel De Jong

Pelatih keturunan Sulawesi Utara sekaligus legenda Timnas Belanda, Nigel De Jong jadi nama kedua yang layak dipertimbangkan PSSI jika Shin Tae-yong diganti.

Saat ini, bekas pemain AC Milan dan Manchester City itu menjabat sebagai Direktur Olahraga Timnas Belanda per 4 Januari 2023.

Namun, secara pengalaman kepelatihan, Nigel De Jong masih diragukan karena belum pernah sekalipun menangani sebuah tim.

3. John Heitinga

Bekas bek andalan Timnas Belanda, John Heitinga jadi nama berikutnya yang layak dipertimbangkan.

John Heitinga sejauh ini sukses berikan gelar untuk Ajax Amsterdam U19.

Karier kepelatihannya memang belum sematang Giovanni van Bronckhorst.

Mengingat, pelatih yang memiliki darah Indonesia dari Jakarta itu sejauh ini baru menjadi pelatih kepala tim profesional ketika ditunjuk sebagai juru taktik interim di Ajax Amsterdam.

Terbaru, John Heitinga ditunjuk sebagai asisten pelatih West Ham United.

Hanya bertahan satu musim, John Heitinga akhirnya memutuskan untuk merapat sebagai asisten pelatih di Liverpool pada 17 Juli 2024.

Kontraknya bersama Liverpool dimulai per 17 Juli 2024 dan akan usai pada 30 Juni 2027.

4. Ruud Gullit

Selanjutnya, ada bekas legenda Timnas Belanda di era 1980 dan 1990-an, Ruud Gullit.

Terkini, Ruud Gullit masih menganggur setelah terakhir kali menjabat sebagau asisten pelatih Timnas Belanda pada 6 Juni sampai dengan 30 November 2017 lalu.

Pengalaman pelatih berdarah Maluku itu di antaranya pernah menjadi pelatih kepala Chelsea, Newcastle, Feyenoord Rotterdam, LA Galaxy dan Terek Grozny.

Satu gelar yang dimiliki Ruud Gullit diberikan kepada Chelsea pada tahun 1996/1997 pada ajang English Cup.

5. Robin van Persie

Nama kelima datang dari bekas striker Manchester United dan Arsenal yang saat ini menjadi pelatih kepala SC Heerenveen, Robin van Persie.

Robin van Persie memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Surabaya.

Terkini, Robin van Persie tengah menikmati masanya menjadi pelatih kepala klub profesional setelah sebelumnya menakodahi tim junior Feyenoord.

Robin van Persie ditunjuk SC Heerenveen per 1 Juli 2024 dan kontraknya akan usai pada 30 Juni 2026 mendatang.

6 & 7. Esteban Cambiasso dan  Javier Zanetti 

Jika melihat besarnya jaringan Erick Thohir, tak menutup kemungkinan dua legenda Inter Mlan, Esteban Cambiasso dan Javier Zanetti bisa tergoda untuk melatih Timnas Indonesia.

Terlebih, keduanya memiliki kedekatan dengan Erick Thohir saat menjadi Presiden Klub Inter Milan pada kurun waktu 2013 sampai dengan 2016.

Bicara peluang, Esteban Cambiasso memiliki kans lebih besar bisa didatangkan Erick Thohir ketimbang Javier Zanetti.

Untuk Esteban Cambiasso, statusnya yang kini nganggur bisa jadi pelicin Timnas Indonesia untuk bisa mudah mendapatkannya.

Terakhir kali, Esteban Cambiasso berkarier sebagai asisten pelatih Timnas Kolombia kurun waktu 28 Mei sampai 4 September 2018.

Sedangkan untuk Javier Zanetti, tercatat saat ini ia menduduki kursi penting di Inter Milan yakni sebagai Wakil Presiden tim sejak 2014 silam.

Namun, tak menutup kemungkinan ajakan Erick Thohir kepada Javier Zanetti bakal berakhir manis.

Mengingat hubungan Erick Thohir dengan Javier Zanetti memang sudah akrab lama.

8. Jose Mourinho

Bukan menutup kemungkinan, nama Jose Mourinho juga masuk radar pelatih yang kans dipertimbangkan oleh Erick Thohir untuk melatih Timnas Indonesia.

Terlebih, Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang gemar mengambil sebuah tantangan.

Seperti halnya saat ini ketika memutuskan untuk menepi dari hingar bingar liga top Eropa dengan bergabung ke Fenerbahce.

Kans Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 jadi tantangan tersendiri bagi Jose Mourinho untuk bisa merealisasikan mimpi besar tersebut.

Meski begitu kontrak The Special One yang baru akan usai per 30 Juni 2026 jadi batu sandungannya.

Dengan kata lain, tebus kontrak wajib dilakukan PSSI untuk bisa mengamankan tanda tangan Jose Mourinho.

Hubungan kedekatan Erick Thohir dengan Jose Mourinho bisa jadi stimulus lainnya.

9. Louis van Gaal 

Pelatih senior asal Belanda, Louis van Gaal jadi nama berikutnya yang layak dipertimbangkan PSSI.

Louis van Gaal saat ini tak sedang melatih klub manapun.

Bekas pelatih Bayern Munchen dan Manchester United iu saat ini menjadi konsultan Ajax Amsterdam.

Louis van Gaal didapuk menjadi konsultan Ajax Amsterdam per 3 Oktober 2023.

Apabila benar sosok Louis van Gaal berhasil didapuk, maka Timnas Indonesia bakal menjadi negara kedua yang merasakan tangan dingin Louis van Gaal.

Sebelumnya, Louis van Gaal pernah melatih Belanda sejak 4 Agustus 2021 sampai dengan 2022.

10. Patrick Kluivert

Nama Patrick Kluivert dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat pelatih timnas Indonesia.

Kabar pergantian pelatih timnas Indonesia sebelumnya muncul lewat laporan media asal Italia, Tuttosport.

Tuttosport bahkan memberikan pernyataan keras bahwa pelatih baru akan datang sebelum putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Sinyal selanjutnya muncul dari pengamat sepak bola Firzie Idris.

Dia memberikan bocoran bahwa nantinya pelatih timnas Indonesia adalah mantan pemain timnas Belanda dan berposisi sebagai striker.

Unggahan di Twitter tersebut kemudian menjadi perdebatan hangat di kalangan netizen.

Bahkan, ada lebih dari 600 balasan termasuk prediksi sosok pelatih yang dimaksud.

Dengan kriteria tersebut, netizen kemudian mengerucut pada satu nama yakni Patrick Kluivert.

Kluivert memiliki caps bersama timnas Belanda dalam 79 pertandingan dan menciptakan 40 gol.

Saat bermain dia merupakan striker bagi De Oranje dan merupakan salah sosok yang cukup melegenda saat berkarir.

Namun, karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang saat menjadi pemain.

Dia baru saja didepak dari tim asal tim kasta pertama Liga Turki, Adana Demirspor pada bulan Desember lalu dan baru bertugas selama enam bulan.

Di klub tersebut dia mencatatkan rekor yang kurang apik dengan delapan kemenangan, enam seri, dan enam kali kalah.

Saat ini Kluivert berstatus tanpa klub sejak bulan Desember tahun lalu.

Pengalamannya memimpin timnas terjadi saat dia menjadi pelatih interim timnas Curacao.

Bersama Curacao dia mencatatkan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalah dari enam pertandingan.

(TribunTernate.com/Ifa Nabila) (Tribunnews.com) (Tribun-Sulbar.com/Via) (Kompas.com/ Firzie A.Idris) (TribunWow.com/ Adi Manggala Saputro) (BolaSport.com/ Lukman Adhi Kurniawan)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved