Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PPDB Diganti SPMB, Apa Maksud dan Perbedaan, Zonasi dari Jarak Rumah ke Sekolah: Tak Bisa Akali KK

Lantas, apa saja perubahan dan perbedaannya PPDB dan SPMB dalam sistem zonasi

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Dok Humas Unkhair Ternate
Foto ketika kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa FKIK Unkhair di SMALB Kota Ternate berlangsung. Lantas, apa saja perubahan dan perbedaannya PPDB dan SPMB dalam sistem zonasi 

TRIBUNTERNATE.COM - Berikut penjelasan wacana penggantian sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem penerimaan murid baru (SPMB).

Selain wacana pergantian nama, mekanisme penerimaan murid yang sebelumnya zonasi juga akan mengalami perubahan.

Lantas, apa saja perubahan dan perbedaannya?

Baca juga: 4 Fakta PPDB Diganti SPMB, Perbedaan Zonasi Jadi Domisili, Sekolah Swasta Terlibat: Dibayari Pemda

Baca juga: Kurikulum Merdeka Bisa Ganti, Menteri Abdul Muti Ubah Aturan UN hingga PPDB Zonasi Hilang?

Kabarnya, saat ini pemerintah tengah menyusun skema baru PPDB untuk jalur zonasi tahun 2025.

Adapun perubahan ini diungkapkan oleh Staf Ahli Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto dalam acara di Jakarta, Rabu (22/1/2025). 

"Namanya diganti SPMB, sistem penerimaan murid baru," kata Biyanto dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/1/2025).

Menurut Biyanto, pada PPDB zonasi versi terbaru akan dilihat berdasarkan jarak rumah tinggal dengan sekolah.

"Iya (yang jadikan acuan jarak) tempat tinggalnya," kata Biyanto pada wartawan di Jakarta, Rabu (22/1/2025). 

Biyanto mengatakan, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya masalah manipulasi dokumen kependudukan yang kerap terjadi pada pelaksanaan PPDB zonasi.

Oleh karena itu, pada PPDB zonasi versi terbaru tidak akan penerimaan tidak akan lagi dilakukan berdasarkan domisili yang tertera di dokumen kependudukan.

"Memang selama ini temuannya kan, misalnya manipulasi tempat tinggal ya, tiba-tiba ada masuk KK (Kartu Keluarga) yang baru, nah itu kita antisipasi juga," ujarnya.

4 Fakta PPDB Diganti Jadi SPMB

1. PPDB ganti nama jadi SPMB 

Biyanto mengungkap, alasan istilah PPDB zonasi diubah menjadi SPMB karena agar lebih familiar di kalangan masyarakat dan juga lebih enak untuk didengar. 

Pergantian itu dilakukan juga karena PPDB banyak kelemahan, seperti adanya temuan manipulasi domisili.

Oleh karena itu, Biyanto berharap, sistem baru yang akan diterapkan dapat mengantisipasi masalah-masalah tersebut.

"Selain itu, afirmasi untuk sekolah swasta juga akan diperkuat," ujarnya. 

2. Melibatkan swasta 

Biyanto menjelaskan, sistem baru ini akan melibatkan kerja sama yang lebih erat antara sekolah negeri dan swasta dalam hal menampung siswa. 

Dia mengatakan, jika daya tampung sekolah negeri penuh, siswa yang tidak tertampung akan diarahkan ke sekolah swasta dengan biaya ditanggung oleh pemerintah daerah (Pemda). 

"Jika kapasitas sudah terpenuhi, siswa yang tidak tertampung akan diarahkan ke swasta, dan mereka akan dibiayai pemerintah daerah," ungkapnya.

3. Zonasi jadi domisili 

Biyanto juga menegaskan, meskipun namanya diubah, jalur penerimaan seperti mutasi, domisili, afirmasi untuk anak-anak miskin, disabilitas, serta jalur prestasi akan tetap ada. 

Namun, persentase penerimaan pada beberapa jalur akan disesuaikan untuk meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas. 

"Selama ini kan masuk jalur afirmasi ya. Nah, itu nanti akan diperbanyak jumlahnya, kira-kira begitu," ucap Biyanto.

4. Keputusan menunggu sidang kabinet 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah akan menghapus istilah zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). 

Adapun PPDB zonasi adalah sistem penerimaan siswa yang ditentukan pemerintah berdasarkan jarak antara rumah siswa dan sekolah terdekat. 

Sebelum ada penghapusan istilah zonasi, pelaksanaan PPDB zonasi sering mendapat sorotan banyak pihak karena dinilai bermasalah dalam pelaksanaanya. 

Hingga akhirnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar PPDB sistem zonasi dievaluasi.

Terkait hal itu, Prof. Abdul Mu'ti menegaskan, memang pemerintah akan menghapus istilah zonasi dalam PPDB

Namun, apakah hal itu berarti akan menghapus sistem PPDB zonasi, ia belum bisa memastikan karena keputusan terkait PPDB zonasi akan diambil dalam sidang kabinet.

 

(TribunTernate.com) (Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Skema Baru PPDB Zonasi 2025: Ganti Nama hingga Pakai Jarak Rumah-Sekolah" dan "Kemendikdasmen Ganti PPDB Jadi SPMB atau Sistem Penerimaan Murid Baru"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved