Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Wakil Guberur Maluku Utara Minta Ciptakan Lingkungan Sekolah dan Ponpes yang Aman dan Nyaman

"Humanisme adalah pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, "kata Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemprov Maluku Utara
HARAPAN: Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe saat memeberikan hadiah ke Pondok Pesantren Harisul Khairat Ome Tidore, Kamis (27/2/22025). Jadikan sekolah dan pandok pesantren (Ponpes) sebagai tempat yang aman dan nyaman 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pondok pesantren (Ponpes) dan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman serta mendukung semua siswa untuk belajar dan berkembang.

Namun pada kenyataannya, kekerasan di lingkungan pendidikan baik dalam bentuk fisik, psikis, verbal, maupun digital masih menjadi tantangan serius yang harus diatasi bersama.

Demikian amanat Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin See saat membuka kegiatan pencegahan kekerasan dan membangun kesadaran di Pondok Pesantren dan Sekolah di Aula Pondok Pesantren Harisul Khairat, Ome, Selasa (25/2/2025).

Rilis

Baca juga: Sekkot Tidore Ismail Dukomalamo Sampaikan Ini di Acara Forum P4GN

"Mencegah kekerasan berarti melindungi masa depan generasi bangsa. Setiap individu baik guru, siswa maupun orang tua memiliki peran dalam menciptakan ekosistem sekolah yang harmonis dan penuh empati, "ujar Sarbin Sehe.

Menyanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Musrifah Alhadar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan acara ini sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap isu kekerasan di dunia pendidikan, baik di sekolah maupun pondok pesantren.

"Mari kita bersama-sama membangun budaya saling menghormati, bertoleransi, dan peduli terhadap sesama, "ajaknya.

Musrifah juga mengimbau tenaga pendidik untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi, bimbingan dan keteladanan, agar terbentuk kesadaran berperilaku serta berakhlak baik pada anak-anak.

"Jangan takut untuk berbicara dan melaporkan jika kalian mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah atau pesantren. Kalian tidak sendiri, ada banyak pihak yang siap membantu dan mendukung, "tegasnya.

Di akhir perayaannya, Sarbin Sehe menyoroti maraknya kekerasan di lingkungan sekolah dan pesantren belakangan ini disebabkan oleh kurangnya pendidikan yang menekan pada nilai-nilai kemanusiaan (humanisme).

"Kekerasan sering terjadi akibat kurangnya rasa kemanusiaan. Akibatnya, baik antar murid maupun antara guru dan murid, masih ada yang melakukan tindakan kekerasan, "ungkapnya.

Menurutnya, humanisme adalah pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia memanusiakan manusia.

Setiap individu mempunyai keinginan untuk dihargai, dihormati dan diperlakukan dengan baik.

Baca juga: Umat Muslim di Maluku Utara Harus Tahu Ini, 12 Cara Terhindar Penipuan Travel Umroh

Oleh karena itu, pendidik harus bisa menempatkan dirinya sebagai guru yang mendidik dengan bijaksana, demikian pula murid harus memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pelajar.

Sebagai bentuk dukungan, di akhir kegiatan, Sarbin Sehe menyerahkan sepeda dan tempat sampah kepada pihak pondok pesantren.

Pihak pesantren pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari Wakil Gubernur Maluku Utara. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved