Pemprov Malut
Curhatan Petani ke Sherly Laos, Gubernur Maluku Utara: Kalimatnya Pelan tapi Maknanya Dalam
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, mendengar curhatan para petani dan penyuluh saat mendatangi Subaim, Wasile, Halmahera Timur.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, mendengar curhatan para petani dan penyuluh saat mendatangi Subaim, Wasile, Halmahera Timur.
Para petani mengeluhkan beberapa hal, di antaranya adalah pencemaran limbah tambang.
Sherly Laos menyayangkan adanya kendala dalam hal pertanian tersebut.
Baca juga: Ucapan Sherly Laos ke Prabowo yang Bikin Warga Tepuk Tangan, Gubernur Malut: Kami Titipkan Harapan
Baca juga: Lagi-lagi Sherly Laos Bikin Warga Nangis, Gubernur Malut Terjun Langsung ke Rumah Siswa Kurang Mampu
Maka dari itu, sang gubernur memberikan beberapa solusi untuk para petani dan penyuluh.
Sherly Laos berharap lahan pertanian akan terus lestari sampai generasi mendatang.
"“Padi kami makin pendek, Bu… Saluran irigasi tercampur limbah tambang.”
Kalimat itu pelan, tapi dalam. Disampaikan petani saat kami berdiri di tengah sawah Subaim yang menguning.
Kunjungan kali ini bukan cuma soal panen. Kami datang untuk mendengar langsung suara petani dan penyuluh.
Mereka tidak banyak menuntut—tapi kebutuhan dasarnya jelas:
- Bibit unggul untuk tanam serentak.
- Aktivasi kembali Balai Benih (BBU) di Subaim, agar tak selalu tergantung dari luar.
- Penyuluh butuh kendaraan, zona kerja yang jelas, dan penghasilan yang manusiawi.
- Dan yang paling krusial: irigasi jangan tercemar limbah tambang. Kalau pertanian dan tambang harus berdampingan, jangan sampai yang satu mati karena yang lain.
Kami bersama Dinas Pertnaian Pemprov Malut datang dengan Solusi :
- Bibit unggul akan disiapkan.
- Pendampingan akan diperkuat.
- Kesejahteraan penyuluh akan diperjuangkan.
- Produktivitas padi ditarget naik dari 4 ton ke 8–10 ton/ha.
Dari 3.700 hektare yang aktif, kita maksimalkan.
Sambil kita hidupkan kembali 1.500 hektare lahan tidur di Haltim tahun 2025 ini.
Karena pertanian harus jadi masa depan yang layak dan menjanjikan. Bukan sekadar cerita lama yang ditinggalkan generasi muda." tulisnya di Instagram @s_tjo.
Sherly Laos Tangani Banjir
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki ke Halmahera Selatan setelah dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Sherly Laos datang ke Halmahera Selatan dengan berbagai agenda, di antaranya adalah ikut serta dalam penanganan bencana banjir.
Sang gubernur sempat rapat koordinasi bersama Kepala BNPB RI, Suharyanto.
Yakni untuk membahas bencana banjir yang sempat melanda Ternate, Tidore, dan Halmahera Selatan.
Sherly Laos mengaku bangga dengan pemerintah daerah setempat yang gerak cepat menangani banjir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.