Pemprov Malut
Permintaan Maaf Sherly Laos kepada Mahasiswa Maluku Utara di Manado, gegara Hal Ini
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjonda, sempat mengucapkan kata maaf saat berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjonda, sempat mengucapkan kata maaf saat berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara.
Baru-baru ini, Sherly Laos menyempatkan diri untuk berkunjung ke Manado.
Di antaranya di Asrama Mahasiswa Baabullah I Provinsi Maluku Utara.
Baca juga: Sherly Laos Request Ini ke Ibu yang Diantarkan Gubernur Malut ke Rumah Sakit
Baca juga: Sherly Laos Bantah Dirinya Cari-cari Kesalahan soal Transparansi: Niatnya Mau Benahi
Di mana tempat itu menampung para mahasiswa asal Maluku Utara yang berkuliah di Manado.
Saat turun dari mobil, Sherly Laos langsung disambut meriah oleh warga setempat.
Kaum ibu-ibu berusaha untuk menyalami tangan sang gubernur.
Bahkan, ada pula seorang ibu yang tampak bahagia sekali bisa memeluk Sherly Laos.
Antusiasme warga semakin malam semakin ramai.
Termasuk saat Sherly Laos masuk ke asrama dan menyapa para mahasiswa.
"Mahasiswa Maluku Utara, sukses ya studinya," ucap Sherly Laos sambil merekam video.
Saat hendak keluar dari asrama, Sherly Laos meminta maaf kepada para mahasiswa dan warga setempat yang tampak menanti untuk bisa bersalaman atau berfoto dengannya.
"Maaf enggak bisa foto satu-satu," seru Sherly Laos kepada kerumunan warga.
Permintaan Sherly Laos
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sempat mengantarkan seorang warga ke rumah sakit.
Sherly Laos kemudian mengungkapkan permintaannya kepada warga tersebut.
Warga itu adalah seorang ibu pengidap kista bernama Ria.
Sherly Laos pernah marah-marah di rumah sakit saat mengantarkan Ria.
Ibu asal Kampung Makassar, Ternate, itu diantar oleh sang gubernur ke rumah sakit.
Selama ini, Ria selalu mendapat pelayanan yang kurang baik dari pihak rumah sakit.
Kini, Ria berhasil mendapat kesempatan untuk operasi di Manado pada 18 Juli 2025.
Sherly Laos kembali mampir menemui ibu yang hanya bisa terbaring kesakitan tersebut.
Sang gubernur menanyakan mekanisme bagaimana Ria nanti dibawa ke Manado.
Sherly Laos mengkhawatirkan Ria yang kesakitan saat terkena guncangan, apalagi nanti saat naik kendaraan atau kapal menuju Manado.
Ria yang tidak bisa duduk dengan tegak sayangnya tidak bisa jika harus naik pesawat.
"Tapi nanti diatur biar disiapin tablet painkiller saja dalam prosesnya, nanti ada pendamping medis bawa obat painkiller."
"Jadi nanti kalau sakit nanti dikasih tidur, jadi nanti kalau tidur bangun lagi sudah sampai," kata Sherly Laos menenangkan Ria.
Sherly Laos pun meminta Ria untuk ikut berdoa agar mendapatkan dokter yang cocok dan sakitnya segera sembuh.
"Mudah-mudahan keburu tanggal 18 (Juli) saya lihat. Berdoa supaya dikasih dokter yang baik. Saya hanya bisa masukkan ibu ke dalam sistem, sistem yang memilih ibu dapat dokter siapa."
"Jadi kemudian doa supaya Tuhan buka jalan, kasih dokter yang baik, dan ada solusi bagaimana, karena kan anak-anak masih kecil," ujarnya.
Sherly Laos Marah-marah
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, tampak begitu kesal saat mengantarkan seorang ibu bernama Ria ke rumah sakit.
Pasalnya, Sherly Laos menyorot kekurangan dari pelayanan rumah sakit tersebut kepada pasien yang bertempat tinggal di Kampung Makassar, Ternate.
Diketahui, Ria menderita kista cokelat sampai perutnya membesar bak orang yang tengah hamil.
Namun, selama setahun, ibu tersebut sudah beberapa kali ke rumah sakit dan berakhir dipulangkan tanpa pengambilan tindakan yang berarti.
Tidak heran Sherly Laos tampak geram saat menasihati pihak rumah sakit terkait.
Momen ini dibagikan Sherly Laos dalam unggahan Instagram @s_tjo pada Jumat, 20 Juni 2025.
Dalam unggahan itu, tampak sang gubernur bersama Dinas Sosial mendatangi rumah seorang ibu yang terbaring dengan perut buncit.
Kedatangan Sherly Laos berdasarkan laporan dari seorang warga di Instagram.
Pada hari itu, yakni Rabu, 18 Juni 2025, Sherly Laos langsung mengantarkan ibu tersebut dengan mobil ambulans.
Ria menceritakan bahwa dirinya sudah berkali-kali mencoba berobat ke rumah sakit namun pelayanan sangat tidak memuaskan.
Ibu tersebut juga disarankan untuk datang ke rumah sakit di Makassar atau Manado.
Sesampainya di rumah sakit, terdengar Sherly Laos mengungkapkan kekesalannya kepada para pegawai rumah sakit.
"Ini contoh ya, kalian semua dengar ya, yang punya tugas di rumah sakit ini, ini nyawa manusia lho."
"Coba bayangkan, coba bayangkan, coba bayangkan di pikiran kalian semua kalau ibu ini adalah ibu kalian."
"Coba SOP di IGD diperbaiki, enggak bisa pasien mau datang ke IGD suruh pulang kayak gitu, apalagi punya BPJS aktif saat itu," keluhnya.
Di saat Sherly Laos berpamitan, tampak Ria menangis, berterima kasih atas pertolongan sang gubernur.
Solusi Kepemilikan Tanah
Berikut ini adalah empat solusi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, terkait reforma agraria.
Sherly Laos mencanangkan GTRA atau Gugus Tugas Reforma Agraria untuk menyelesaikan konflik pertanahan.
Sang gubernur ingin membela hak-hak masyarakat sebagai pemilik tanah agar diperlakukan adil.
Hal ini didasarkan oleh konflik antara masyarakat adat atau pemukiman dengan pemilik izin tambang masih terus terjadi di Indonesia.
Tidak terkecuali di wilayah Maluku Utara.
Itulah mengapa Sherly Laos menyebut bahwa reforma agraria diperlukan.
Reforma agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan akses untuk kemakmuran rakyat
Tujuan dari reforma agraria adalah mengurangi ketimpangan penguasaan tanah, menciptakan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam unggahan Instagram terbarunya, Sherly Laos menjelaskan setidaknya empat alasan mengapa perlu dilakukan reforma agraria di Maluku Utara.
"Apa Itu Reforma Agraria? Kenapa Penting?
Reforma Agraria itu…
Bukan sekadar bagi-bagi tanah,
tapi upaya negara buat menata ulang siapa yang punya, siapa yang kelola, dan untuk apa tanah itu digunakan.
Tujuannya:
- mengurangi ketimpangan,
- selesaikan konflik agraria,
- bantu rakyat punya akses usaha & sejahtera di atas tanahnya sendiri.
Dasar hukumnya?
- Perpres No. 62 Tahun 2024
- UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria
Kenapa Reforma Agraria Penting di Maluku Utara?
Karena banyak masalah lama yang belum selesai:
- Banyak tanah masyarakat adat belum diakui secara hukum.
- Izin tambang & perusahaan swasta sering tumpang tindih dengan lahan ulayat.
- Masyarakat sudah punya tanah, tapi belum dapat akses usaha, modal, atau pendampingan.
- Data pertanahan belum sinkron antarinstansi.
Solusi yang Harus Didorong Lewat GTRA:
1. Tanah Adat Harus Diakui!
→ Jika punya legal standing yang jelas, bisa masuk ke dalam RTRW provinsi/kabupaten, jadi terlindungi secara hukum dan cegah konflik di masa depan.
2. Selesaikan Konflik Agraria Secara Komprehensif.
→ GTRA harus jadi forum mediasi aktif, melibatkan masyarakat, tokoh adat, pemerintah, dan perusahaan → bukan cuma tuntas di atas kertas.
3. Akses Setelah Tanah Diberikan.
→ Masyarakat harus dapat: modal, pelatihan, akses pasar, dan bantuan usaha. Jangan sampai tanahnya ada, tapi usahanya mandek.
4. Satu Peta, Satu Data.
→ Satukan data BPN, Pemda, Kehutanan, dan OPD lainnya. Bangun dashboard digital Reforma Agraria yang bisa diakses publik & update real-time.
Tanah bukan cuma soal hak milik.
Itu soal identitas, sumber penghidupan, dan masa depan komunitas.
GTRA harus jadi ruang kolaborasi: untuk melindungi yang lemah, menyatukan data, dan menyelesaikan konflik sampai ke akar." tulis sang gubernur.
Sherly Laos Rapat Bareng KKP
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sempat rapat bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam rapat itu turut bergabung juga para gubernur serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Rapat tersebut digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 15 Juli 2025.
Sherly Laos tidak hanya memiliki misi soal teknis kelautan, namun juga memperjuangkan nasib para nelayan.
Karena itulah Sherly Laos sangat ingin meningkatkan nilai ekonomi dari laut Maluku Utara.
Hal ini diungkapkan Sherly Laos dalam unggahan Instagram terbarunya.
"Hari ini, di KKP Kami para Gubernur bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Sakti Wahyu Trenggono serta jajarannya duduk bersama untuk satu tujuan besar:
Menata ruang laut Indonesia agar jadi tulang punggung ekonomi biru.
Maluku Utara hadir dengan semangat yang sama—bagaimana tata kelola laut bukan hanya soal izin dan peta, tapi soal masa depan nelayan, keberlanjutan ekosistem, dan potensi besar seperti monetisasi karbon dari kawasan konservasi.
Bayangkan: laut yang sehat, zona konservasi yang terjaga, tapi sekaligus bisa menghasilkan nilai ekonomi—bukan hanya dari ikan, tapi dari oksigen yang kita sumbang ke dunia." tulis sang gubernur.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Sherly-Laos-atau-Sherly-Tjonda-berkunjung-ke-asrama-mahasiswa-Maluku-Utara-di-Manado.jpg)