Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Lipsus AIDS di Ternate

Dinkes Ternate Diminta Kuatkan Edukasi dan Anggaran Buntut Kenaikan Angka HIV/AIDS

Dinas Kesehatan diminta lakukan pemetaan kelompok risiko serta memperhatikan ketersediaan anggaran dan pengobatan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/M Julfikram Suhadi
STATEMENT: Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Maluku Utara M Syaiful saat diwawancarai Tribunternate.com belum lama ini 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara diminta kuatkan edukasi dan anggaran buntut kenaikan angka HIV/AIDS.

Sebab Dinkes mencatat ketambahan 80 kasus baru HIV/AIDS periode Januari hingga Juni 2025.

Perihal ini dibenarkan Hamida selaku Penanggung Jawab Program P2 IMS, HIV/AIDS Dinkes Kota Ternate.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate M Syaiful, peningkatan kasus menandakan perlunya langkah lebih terukur dan kolaboratif antar pemangku kepentingan.

Baca juga: Periode Januari-Juni 2025, Dinkes Ternate Ketambahan Puluhan Kasus Baru HIV/AIDS

Sehingga pemerintah kota dalam hal ini Dinkes diminta memperkuat edukasi, pemetaan kelompok risiko serta memperhatikan ketersediaan anggaran dan pengobatan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Ilustrasi kasus HIV/AIDS.
Ilustrasi kasus HIV/AIDS. (Tribunnews.com)

"Kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS harus ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi yang lebih masif, "ujar Syaiful.

Menurutnya, Dinkes sebagai ujung tombak penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa bekerja sendiri.

Diperlukan peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi sosial serta dukungan legislatif.

Syaiful juga menyoroti perlunya peningkatan akses terhadap layanan pengobatan antiretroviral (ARV).

"Ini penting untuk pencegahan maupun pengobatan. Tapi lagi-lagi, ini butuh ketersediaan anggaran yang memadai,” katanya.

Ia mengakui bahwa salah satu kendala yang masih terjadi adalah rendahnya literasi masyarakat terkait HIV.

"Banyak yang masih menganggap biasa saja, bahkan terjadi diskriminasi terhadap ODHA. Ini menghambat proses penanganan,” ungkapnya.

Karena itu, Syaiful menekankan pentingnya pemetaan kelompok rentan sebagai dasar edukasi dan intervensi.

"Kami minta Dinkes menyusun program dan penganggaran yang benar-benar selektif, terukur dan sesuai kebutuhan, "tegasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan Kota Ternate mencatat adanya 80 kasus baru HIV/AIDS dari Januari hingga Juni 2025.

Apa Itu HIV dan AIDS

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. 

Virus ini secara bertahap menghancurkan sel-sel CD4 (jenis sel darah putih yang penting untuk melawan infeksi), sehingga membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit infeksi oportunistik dan beberapa jenis kanker.

Sedangkan AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah stadium akhir dari infeksi HIV. 

Seseorang dinyatakan mengidap AIDS ketika sistem kekebalan tubuhnya sudah sangat rusak akibat HIV, sehingga mereka mengalami infeksi oportunistik yang parah atau kondisi terkait HIV lainnya. 

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan HIV akan berkembang menjadi AIDS, terutama jika mereka mendapatkan pengobatan yang tepat.

HIV tidak menular melalui sentuhan biasa, keringat, air mata, batuk, bersin, berbagi makanan atau minuman, atau gigitan nyamuk. 

HIV hanya dapat menular melalui cairan tubuh tertentu yang mengandung virus dalam jumlah yang cukup tinggi. Misal:

- Berbagi jarum suntik yang tidak steril (terutama pada pengguna narkoba suntik).

- Hubungan seks anal, vaginal, atau oral tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi HIV.

- Hubungan seks vaginal atau oral tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi HIV

- ASI dari ibu positif HIV ke bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total. Namun, ada pengobatan yang sangat efektif yang disebut Antiretroviral (ARV) Terapi.

Cara kerja obat ARV adalah dengan menghambat replikasi virus HIV dalam tubuh. 

Ini membantu menjaga jumlah virus tetap rendah (viral load tidak terdeteksi) dan memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk pulih.

Siapa saja orang yang didiagnosis HIV direkomendasikan untuk memulai pengobatan ARV sesegera mungkin, tanpa memandang jumlah CD4.

Kepatuhan yang tinggi dalam minum obat ARV sesuai jadwal sangat penting. Melewatkan dosis dapat menyebabkan virus mengembangkan resistensi terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi tidak efektif.

Baca juga: 3 OPD di Halmahera Timur Bersinergi Cegah Penyebaran HIV/AIDS

Jika Anda memiliki anggota keluarga, teman, atau pasangan yang merupakan ODHA, peran Anda sangat penting dalam memberikan dukungan dan menciptakan lingkungan yang positif:

Tunjukkan empati, dengarkan mereka, dan biarkan mereka tahu bahwa Anda peduli. Hindari menghakimi atau menyalahkan.

Jangan menyebarkan informasi tentang status HIV mereka kepada orang lain tanpa izin mereka. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved