Halmahera Timur
Kadis Pendidikan Halmahera Timur: Mutasi Guru Itu Penyegaran, Jangan Dikaitkan dengan Politik
Ringkasan Berita:1. Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur Djamal Esa mengajak seluruh ASN khususnya para guru, untuk mengubah cara pandang (frame of thinking) terkait mutasi jabatan
2. Yang mana ia menegaskan agar kebijakan tersebut tidak selalu dikaitkan dengan isu politik
3. Djamal menyampaikan bahwa budaya berpikir seperti itu harus diubah agar tidak ada salah tafsir ketika pemerintah melakukan rotasi guru antar-sekolah
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur, Maluku Utara Djamal Esa mengajak seluruh ASN khususnya para guru, untuk mengubah cara pandang (frame of thinking) terkait mutasi jabatan.
Yang mana ia menegaskan agar kebijakan tersebut tidak selalu dikaitkan dengan isu politik.
Djamal menyampaikan bahwa budaya berpikir seperti itu harus diubah agar tidak ada salah tafsir ketika pemerintah melakukan rotasi guru antar-sekolah.
Menurutnya, mutasi adalah hal yang lumrah untuk mengisi kekosongan dan menjaga keseimbangan jumlah tenaga pengajar.
Baca juga: Ubaid Yakub Tekankan Sportivitas di Turnamen Sepakbola HUT ke 23 Halmahera Timur
Baca juga: MTQ XII Tingkat Kabupaten di Halmahera Timur Berakhir, Anjas: Bersama Dalam Membumikan Al-Qur’an
"Pasalnya mutasi jabatan adalah proses pemindahan ASN dari satu posisi ke tempat kerja lainnya yang tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab, demi mengisi kekosongan dan keseimbangan tenaga pengajar, "ungkap Djamal saat bersedia diwawancarai Tribunternate.com, Senin (18/5/2026).
Ia juga mengaku heran mengapa mutasi di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan selalu memicu kehebohan yang lebih besar dibanding sektor lain.
"Saya terkadang heran, ketika mutasi di lingkup Pemkab Halmahera Timur (sektor lain) itu biasa-biasa saja, "ujarnya.
"Tapi ketika mutasi guru dan tenaga kesehatan, langsung heboh. Ini yang saya sedikit heran, kenapa kalau guru yang dimutasi semua orang jadi heboh, "sambungnya.
Sebagai seorang ASN, lanjut Djamal, sudah menjadi kewajiban untuk selalu siap ditempatkan di mana saja sesuai dengan sumpah jabatan.
"Misalnya, saya selaku Kepala Dinas kemudian diringankan tugasnya (non-job), saya harus siap dimutasi ke Maba Utara."
"Karena itu sebuah kebijakan pemerintah, dan di luar sana masih banyak orang yang berkeinginan menjadi pegawai, "terangnya.
Ia juga mengingatkan para guru, baik yang berstatus PNS maupun PPPK untuk bersyukur atas amanah yang sudah digenggam dan menunjukkannya lewat pengabdian tanpa pamrih.
"Sementara orang yang mau menjadi guru dan bidan masih banyak. Kita harus bersyukur karena telah diamanatkan untuk menjalankan tugas ini, "imbuhnya.
Ia mempertanyakan sikap enggan dari oknum guru yang menolak dipindahkan ke sekolah lain.
Dikatakan, jika diberi tugas baru, sudah sepatutnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Rayakan HUT ke 23, Pemkab Halmahera Timur Usung Tema Harmoni Pembangunan
Baca juga: Pemkab Halmahera Timur Matangkan Rangkaian Acara HUT ke 23, Beragam Perlombaan Siap Digelar
"Kita harus mampu mengubah frame berpikir bahwa mutasi jabatan tidak ada kaitannya dengan politik."
"Pilkada 2024 kemarin telah selesai dan sekarang sudah tahun 2026."
"Harusnya kita jauh lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, "tandas Djamal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Guru-x-Politik-di-Halmahera-Timur.jpg)