Halmahera Timur

Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul Halmahera Timur Blokade Aktivitas Jetty PT JAS

Istimewa
TUNTUTAN: Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul di Halmahera Timur, Maluku Utara memblokade akses jetyy PT JAS, Minggu (21/12/2025) 
Ringkasan Berita:1. Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul mendatangi kantor PT Jaya Abadi Semesta (JAS) dan mengblokade aktivitas jetty, Minggu (21/12/2025).
2. Sebab PT JAS dinilai tidak kooperatif terhadap sejumlah masalah yang awalnya telah dilakukan kesepakatan bersama (petani rumput laut)
3. Julfian: Selama PT JAS masih diam, selama tanggung jawab belum ditunaikan, maka perlawanan akan terus berlanjut

TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, Maluku Utara mendatangi kantor PT Jaya Abadi Semesta (JAS) dan mengblokade aktivitas jetty, Minggu (21/12/2025).

Jetty adalah struktur dermaga yang menjorok ke laut atau perairan lebih dalam, berfungsi untuk melayani kapal besar (bongkar muat, tambat) atau sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan pengendapan sedimen agar alur sungai tetap stabil.

Ini adalah infrastruktur vital di pelabuhan, muara sungai atau area pertambangan untuk memfasilitasi aktivitas maritim

Blokade dilakukan bukan tanpa sebab karena progres verifikasi data petani dan rumput laut serta kejelasan hasil uji sampel belum diketahui.

Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Senin 22 Desember 2025: Karier, Cinta, Nomor Hoki

Korlap Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul Julfian Wahab mengatakan, sebelumnya tim dari PT JAS melakukan verifikasi dan pengambilan sampel pada Sabtu, 13 Desember 2025 akibat dampak pencemaran lingkungan (limbah sedimen) perusahaan.

Namun PT JAS dinilai tidak kooperatif terhadap sejumlah masalah yang awalnya telah dilakukan kesepakatan bersama (petani rumput laut).

Terutama bagi para petani rumput laut yang mengalami kerugian akibat dampak pencemaran.

"Kedatangan kami karena sebelumnya telah berupaya menghubungi SPT Eksternal PT JAS, Stevy, serta Formen Enviro, Sri Wahyuni melalui via WhatsApp."

"Namun upaya komunikasi tidak mendapat respon baik sehingga kami menilai PT JAS tidak kooperatif."

"‎Ironisnya, saat perwakilan kami tiba di kantor, tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang bersedia menemui kami, "kesalnya.

"Padahal awalnya PT JAS telah menyatakan kesediaan menerima kunjungan, tapi ini justru menghindar dengan meninggalkan area kantor melalui jalan hauling."

"PT JAS berbohong, mempermainkan masyarakat, dan tidak menunjukan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan dan kompensasi kerugian petani, "terangnya.

‎Menurut Julfian, sikap SPT eksternal dan Formen Enviro PT JAS mencerminkan kegagalan total dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab jabatan.

‎"Jika tidak mampu menjalankan tugas, tidak mampu membangun komunikasi yang jujur dan terbuka, maka kami mendesak manajemen pusat PT JAS segera mencopot SPT Eksternal dan Formen Enviro. Mereka tidak layak mewakili perusahaan di hadapan masyarakat, "tegasnya.

Baca juga: Pemkab Halmahera Timur Pastikan Serapan Anggaran Capai 80 Persen di 31 Desember 2025

Sikap PT JAS yang tidak bertanggung jawab membuat aliansi ini memutuskan memblokade jetty, pemblokadean akan dibuka jika PT JAS memberikan tanggapan.‎

"Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk tekanan moral dan sosial agar PT JAS tidak terus mengabaikan hak-hak masyarakat."

‎"Aksi ini adalah peringatan keras. Selama PT JAS masih diam, selama tanggung jawab belum ditunaikan, maka perlawanan akan terus berlanjut, "tandas Julfian Wahab. (*)