Halmahera Timur
Darso Gadjal: Banjir di Halmahera Timur Dipicu Aktivitas Pertambangan
Ringkasan Berita:
- BPBD Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, mengungkap dugaan penyebab banjir yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Halmahera Timur.
- Kepala BPBD Halmahera Timur, Darso Gadjal, mengatakan banjir di sejumlah wilayah diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan tambang.
- Menurut Darso, banjir sebenarnya pernah terjadi pada awal tahun 2000-an, namun saat itu belum berdampak hingga ke permukiman warga.
TRIBUNTERNATE.COM, MABA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, mengungkap dugaan penyebab banjir yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Halmahera Timur.
Kepala BPBD Halmahera Timur, Darso Gadjal, mengatakan banjir di sejumlah wilayah diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan tambang.
Menurut Darso, banjir sebenarnya pernah terjadi pada awal tahun 2000-an, namun saat itu belum berdampak hingga ke permukiman warga.
Baca juga: Pemkab Taliabu Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat
“Setelah kami telusuri, memang ada efek dari ruang pergerakan dan pengelolaan tambang, karena rata-rata aktivitas berada di kawasan itu,” kata Darso saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan menyebabkan sebagian kawasan pegunungan menjadi gundul sehingga kemampuan tanah untuk menyerap air berkurang.
“Sebagian besar gunung sudah gundul. Air yang mengalir dari atas tidak lagi tertahan karena tidak ada vegetasi yang menyerap,” ujarnya.
Baca juga: 12 Ramalan Keuangan Shio Besok Sabtu 7 Februari 2026: Naga Rezeki Nomplok, Babi saatnya WFH
Akibatnya, ketika hujan deras terjadi, luapan air sungai membawa material dalam jumlah besar hingga masuk ke wilayah permukiman warga.
“Karena sudah kosong, saat banjir material ikut terseret keluar sampai ke pemukiman. Luapan air dari sungai membawa dampak besar,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kantor-bpbd-haltim-amri.jpg)