Halmahera Timur

Ubaid Yakub Ungkap 2 Penyebab Kelangkaan Minyak Tanah di Halmahera Timur

TribunTernate.com/Amri Bessy
KENDALA - Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub saat bersedia diwawancarai awak media disela-sela kerja, Rabu (11/2/2026). Ia mengungkap dua alasan utama terjadinya kekurangan minyak tanah yang membuat masyarakat harus mengantre. 

TRIBUNTERNATE.COM, MABA — Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub, mengungkap dua alasan utama terjadinya kekurangan minyak tanah yang membuat masyarakat harus mengantre.

Menurutnya, jika kuota minyak tanah mencukupi, antrean panjang tidak akan terjadi di setiap agen.

“Kalau kuota minyak tanah cukup, kenapa masyarakat harus antre? Hanya ada dua hal yang menyebabkan masyarakat mengantre,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Kode Redeem FF Kamis 12 Februari 2026, Gratis AK47 Blue Flame Draco Free Fire

Ubaid memprediksi persoalan bisa saja terjadi pada distribusi dari agen ke pangkalan.

“Kuota cukup tapi masyarakat masih antre, berarti masalahnya ada di distribusi. Tentu akan kita temui para distributor dan agen untuk mencari tahu letak persoalannya,” ujarnya.

Ia juga menduga kemungkinan adanya keterlambatan armada pengangkut minyak tanah.

Meski begitu, Pemkab Halmahera Timur akan terus berupaya menjaga stabilitas ketersediaan minyak tanah bagi masyarakat.

“Asumsinya hanya dua: kuota tidak cukup atau distribusinya bermasalah,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih bergantung pada bahan bakar tersebut.

Usulkan Tambahan Kuota Minyak Tanah ke BPH Migas

Ubaid Yakub didampingi Kepala Dinas Perindagkop, Ricko Debetur, melakukan pertemuan strategis dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

Pertemuan tersebut bertujuan mengusulkan penambahan kuota minyak tanah guna memastikan ketersediaan stok di wilayah Halmahera Timur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, Jumat (6/2/2026).

Ubaid mengatakan, kuota minyak tanah yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi karena kebutuhan masyarakat terus meningkat.

“Benar bahwa kami hadir di BPH Migas sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengusulkan penambahan kuota, karena jumlah yang ada sekarang sudah tidak relevan lagi,” kata Ubaid.

PERTEMUAN - Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub temui BPH Migas di Jakarta bahas ketersediaan kuota minyak tanah, Jumat (6/2/2026)
PERTEMUAN - Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub temui BPH Migas di Jakarta bahas ketersediaan kuota minyak tanah, Jumat (6/2/2026) (Istimewa)

Ia menegaskan, langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan minyak tanah.

“Kami ingin memastikan tidak ada antrean panjang atau kelangkaan yang memberatkan masyarakat di Halmahera Timur,” tegasnya.

Bupati dua periode itu juga berkomitmen memperketat pengawasan distribusi di lapangan apabila tambahan kuota telah disetujui.

Baca juga: 3 Berita Populer Malut: ASN Pemprov Terlibat Narkoba - 2 Pria Ditangkap Usai Selundupkan Satwa Liar

“Kami akan mengawal distribusi tambahan kuota minyak tanah agar tepat sasaran dan tidak ada praktik penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Ia berharap BPH Migas segera memproses usulan tersebut agar distribusi minyak tanah di Halmahera Timur kembali normal.

“Keluhan masyarakat akibat kelangkaan BBM harus diredam sedini mungkin agar tidak memperpanjang masalah ketersediaan,” tandasnya. (*)