Halmahera Timur
Rumah-rumah di Pesisir Desa Subaim Halmahera Timur Dilanda Banjir Rob
Ringkasan Berita:1. Rumah-rumah di pesisir Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Halmahera Timur dilanda banjir rob sejak beberapa hari terakhir2. Sartono, warga desa setempat saat dikonfirmasi Tribunternate.com, Selasa (17/3/2026) membenarkan bencana tersebut3. Sartono: Kami harap ada solusi dari pemerintah karena kondisi ini sudah sering terjadi
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Rumah-rumah di pesisir Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Halmahera Timur, Maluku Utara dilanda banjir rob sejak beberapa hari terakhir.
Sartono, warga desa setempat saat dikonfirmasi Tribunternate.com, Selasa (17/3/2026) membenarkan bencana tersebut.
"Setiap musim ombak, air laut masuk sampai ke dalam rumah. Kami harap ada solusi dari pemerintah karena kondisi ini sudah sering terjadi, "harapnya.
Menurut Sartono, hingga saat ini belum ada penanganan nyata seperti pembangunan tanggul pemecah ombak atau upaya perlindungan disepanjang bibir pantai.
Baca juga: Pemkab Halmahera Timur Lakukan MCU untuk Sopir Lintas Selama Mudik Lebaran, Ini Tujuannya
"Saya dan warga lainnya berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan peninjauan serta mencari solusi rumah-rumah kami tidak kebanjiran lagi ketika musim ombak, "tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, Tribunternate.com belum terkonfirmasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini BPBD.
Apa itu banjir rob?
Banjir rob adalah genangan air laut di kawasan pesisir yang disebabkan oleh pasang maksimum, kenaikan muka air laut, penurunan tanah, atau kombinasi ketiganya.
Fenomena ini sering merendam pemukiman, merusak infrastruktur, dan berpotensi meningkat akibat pemanasan global serta faktor manusia.
BMKG rutin mengeluarkan peringatan dini terkait potensi rob di berbagai pesisir Indonesia.
Penyebab Utama Banjir Rob:
1. Pasang Air Laut Maksimum: Terjadi terutama saat fase bulan baru atau purnama, dan diperparah saat perigee (jarak bulan terdekat ke bumi).
2. Penurunan Muka Tanah: Akibat eksploitasi air tanah berlebihan dan beban bangunan di pesisir.
3. Kenaikan Muka Air Laut: Dampak pemanasan global yang mencairkan es kutub.
4. Faktor Fisik Wilayah: Pesisir rendah (dataran aluvial) dan kurangnya tanggul laut.
Wilayah Rawan dan Prediksi:
Banjir rob sering terjadi di pesisir utara Pulau Jawa (Jakarta, Semarang, Pekalongan, Indramayu), pesisir timur Sumatera Utara, Lampung, Banten, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Contohnya, BMKG memprediksi potensi rob di NTB pada 17-27 Maret 2026.
Dampak Banjir Rob:
1. Kerusakan Infrastruktur: Jalan, rumah, dan saluran air tergenang, bahkan ambles.
2. Kerugian Ekonomi: Mengganggu aktivitas warga, merusak hasil tambak/pertanian, dan menghentikan operasional pelabuhan.
3. Masalah Kesehatan: Air kotor dan sampah yang terbawa rob menimbulkan penyakit.
Mitigasi dan Penanganan:
1. Struktural: Membangun tanggul laut, memperbaiki drainase, dan membuat kolam retensi.
Baca juga: Bersama TNI/Polri, Pemkab Halmahera Timur Bentuk 4 Posko Pengamanan Mudik Lebaran
2. Berbasis Alam: Menanam/memperbaiki hutan mangrove untuk menahan gelombang.
3. Pengendalian: Membatasi pengambilan air tanah secara berlebihan.
4. Adaptasi: Mengubah struktur bangunan menjadi rumah panggung atau rumah terapung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Banjir-rob-kembali-landa-rumah-di-pesisir-Desa-Subaim-Halmahera-Timur.jpg)