Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gadis Asal Boyolali Ngaku Jadi Korban Begal dan HP Dirampas Ternyata Kronologi Palsu

Kini, LRN telah mengakui perbuatannya sendiri, bahkan luka yang diduga adalah tindakan penusukan di bagian perutnya, rupanya juga akibat perbuatannya

|
Dok KOMPAS.com
Ilustrasi, gadis asal Boyolali ngaku dibegal dan hp dirampas ternyata kronologi palsu. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang gadis asal Boyolali, Jawa Tengah, inisial LRN (18), ternyata membuat rekayasa palsu kepada Polisi terkait peristiwa pembegalan yang menimpanya pada bulan April 2024 lalu.

Dikutip dari Tribunnews.com, setelah Polisi melakukan penyelidikan, LRN yang mengaku ponselnya dirampas saat pembegalan rupanya dijual oleh dirinya sendiri.

"Senin kemarin, kami berhasil mengamankan buah HP yang telah dilaporkan hilang oleh korban," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, melalui Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, Rabu (5/6/2024).

Kini, LRN telah mengakui perbuatannya sendiri, bahkan luka yang diduga adalah tindakan penusukan di bagian perutnya, rupanya juga akibat perbuatannya sendiri.

“LRN mengakui jika peristiwa tersebut tidak pernah ada dan ia mengakui telah membuat laporan palsu dengan tujuan untuk mendapat perhatian dari keluarga,” ucap Joko.

“Klarifikasi permohonan maaf, atas aduan kejadian pencurian dengan kekerasan yang menimpanya tersebut adalah tidak benar, saya menyesalinya karena menjadi kasus viral di media," "

"Atas perbuatan tersebut saya menyampaikan permohonan maaf yang sebenar-benarnya kepada kepolisian Sektor Simo, Polres Boyolali, dan media,” ujar LRN saat dikonfirmasi Humas Polres Boyolali, (5/6/2024), dikutip dari laman Humas Polri.

Kronologi Palsu LRN

Peristiwa palsu tersebut diceritakan LRN terjadi di jalan Simo-Nogosari, Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali.

Diceritakan LRN saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Nogosari sekira pukul 19.00 WIB pada Jumat (19/4/2024) malam.

Kasi Humas, AKP Arif Mudi, mewakili Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi saat itu menyampaikan LRN memberi pengakuan bila dirinya meletakan HP di dashboard setelah dikeluarkan dari tas.

Kemudian dirinya dihampiri oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor dari belakang tanpa lampu, mepet ke arahnya lalu mengambil HP, sementara pemboncengnya menusuk LRN dengan senjata tajam (sajam).

LRN dalam keadaan terluka lalu pulang ke rumah dengan masih mengendarai motor tersebut.

Sesampainya di rumah, LRN kemudian dibawa ke bidan lalu ke RSUD Simo.

LRN Buat Laporan Dugaan Pembegalan

Di mana LRN memberikan keterangan kepada Polisi bahwa ponselnya dirampas pencuri serta perutnya ditusuk menggunakan senjata tajam.

Menindaklanjuti laporan adanya kejadian tersebut Resmob Satreskrim Polres Boyolali bersama Unit reskrim Polsek Simo melakukan penyelidikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved