Liputan Khusus
Rupiah Melemah Terhadap Dollar AS, Harga Cabai dan Bawang di Maluku Utara Melonjak
Kenaikan harga bawang merah di Maluku Utara dipicu oleh menurunnya hasil panen di daerah sentra produksi seperti Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.200 per dolar AS, mulai berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok di Maluku Utara
2. Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan bawang akibat terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi
3. Kenaikan harga bawang merah dipicu oleh menurunnya hasil panen di daerah sentra produksi, seperti Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB)
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 18.200 per dolar Amerika Serikat, mulai berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok di Maluku Utara.
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan bawang akibat terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Maluku Utara Muhammad Abdu Djafar mengatakan, hasil pemantauan harga di sejumlah wilayah menunjukan tren yang hampir seragam, baik di Kota Ternate, Sofifi maupun Halmahera Tengah.
"Dari hasil pantauan kami, harga cabai dan bawang mengalami kenaikan karena stok sementara berkurang."
Baca juga: Warung Makan di Ternate Ikut Terdampak Rupiah Anjlok, Menu Naik Harga
"Tapi pasokan baru diperkirakan mulai masuk dalam beberapa hari ke depan, "ujarnya kepada Tribunternate.com, Selasa (9/6/2026).
Menurut Abdu, kenaikan harga bawang merah dipicu oleh menurunnya hasil panen di daerah sentra produksi seperti Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi ke berbagai daerah, termasuk Maluku Utara, mengalami keterlambatan.
"Pasokan dari daerah produsen berkurang karena hasil panen menurun."
"Sementara permintaan dari berbagai provinsi tetap tinggi, sehingga stok yang masuk ke Maluku Utara terlambat dan memicu kenaikan harga, "jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai. Berdasarkan pantauan, harga cabai keriting saat ini berada di kisaran Rp 90 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram.
Bahkan di beberapa pasar, harga cabai sempat menembus Rp 200 ribu per kilogram.
"Di salah satu lokasi bahkan ada yang menjual cabai hingga Rp200 ribu per kilogram."
"Tentu kondisi ini perlu menjadi perhatian karena kenaikannya cukup tinggi, "katanya.
Selain cabai dan bawang, Disperindag juga mencatat adanya kelangkaan minyak goreng premium di pasaran, seperti merek Bimoli dan Filma.
Lanjut Abdu, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh distributor daerah, melainkan berkurangnya pasokan dari produsen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Dampak-melemahnya-rupiah-terhadap-harga-penjualan-di-Maluku-Utara.jpg)