Pemprov Malut
Sherly Laos: Masih Ada Desa Gelap di Maluku Utara, Tapi Solusinya Sedang Dikebut
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025 masih terdapat sejumlah desa yang belum teraliri listrik
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025 masih terdapat sejumlah desa yang belum teraliri listrik.
- Namun ia memastikan, pemerintah bersama PLN terus mempercepat penyelesaiannya melalui program pembangunan dan rehabilitasi jaringan listrik di berbagai wilayah.
- Hal itu disampaikan Sherly Laos usai rapat evaluasi akhir tahun antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PLN yang digelar pada 29 Desember 2025.
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025 masih terdapat sejumlah desa yang belum teraliri listrik.
Namun ia memastikan, pemerintah bersama PLN terus mempercepat penyelesaiannya melalui program pembangunan dan rehabilitasi jaringan listrik di berbagai wilayah.
Hal itu disampaikan Sherly Laos usai rapat evaluasi akhir tahun antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PLN yang digelar pada Senin 29 Desember 2025.
Baca juga: Antam Dorong Kesehatan Hingga Ekonomi Lokal di Maluku Utara Lewat Program CSR Terpadu
“Memang masih ada desa yang belum berlistrik. Tapi kabar baiknya, progresnya terus berjalan dan sudah punya peta jalan yang jelas,” ujar Sherly.
Berdasarkan data terbaru, saat ini masih terdapat 72 desa dan 9 dusun di Maluku Utara yang belum terjangkau jaringan listrik. Namun sejak Oktober 2025, PLN mulai membangun jaringan baru sekaligus merehabilitasi jaringan lama di sejumlah wilayah.
"41 desa ditargetkan menyala stabil pada Maret 2026, 26 desa mulai dikerjakan pada April 2026, dan 14 desa ditargetkan rampung pada 2027," ungkap Sherly.
Ia memastikan bahwa dari sisi pasokan, kondisi kelistrikan di Maluku Utara dalam keadaan aman. Seluruh 10 kabupaten/kota memiliki daya listrik yang mampu memenuhi kebutuhan beban puncak.
Khusus untuk Halmahera Utara, kapasitas listrik saat ini mencapai 21 MW. Pada Maret 2026, akan ada tambahan daya sebesar 10 MW dan 20 MW, sehingga total kapasitas meningkat menjadi 51 MW. Meski terdapat pengurangan sementara sekitar 8 MW dari genset pinjaman, sistem kelistrikan tetap dinyatakan aman.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan pembangkit baru untuk memperkuat pasokan jangka panjang, antara lain, Ternate tambahan 20 MW dan Sofifi tambahan 10 MW. Pembangunan ini ditargetkan berlangsung mulai 2026 hingga 2028, guna mendukung pertumbuhan kota, industri, UMKM, serta peningkatan layanan publik.
Baca juga: Update Harga dan Buyback Emas di Pegadaian Rabu 31 Desember 2025: Galeri 24, Antam, UBS Merosot Jauh
Sherly menegaskan target besar Pemprov Maluku Utara adalah mewujudkan 100 persen desa berlistrik pada Desember 2027.
“Listrik bukan hanya soal terang, tetapi tentang masa depan. Tentang anak-anak yang bisa belajar dengan layak, tentang desa yang bisa tumbuh dan tidak lagi tertinggal,” ujarnya.
Ia berharap PLN dapat konsisten menjalankan program sesuai jadwal, sehingga seluruh masyarakat Maluku Utara bisa segera menikmati akses listrik yang merata dan berkelanjutan. (*)
| Pemulihan Pascagempa Ternate, Gubernur Malut Pastikan Bantuan dan Program RTLH Tepat Sasaran |
|
|---|
| Potensi Besar, Pemprov Malut Dorong Perikanan dan Budidaya di Halmahera Selatan |
|
|---|
| Pemprov Malut Fokus Pertanian dan Investasi untuk Akselerasi Ekonomi 2027 |
|
|---|
| Pemprov Malut Perkuat Sinergi Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak |
|
|---|
| Kinerja Penurunan Pengangguran Diuji, Pemprov Maluku Utara Lolos Verifikasi Awal Kemendagri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-asn.jpg)