Pemprov Malut
Dikbud Maluku Utara Kucurkan Rp783 Miliar, Apa Saja 6 Program Utamanya?
Dikbud Provinsi Maluku Utara menyiapkan enam program utama, 15 kegiatan, dan 62 subkegiatan pada Tahun Anggaran 2026
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Dikbud Maluku Utara menyiapkan enam program utama, 15 kegiatan, dan 62 subkegiatan pada Tahun Anggaran 2026 dengan anggaran Rp783 miliar.
- Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dikbud Maluku Utara, Sofyan, dalam Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dikbud Malut Tahun Anggaran 2026.
- Program pertama yang mendapat porsi anggaran terbesar adalah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, dengan total anggaran sekitar Rp536 miliar, kedua yakni Pengelolaan Pendidikan Rp221 miliar.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menyiapkan enam program utama, 15 kegiatan, dan 62 subkegiatan pada Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp783 miliar.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dikbud Maluku Utara, Sofyan, dalam Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dikbud Malut Tahun Anggaran 2026, di Kantor Dikbud Malut, Sofifi, Rabu (4/2/2026).
Sofyan menjelaskan, program pertama yang mendapat porsi anggaran terbesar adalah Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, dengan total anggaran sekitar Rp536 miliar. Program kedua yakni Pengelolaan Pendidikan dialokasikan anggaran sebesar Rp221 miliar.
Baca juga: Truk Terjun ke Laut di Pelabuhan Galala Sofifi, Diduga Overload hingga Ramp Door Rusak
Selanjutnya, Program Pendidikan dan Tenaga Kependidikan memperoleh anggaran lebih dari Rp22 miliar. Sementara Program Pengembangan Kesenian Tradisional dialokasikan lebih dari Rp1 miliar, dan Program Pelestarian serta Pengelolaan Cagar Budaya mendapat anggaran sekitar Rp365 juta.
“Dari keseluruhan program tersebut, total anggaran yang ditetapkan untuk Dikbud Maluku Utara pada tahun 2026 adalah sebesar Rp783 miliar,” jelas Sofyan.
Ia juga memaparkan struktur belanja Dikbud Malut Tahun Anggaran 2026 yang terdiri atas belanja operasional dan belanja modal. Untuk belanja pegawai, yang mencakup gaji dan tunjangan, dialokasikan anggaran sebesar Rp524 miliar.
Selain itu, belanja barang dan jasa mencapai lebih dari Rp150 miliar, sedangkan belanja hibah dialokasikan lebih dari Rp5,5 miliar. Untuk belanja modal, terdiri dari belanja modal peralatan dan mesin sebesar lebih dari Rp29 miliar, belanja modal gedung dan bangunan lebih dari Rp12 miliar, serta belanja modal aset lainnya sebesar lebih dari Rp9 miliar.
Baca juga: Kata Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves Usai Kalah 1-0 dari Arema FC: Gol Franca Tidak Offside
Sebagai langkah awal pelaksanaan, Dikbud Malut akan menyerahkan langsung Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada masing-masing bidang. Proses penyusunan anggaran kas juga telah dilakukan sebelum validasi DPA.
“Anggaran kas yang telah diarahkan ke bidang-bidang ini disusun berdasarkan target capaian program dan kegiatan tahun 2026."
"Capaian tersebut akan menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan seluruh program di lingkungan Dikbud Maluku Utara,” pungkas Sofyan. (*)
| Pemprov Malut Fokus Pertanian dan Investasi untuk Akselerasi Ekonomi 2027 |
|
|---|
| Pemprov Malut Perkuat Sinergi Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak |
|
|---|
| Kinerja Penurunan Pengangguran Diuji, Pemprov Maluku Utara Lolos Verifikasi Awal Kemendagri |
|
|---|
| Kasus Kekerasan Masih Terjadi, Pemprov Malut Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak |
|
|---|
| WFH ASN Berlaku Nasional, Pemprov Maluku Utara Sudah Lebih Dulu Terapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/anggaran-program-dikbud-2026.jpg)