Jumat, 17 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadan 2026

3 Desa di Taliabu Sudah Puasa Ramadan Duluan, Menag Nasruddin Nilai Positif Soal Perbedaan Ramadan

"Perbedaan tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam artian negatif, "ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Dok Warga Desa Kawalo
IBADAH: Pelaksanaan ibadah salat tarawih di Masjid Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Senin (16/2/2026) malam. Selain Desa Kawalo, penduduk 2 desa lainnya di kecamatan yang sama yakni Desa Woyo dan Desa Holbota juga sudah melaksanakan ibadan puasa Ramadan 2026 
Ringkasan Berita:1. Sudah 3 hari penduduk Desa Kawalo, Desa Woyo dan Desa Holbota di Kecamatan Taliabu Barat jalani ibadan puasa di Ramadan 2026
2. Apa yang dilakukan penduduk 3 desa tersebut bukan hal baru, sebab sudah dilakukan/berlangsung sejak dahulu kala.
3. Menag: Perbedaan tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam artian negatif

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Sudah 3 hari penduduk Desa Kawalo, Desa Woyo dan Desa Holbota di Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara jalani ibadan puasa di Ramadan 2026.

Informasi yang dihimpun Tribunternate.com, Rabu (18/2/2026), pelaksanaan ibadah puasa di sana berjalan lancar dan kondusif.

Apa yang dilakukan penduduk 3 desa tersebut bukan hal baru, sebab sudah dilakukan/berlangsung sejak dahulu kala.

Ada pun seperti itu, silaturahmi antar umat muslim di Taliabu tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Tiga Desa di Taliabu Mulai Puasa Ramadan 2026 Hari Ini

Penduduk-penduduknya pun sangat menghormati keputusan pemerintah.

Tentunya, 3 penduduk desa di Pulau Taliabu ini mendahului perhitungan ramadan yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan sidang isbath, pemerintah Indonesia memutuskan 1 syawal ramadan pada Kamis 19 Februari 2026.

Perbedaan pandangan tentang ramadan bahkan mendapat perhatian dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dilansir Tribunnews.com, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap jika ada perbedaan pelaksanaan awal puasa, jangan dianggap negatif.

"Seandainya ada di antara kita, warga kita umat Islam yang mungkin akan melakukan hal berbeda sesuai keyakinannya masing-masing."

Baca juga: Tiga Desa di Taliabu Mulai Puasa Ramadan 2026 Hari Ini

"Kami juga mengimbau kepada segenap masyarakat, mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam artian negatif," ujar Nasaruddin Umar saat memimpin konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/6/2026).

Menurutnya, perbedaan merupakan konfigurasi yang sangat indah. Indonesia sangat berpengalaman dalam perbedaan penentuan 1 Ramadan.

"Jadi perbedaan itu sebagai satu konfigurasi yang sangat indah, Indonesia sudah sangat berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam suatu persatuan yang sangat indah, "kata Menag. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved