Halmahera Timur
Harga Dexlite di Halmahera Timur Melonjak Tajam Jadi Rp 24.150 per Liter, Sopir Truk Mengeluh Pasrah
Ringkasan Berita:1. Lonjakan harga BBM kenis Dexlite mengejutkan warga Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara2. Per Minggu (19/4/2026), harga Dexlite di SPBU setempat meroket drastis dari harga sebelumnya3. Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan ini sudah mulai diberlakukan sejak Sabtu (18/4/2026)
TRIBUNTERNATE.COM, ​MABA - Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite mengejutkan warga Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara.
Per Minggu (19/4/2026), harga Dexlite di SPBU setempat meroket drastis dari harga sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan ini sudah mulai diberlakukan sejak Sabtu (18/4/2026).
Salah satu petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi harga Dexlite yang semula Rp 14.500 per liter, kini melonjak menjadi Rp 24.150 per liter.
Baca juga: Harga Pertamax Turbo di Maluku Utara Kini Rp 14.050 Per Liter, Dexlite Rp 24.150 Seliter
Dampak terhadap sektor logistik
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini diprediksi akan membawa efek domino terhadap roda ekonomi di antaranya:
1. Tarif ekspedisi: Potensi kenaikan biaya pengiriman barang rute Ternate - Halmahera Timur.
2. Operasional material: Peningkatan biaya angkutan truk untuk material bangunan yang bergantung pada bahan bakar diesel.
Keluhan sopir: "kita bisa apa?"
Ikbal, seorang sopir truk pengangkut material, mengaku kaget saat mengisi bahan bakar di SPBU.
Ia baru menyadari adanya perubahan harga saat tagihan pengisian 50 liternya membengkak.
Baca juga: Harga Pertamax Turbo di Maluku Utara Kini Rp 14.050 Per Liter, Dexlite Rp 24.150 Seliter
"Saya kira harganya masih Rp 14.500. Setelah isi 50 liter, petugas bilang harganya sudah Rp 24.150 per liter. Jelas kaget, "ungkap Ikbal.
Sebagai pekerja yang mengoperasikan truk milik orang lain dengan sistem bagi hasil, Ikbal mengaku hanya bisa pasrah meskipun pendapatannya dipastikan menurun drastis akibat biaya operasional yang membengkak.
"Truk ini punya orang, saya hanya pakai kerja untuk angkut material proyek. Kalau kondisi BBM sudah seperti ini, kita bisa apa? Saya hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah pusat, "tandasnya lesu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Suasana-SPBU-di-Kota-Maba-Halmahera-Timur-Minggu-1942026.jpg)