Anak-anak hingga Ibu Menyusui Jadi Korban Asap Karhutla Riau, Keluhkan Sesak Napas dan Demam

Sebanyak 12 warga terpapar kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

KOMPAS.COM/IDON
Kabut asap semakin pekat menyelimuti udara Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak 12 warga terpapar kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dievakuasi tim relawan posko kesehatan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Warga yang dievakuasi rata-rata mengeluhkan sesak napas, demam, dan batuk filek.

"Tadi malam, Jumat (13/9/2019) sekitar pukul 23.00 WIB, tim relawan posko kesehatan PKS Riau mengevakuasi 12 orang warga yang terdampak kabut asap," kata Deputi Humas DPW PKS Riau, Enda Inspirasi.

Warga yang dievakuasid berasal dari Kecamatan Rumbai 3 orang, Kecamatan Tampan 2 orang, Kecamatan Sail 4 orang.

Tak hanya warga Pekanbaru, tiga orang diantaranya merupakan warga Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Tim relawan relawan PKS Riau, rela menempuh perjalanan lebih kurang tiga jam dari Pekanbaru.

Warga yang dievakuasi ada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan orang tua yang terpapar kabut asap.

Bahkan, kata dia, salah seorang anak perempuan yang dievakuasi sudah tiga hari sakit.

"Ada satu anak bernama Adelia usia tujuh tahun, anak dari Ibu Ayi Nuandra (36) warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Kemudian satu anak Ibu Ayi yang laki-laki, Akif usia lima tahun, juga demam karena asap. Jadi tadi malam kita evakuasi," kata Enda.

Setelah sampai di posko, para warga diberikan penanganan medis oleh dokter dr Arnita Sari.

"Dokter Arnita Sari secara sukarela membantu membantu warga (korban asap) di posko kesehatan PKS Riau. Dia ini juga Anggota DPRD Provinsi Riau," ucap Enda.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, yang dievakuasi, Ayi Nuandra (36) mengaku sesak napas dan batuk disebabkan dampak kabut asap.

"Saya sesak napas dan batuk. Dua anak saya juga sudah tiga hari demam, batuk dan muntah-muntah," akui Ayi kepada Kompas.com, Sabtu.

Dia mengaku dijemput ke rumahnya oleh tim relawan posko kesehatan PKS Riau. Sebab, Ayi mengaku tidak berani menembus kabut asap menuju posko tersebut.

"Saya enggak berani keluar rumah. Dari hari Senin (9/9/2019) kami gak ada buka pintu rumah. Udah mengeluh juga anak-anak pengen main keluar, tapi saya larang karena kabut asap pekat," ungkap Ayi.

Dia mengaku sangat terbantu dan bersyukur dengan adanya posko kesehatan tersebut.

"Sangat terbantu. Alhamdulillah ada posko kesehatan PKS Riau. Kalau gak ada bingung juga. Karena kasian anak-anak pada muntah-muntah," akui Ayi.

Sebagaimana diketahui, warga terpapar kabut asap akibat kebakaran mengungsi ke posko pengungsian yang dibuka oleh DPW PKS Riau.

Posko pengungsian dan posko kesehatan dibuka sejak, Rabu (11/9/2019). Setidaknya sudah ada sekitar 75 orang, terdiri dari anak-anak, bayi, orang tua, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "12 Orang Jadi Korban Asap Karhutla Riau, Mayoritas Anak-anak dan Ibu Menyusui"
Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved