Breaking News:

UPDATE: Gempa Susulan Sebanyak 641 Kali Terjadi di Kairatu Ambon, 30 Orang Meninggal Dunia

Update, hingga Minggu (29/9/2019) pukul 18.00 WIT wilayah Ambon telah terjadi gempa susulan sebanyak 641 kali hingga 30 korban meninggal dunia

Penulis: Sri Handayani | Editor: Rohmana Kurniandari
instagram.com/@jokowi
BMKG beri klarifikasi isu hoax terkait gempa besar dan tsunami di ambon 

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, lewat BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing berita bohong terkait isu akan adanya gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru dan Saparua.

Agus Wibowo memberikan himbauan ini melalui pesan broadcast di aplikasi WhatsApp pada Sabtu (28/9/2019) pukul 18.09 WIB.

"Sehubungan dengan kondisi pascagempa, BMKG meminta masyarakat agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal informasi yang resmi.

BMKG telah menyatakan bahwa isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoax), karena hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya.

Sehubungan dengan alat deteksi dini tsunami, BNPB tidak memiliki rencana untuk membangun alat deteksi tsunami.

Di pihak lain, Badan Informasi Geospasial (BIG) telah berencana membangun 7 stasiun pasang surut di wilayah Maluku. Ini merupakan salah satu komponen Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang berfungsi untuk mengukur tinggi gelombang pasang surut," ungkap Agus Wibowo.

Gempa M 6.7 Guncang Melonguane Sulut Minggu Pagi, Terasa hingga Talaud, Tahuna dan Bitung

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, per Minggu (29/9/2019) pagi, sebanyak 30 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka akibat gempa yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya.

"Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Maluku tanggal 29 September 2019 Pukul 07.00 WIT, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 30 orang dan luka-luka 156 orang," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Minggu, dilansir dari Kompas.com.

Dengan rincian sebagai berikut:

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved