Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Peringati Hari Batik Nasional, Jokowi Hadiri Acara di Boyolali hingga Ungkap Sejarah Batik di UNESCO

Kenakan pakaian batik, Jokowi hadiri acara puncak peringatan hari batik nasional di Boyolali, Jawa Tengah hingga sejarah batik di UNESCO.

Twitter/jokowi
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno merespons pembahasan RUU KUHP di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 20 September 2019. 

TRIBUNTERNATE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut memeriahkan acara peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Mengenakan kemeja batik, Jokowi hari ini menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Negara melalui unggahan potret di Instagramnya, @jokowi pada Rabu (02/10/2019).

"Puncak peringatan Hari Batik Nasional 2019 dipusatkan di Kota Surakarta.

Maka pada hari ini, dengan mengenakan kemeja batik, saya bertolak ke Boyolali, Jawa Tengah, dengan pesawat kepresidenan Indonesia-1 untuk hadir di peringatan yang digelar oleh Yayasan Batik Indonesia itu," tulis Jokowi.

Presiden Jokowi Tunjuk Tjahjo Kumolo Jabat Plt Menteri Hukum dan HAM Gantikan Yasonna Laoly

Mantan Gubernur Jakarta ini juga menjelaskan bahwa tepat 10 tahun lalu, setiap tanggal 2 Oktober telah disahkan sebagai Hari Batik Nasional

Selain itu, ternyata di hari yang sama batik juga telah disahkan sebagai warisan budaya dari Indonesia oleh UNESCO.

Selamat! Iriana Jokowi dan Gibran Rakabuming Ulang Tahun Hari Ini

"Ini tahun ke-10 kita memperingati Hari Batik Nasional, yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, bertepatan dengan diakuinya batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia oleh UNESCO.

Sudahkah Anda mengenakan batik hari ini?," pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, batik ditetapkan masuk daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada 10 tahun lalu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ketiga, setelah keris dan wayang yang sudah terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO, dikutip dari Kompas.com.

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, batik adalah teknik menghias kain yang mengandung nilai, makna, dan simbol-simbol budaya.

Keterampilan ini diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi penanda peradaban bangsa Indonesia.

Ucapkan Dukacita Mendalam untuk Wamena, Jokowi Minta Masyarakat Tak Terpancing Provokasi

Sejatinya batik merupakan sebuah proses, memiliki nilai lebih dari selembar kain bermotif.

Kain batik menjadi sarana manifestasi dari kesabaran, ketekunan, ketelitian, serta falsafah hidup pembuat batik.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved